Arti Bli dalam bahasa Bali adalah sapaan untuk laki-laki, terutama yang usianya lebih tua atau sebaya dengan kita.
Kamu mungkin sering mendengar kata ini saat liburan ke Bali, misalnya dari sopir, pemandu wisata, atau pedagang.
Sapaan ini terdengar hangat dan sopan. Fungsinya kurang lebih mirip dengan “Mas” di Jawa atau “Bang” di Jakarta.
Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar penggunaannya tetap tepat dan tidak terdengar janggal.
Yuk, kenali lebih jauh arti Bli dalam bahasa Bali dan cara menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Asal Usul dan Makna Kata Bli
Secara harfiah, kata Bli berarti kakak laki-laki dalam bahasa Bali. Pada awalnya, sapaan ini digunakan oleh seorang adik untuk memanggil kakak laki-lakinya dalam keluarga.
Seiring waktu, penggunaan kata Bli berkembang. Sapaan ini tidak lagi terbatas pada hubungan keluarga, tetapi juga digunakan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Jadi, arti Bli dalam bahasa Bali sekarang tidak hanya berkaitan dengan hubungan saudara. Kata ini juga menjadi sapaan umum untuk laki-laki yang usianya sebaya atau lebih tua.
Bli juga termasuk sapaan yang cukup netral. Karena itu, kamu bisa menggunakannya ketika berbicara dengan laki-laki dewasa tanpa perlu mengetahui latar belakang atau kastanya terlebih dahulu.
Kapan dan Kepada Siapa Kata Bli Digunakan?

Bli biasanya digunakan untuk menyapa laki-laki dewasa yang usianya lebih tua atau sebaya denganmu.
Kalau kamu sedang berada di Bali dan bingung harus memanggil laki-laki yang baru kamu kenal dengan sebutan apa, Bli bisa menjadi pilihan yang cukup aman.
Sapaan ini juga sering digunakan dalam interaksi sehari-hari, misalnya saat berbicara dengan:
- Sopir
- Pedagang
- Tukang parkir
- Pemandu wisata
- Laki-laki dewasa lainnya
Selain dalam percakapan sosial, Bli juga bisa digunakan dalam hubungan yang lebih dekat. Perempuan Bali, misalnya, dapat memanggil pasangannya dengan sebutan Bli sebagai panggilan sayang.
Kata ini juga bisa muncul dalam ungkapan romantis atau lagu berbahasa Bali. Salah satu contohnya adalah frasa “Bli tresna adi”, yang dalam draft ini dijelaskan sebagai ungkapan “aku (laki-laki) cinta kamu (perempuan)”.
Namun, penggunaan Bli kurang tepat untuk anak-anak atau remaja laki-laki yang masih di bawah umur.
Untuk kelompok usia tersebut, masyarakat Bali biasanya menggunakan sapaan lain yang lebih sesuai.
Jadi, sebelum menggunakan sapaan Bli, perhatikan juga usia orang yang kamu ajak bicara.
Perbedaan Bli dengan Panggilan Lain di Bali
Bahasa Bali memiliki beragam sapaan untuk laki-laki. Setiap sapaan bisa memiliki konteks penggunaan yang berbeda.
Supaya tidak salah panggil, berikut beberapa sapaan yang perlu kamu ketahui:
- Bli: Sapaan umum untuk laki-laki dewasa yang usianya sebaya atau lebih tua. Sapaan ini dianggap netral dan tidak terikat pada kasta tertentu.
- Bapa: Digunakan untuk memanggil ayah atau laki-laki yang lebih tua. Dalam draft ini, penggunaannya disebut umumnya melekat pada keluarga kasta sudra atau jaba.
- Ajik: Fungsinya mirip dengan Bapa, tetapi biasa digunakan untuk menyapa laki-laki dari keturunan bangsawan.
- Gus: Berasal dari kata “bagus” yang berarti tampan. Sapaan ini umumnya digunakan untuk remaja laki-laki. Dalam kalangan brahmana, Gus juga menjadi singkatan dari Ida Bagus dan diikuti nama belakang.
- Pekak: Digunakan untuk menyapa laki-laki lanjut usia. Artinya adalah kakek dalam bahasa Bali.
Dibandingkan dengan beberapa sapaan tersebut, Bli termasuk yang paling fleksibel.
Sapaan ini tidak terikat pada kasta tertentu sehingga lebih sering terdengar dalam percakapan sehari-hari.
Itulah sebabnya kamu mungkin lebih sering mendengar kata Bli saat berinteraksi dengan masyarakat Bali atau ketika berkunjung sebagai wisatawan.
Cara Menggunakan Bli dalam Percakapan Sehari-hari
Sebenarnya, menggunakan kata Bli cukup mudah. Kamu bisa mengucapkannya sendiri sebagai sapaan atau meletakkannya di depan nama seseorang.
Berikut beberapa contoh penggunaannya:
Menyapa tanpa nama:
“Bli, boleh tanya arah ke pantai?”
Menyapa dengan nama:
“Bli Made, terima kasih sudah mengantar kami.”
Sebagai ungkapan sayang:
“Bli tresna adi.”
Selain Bli, kamu juga akan menemukan sapaan untuk perempuan, yaitu Mbok.
Sapaan ini digunakan untuk perempuan Bali yang usianya lebih tua atau sederajat dengan lawan bicara.
Kalau kamu ingin terasa lebih akrab saat berinteraksi dengan masyarakat lokal, belajar sapaan seperti Bli dan Mbok bisa menjadi langkah kecil yang menyenangkan.
Apalagi, menggunakan sapaan lokal dengan tepat menunjukkan bahwa kamu menghargai bahasa dan budaya setempat.
Namun, jangan lupa memperhatikan nada bicara. Meskipun Bli merupakan sapaan yang santai, cara kamu mengucapkannya tetap bisa memengaruhi kesan yang diterima lawan bicara.
Jadi, gunakan dengan ramah dan sopan, ya.
Jelajahi Bali Bersama SatuSatu
Kalau kamu makin penasaran dengan budaya Bali setelah tahu arti Bli dalam bahasa Bali, kamu bisa mencari pengalaman budaya seru lewat SatuSatu.com
Salah satu pengalaman yang bisa kamu coba adalah Kecak Fire Dance Uluwatu. Pertunjukan tari kolosal ini mengangkat cerita Ramayana dengan iringan paduan suara laki-laki khas Bali.
Pengalaman ini bisa menjadi cara seru untuk mengenal budaya Bali lebih dekat. Apalagi, kamu baru saja belajar tentang salah satu sapaan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.
Pertanyaan Seputar Arti Bli dalam Bahasa Bali
Apa arti Bli dalam bahasa Bali?
Bli berarti kakak laki-laki dan juga digunakan sebagai sapaan sopan untuk laki-laki yang sebaya atau lebih tua.
Apakah Bli sama dengan Mas di Jawa?
Mirip. Bli setara dengan Mas atau Bang sebagai sapaan sopan untuk laki-laki.
Bagaimana panggilan untuk perempuan yang setara dengan Bli?
Sapaan yang setara adalah Mbok, digunakan untuk perempuan yang sebaya atau lebih tua.