Lompat ke konten
Home » Mengenal Kendari, Ibu Kota Sulawesi Tenggara yang Dijuluki Kota Lulo

Mengenal Kendari, Ibu Kota Sulawesi Tenggara yang Dijuluki Kota Lulo

Mengenal Kendari berarti mengenal ibu kota Sulawesi Tenggara yang punya julukan Kota Lulo. Julukan ini berkaitan dengan tari Lulo yang menjadi salah satu bagian dari budaya masyarakat Tolaki.

Kendari berada di tepi Teluk Kendari dan menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, serta pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Kota ini juga punya banyak pilihan wisata. Ada pantai, pulau, kawasan hijau, sampai kuliner khas yang menarik untuk dicoba.

Asal Julukan Kota Lulo

Julukan Kota Lulo berasal dari tari Lulo yang dikenal sebagai tarian tradisional masyarakat Tolaki.

Tari ini identik dengan gerakan bergandengan tangan dan membentuk lingkaran. Suasananya juga lekat dengan kebersamaan dan persahabatan.

Dahulu, Lulo berkaitan dengan ritual setelah panen. Seiring waktu, tarian ini berkembang menjadi bagian dari berbagai acara masyarakat.

Kamu bisa menemukan Lulo dalam acara seperti:

  • Pernikahan
  • Perayaan budaya
  • Acara keluarga
  • Perayaan tertentu di masyarakat

Karena punya makna kebersamaan, Lulo kemudian menjadi salah satu identitas budaya yang melekat dengan Kendari.

Baca Juga: Mengenal Tanjung Selor, Ibu Kota Kalimantan Utara yang Berbatasan dengan Malaysia

Sejarah Singkat Kendari sebagai Ibu Kota Sulawesi Tenggara

Nama Kendari sering dikaitkan dengan kata kandai. Istilah tersebut merujuk pada alat dari bambu atau kayu yang digunakan untuk membantu mengarahkan perahu.

Nama tersebut kemudian dikaitkan dengan kawasan Kampung Kandai di sekitar Teluk Kendari.

Letaknya yang berada di tepi teluk membuat kawasan Kendari sejak dulu ramai didatangi pedagang. Teluk Kendari juga menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Pada masa kolonial, kawasan ini semakin berkembang setelah dipetakan oleh pelaut Belanda Jacques Nicholas Vosmaer. Ia juga membangun sebuah bangunan untuk Raja Tebau di sekitar kawasan pelabuhan.

Perkembangan tersebut ikut mendorong Kendari menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan.

Hari jadi Kota Kendari diperingati setiap 9 Mei. Kendari kemudian ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada 1964. 

Statusnya berkembang menjadi kota administratif pada 1978 sebelum akhirnya ditetapkan sebagai kotamadya melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1995.

Tempat Wisata di Kendari yang Layak Dikunjungi

Kalau ingin mengenal Kendari lebih dekat, ada beberapa tempat yang bisa kamu masukkan ke itinerary.

Mulai dari kawasan Teluk Kendari sampai pantai dan wisata alamnya.

Tugu MTQ dan Masjid Al-Alam

Tugu MTQ atau Tugu Religi menjadi salah satu landmark yang cukup dikenal di Kendari.

Tugu ini memiliki tinggi sekitar 99 meter dan dibangun untuk menandai penyelenggaraan MTQ Nasional ke-21 pada 2006.

Area di sekitarnya juga sering digunakan warga untuk berolahraga dan bersantai.

Tidak jauh dari sana ada Masjid Al-Alam. Masjid ini berada di atas perairan Teluk Kendari dan menawarkan suasana yang menarik, terutama saat sore menjelang malam.

Jembatan Teluk Kendari

Jembatan Teluk Kendari menghubungkan kawasan Kota Lama dengan sisi lain Teluk Kendari.

Jembatan ini menjadi salah satu ikon baru kota. Pemandangannya juga semakin menarik ketika lampu mulai menyala pada malam hari.

Kalau ingin menikmati suasana teluk dengan lebih santai, kamu bisa mampir ke kawasan anjungan di sekitar Teluk Kendari.

Pantai Nambo

Ingin main ke pantai? Pantai Nambo bisa menjadi salah satu pilihan.

Pantai ini berada di Kecamatan Abeli dan berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota. Perjalanan dari pusat Kendari biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Pantainya punya pasir yang cukup lembut dengan ombak yang relatif tenang. Suasana seperti ini cocok untuk kamu yang ingin bersantai bersama keluarga.

Sebelum berangkat, cek lagi informasi tiket terbaru karena tarif bisa berubah.

Pulau Bokori

Kalau ingin suasana yang lebih jauh dari keramaian kota, coba lanjut ke Pulau Bokori.

Pulau ini bisa dicapai menggunakan perahu dari kawasan Soropia. Perjalanan lautnya memakan waktu sekitar 15 menit.

Di Pulau Bokori tersedia beberapa fasilitas untuk bersantai. Kamu juga bisa menikmati suasana pantai dan menghabiskan waktu di tepi laut.

Pantai Toronipa

Pilihan lainnya adalah Pantai Toronipa.

Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang dan bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana pesisir. Beberapa aktivitas air juga tersedia di kawasan ini.

Lokasinya berada di luar pusat Kendari, jadi siapkan waktu perjalanan lebih panjang.

Kebun Raya Kendari

Kalau lebih suka tempat yang hijau, kamu bisa datang ke Kebun Raya Kendari.

Kawasan ini berada di Poasia dan menawarkan suasana yang lebih sejuk dibandingkan area perkotaan. Ada juga area untuk berkemah dan jalur yang bisa digunakan untuk berjalan-jalan.

Jam buka dan tarif bisa berubah. Jadi, cek informasi terbaru sebelum datang.

Kuliner Khas Kendari yang Wajib Dicoba

Selain wisata, kuliner juga menjadi cara seru untuk mengenal Kendari. Beberapa makanan khas yang bisa kamu coba antara lain:

Sate Gogos Pokea

Sate gogos pokea dibuat dari kerang air tawar yang dikenal sebagai pokea.

Kerang ini banyak ditemukan di kawasan Sungai Pohara, Konawe. Pokea biasanya dibumbui dengan saus kacang yang punya rasa gurih dan sedikit pedas.

Sate ini sering disantap bersama gogos. Gogos merupakan olahan beras atau ketan yang dibungkus lalu dibakar.

Sinonggi

Sinonggi merupakan makanan berbahan dasar sagu.

Teksturnya kenyal dan lengket. Biasanya sinonggi disantap bersama lauk dan kuah, salah satunya ikan parende.

Ikan parende memiliki kuah berbumbu yang segar. Makanan ini cocok buat kamu yang ingin mencoba kuliner khas Sulawesi Tenggara.

Kasoami

Kasoami terbuat dari singkong yang diparut lalu dikukus menggunakan cetakan berbentuk kerucut.

Makanan ini biasa disantap sebagai pengganti nasi. Kamu bisa menikmatinya bersama ikan bakar dan sambal.

Untuk oleh-oleh, kamu juga bisa mencari kacang mete dan kue baruasa. Keduanya cukup dikenal sebagai makanan khas Sulawesi Tenggara.

Cara ke Kendari dan Waktu Terbaik Berkunjung

Ibu Kota Sulawesi Tenggara

Cara paling praktis untuk menuju Kendari adalah menggunakan pesawat.

Kamu bisa terbang menuju Bandara Haluoleo (KDI) yang berada di Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Dari bandara, perjalanan menuju pusat Kendari membutuhkan waktu sekitar 30–40 menit, tergantung kondisi jalan.

Beberapa rute penerbangan menuju Kendari terhubung dengan kota besar seperti Makassar dan Jakarta.

Untuk menuju pusat kota, kamu bisa menggunakan:

  • Taksi
  • Mobil sewaan
  • Travel
  • Transportasi bandara yang tersedia

Kendari berada di zona waktu WITA. Jadi, sesuaikan jam perjalanan kalau kamu datang dari wilayah Indonesia bagian barat.

Kalau ingin menjelajahi pantai dan pulau, musim kemarau bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman. Periode sekitar April sampai Oktober biasanya lebih cocok untuk aktivitas luar ruangan.

Tetap cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Kondisi cuaca bisa berubah dan memengaruhi perjalanan laut.

Baca Juga: Mengenal Tanjung Selor, Ibu Kota Kalimantan Utara yang Berbatasan dengan Malaysia

Jelajahi Indonesia Bersama SatuSatu

Setelah puas mengenal Kendari, kamu bisa lanjut menjelajahi berbagai destinasi lain di Indonesia bersama SatuSatu.com 

Kalau ingin menikmati pertunjukan budaya, kamu bisa mencoba Tiket Kecak Fire Dance di Uluwatu Temple.

Pertunjukan biasanya dimulai sekitar pukul 18.00 di Pura Luhur Uluwatu. Waktunya bertepatan dengan suasana matahari terbenam.

Pertanyaan Terkait Kendari

Kenapa Kendari dijuluki Kota Lulo?
Kendari dijuluki Kota Lulo karena tari Lulo lekat dengan budaya masyarakat Tolaki dan dikenal dengan nilai kebersamaan serta persahabatan.

Apa oleh-oleh khas Kendari?
Kamu bisa membawa kacang mete, kue baruasa, atau kerajinan khas Sulawesi Tenggara.

Apakah Kendari cocok untuk liburan keluarga?
Cukup cocok karena punya beragam pilihan wisata, seperti Pantai Nambo, Kebun Raya Kendari, dan kawasan Teluk Kendari.

Apa makanan khas Kendari yang wajib dicoba?
Beberapa pilihannya adalah sate gogos pokea, sinonggi, dan kasoami.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.