Lompat ke konten
Home » Mengenal Medan, Ibu Kota Sumatera Utara dan Daya Tariknya

Mengenal Medan, Ibu Kota Sumatera Utara dan Daya Tariknya

Medan adalah ibu kota Sumatera Utara sekaligus kota terbesar di Pulau Sumatra. Kota ini juga dikenal dengan julukan “Parijs van Sumatra” dari masa kolonial Belanda.

Perkembangan Medan tidak lepas dari perkebunan Tembakau Deli pada abad ke-19. Jejak berbagai budaya juga masih terasa sampai sekarang.

Mulai dari budaya Melayu, Batak, Tionghoa, hingga India. Perpaduannya bisa dilihat dari bangunan, kuliner, dan kehidupan sehari-hari di kota ini.

Sejarah Singkat Medan, Ibu Kota Sumatera Utara

Medan awalnya merupakan perkampungan kecil bernama Medan Putri. Wilayah ini berada di tengah hutan dan dikelilingi rawa.

Pada 1863, pengusaha Belanda Jacobus Nienhuys mulai membuka perkebunan tembakau di Deli. Tembakau Deli kemudian menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan.

Tembakau tersebut terutama digunakan sebagai pembungkus cerutu berkualitas tinggi untuk pasar Eropa. Perkebunan ini kemudian mendorong perkembangan Medan sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan di Sumatera Timur.

Kesultanan Deli juga punya peran dalam perkembangan kota. Jejaknya bisa dilihat dari sejumlah bangunan bersejarah.

Salah satunya adalah Istana Maimun yang berdiri pada 1888. Ada pula Masjid Raya Al-Mashun yang selesai dibangun pada 1909.

Hingga sekarang, jejak multikultural Medan masih terasa. Kamu bisa melihatnya lewat arsitektur, kuliner, dan aktivitas masyarakatnya.

Baca Juga: Mengenal Banjarbaru, Ibu Kota Kalimantan Selatan dan Daya Tariknya

Daya Tarik Medan sebagai Ibu Kota Sumatera Utara

Ibu Kota Sumatera Utara

Istana Maimun

Istana Maimun dibangun pada 1888 atas perintah Sultan Ma’moen Al Rasyid, penguasa Kesultanan Deli. Bangunan ini menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Medan.

Arsitekturnya memadukan beberapa gaya. Ada unsur Melayu, Timur Tengah, dan Eropa.

Warna kuning keemasan juga menjadi ciri khas bangunan ini. Warna tersebut berkaitan dengan budaya Melayu.

Salah satu koleksi yang terkenal adalah Meriam Puntung. Benda ini juga memiliki cerita yang dianggap legendaris oleh masyarakat sekitar.

🎟️ Tiket masuk: sekitar Rp10.000 per orang

Anak-anak di bawah 5 tahun biasanya gratis. Di sekitar istana juga terdapat pedagang yang menjual berbagai oleh-oleh khas Medan.

Masjid Raya Al-Mashun

Masjid Raya Al-Mashun berada sekitar 300 meter dari Istana Maimun. Keduanya sama-sama menjadi peninggalan Sultan Ma’moen Al Rasyid.

Pembangunan masjid dimulai pada 1906 dan selesai pada 1909. Sebagian bahan dekorasinya didatangkan langsung dari Italia.

Arsitekturnya memadukan kubah bergaya Mughal dengan ukiran Melayu. Bentuk bangunannya membuat masjid ini menjadi salah satu landmark bersejarah di Medan.

Masjid ini masih digunakan untuk beribadah. Pengunjung sebaiknya datang di luar waktu salat dan mengenakan pakaian yang sopan.

Di kompleks masjid, kamu juga bisa melihat makam para Sultan Deli.

Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion merupakan bekas kediaman Tjong A Fie. Ia dikenal sebagai saudagar Tionghoa yang berpengaruh dalam perkembangan Medan pada awal abad ke-20.

Rumah dua lantai ini dibangun pada 1895. Luas bangunannya sekitar 8.000 meter persegi.

Arsitekturnya memadukan beberapa gaya, yaitu:

  • Tionghoa
  • Melayu
  • Art Deco

Sekitar 80 persen interior bangunan disebut masih asli. Di dalamnya terdapat koleksi foto lama dan silsilah keluarga.

Rumah ini juga menjadi salah satu hunian pertama di Medan yang menggunakan listrik.

🎟️ Tiket masuk: sekitar Rp35.000 per orang

🕘 Jam buka: 09.00–17.00 WIB

Tjong A Fie Mansion buka setiap hari, kecuali saat Tahun Baru Cina.

Kesawan dan Merdeka Walk

Kawasan Kesawan cocok untuk kamu yang suka bangunan tua dan fotografi. Di kawasan ini masih terdapat bangunan kolonial Belanda dengan gaya arsitektur klasik.

Suasananya juga cocok untuk berburu foto dengan nuansa vintage. Kamu bisa berjalan santai sambil melihat bangunan lama di sekitar kawasan.

Tidak jauh dari Kesawan terdapat Merdeka Walk. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan tempat nongkrong di Medan.

Suasananya semakin ramai pada malam hari. Pilihan makanan dan hiburannya juga cukup beragam.

Kuliner Khas Medan

Medan punya kuliner yang dipengaruhi berbagai budaya. Pengaruh Melayu, Batak, Tionghoa, dan India bisa ditemukan dalam makanan khasnya.

Beberapa kuliner yang bisa kamu coba antara lain:

  • Soto Medan, dengan kuah santan yang gurih.
  • Lontong sayur, yang cocok untuk menu sarapan.
  • Durian Ucok, yang dikenal sebagai salah satu tempat durian legendaris di Medan.
  • Bika ambon, kue bertekstur berongga dengan rasa manis khas.

Meski memiliki nama “Ambon”, bika ambon justru dikenal sebagai makanan yang berasal dari Medan. Kue ini juga sering dibeli sebagai oleh-oleh.

Kalau ingin membawanya pulang, pilih bika ambon dengan kemasan yang lebih tahan lama. Dengan begitu, oleh-oleh lebih aman selama perjalanan.

Tips Berkunjung ke Medan

Supaya perjalanan lebih nyaman, ada beberapa hal yang bisa kamu siapkan sebelum berangkat.

  • Pilih waktu yang tepat. Mei sampai September biasanya lebih kering dan nyaman untuk aktivitas luar ruangan.
  • Siapkan waktu perjalanan. Medan bisa mengalami kemacetan, terutama saat jam sibuk.
  • Gunakan transportasi yang praktis. Taksi, ojek online, dan bus bisa menjadi pilihan.
  • Gabungkan destinasi yang berdekatan. Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, dan Kesawan bisa dijelajahi dalam satu rute.
  • Gunakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama yang digunakan sehari-hari.
  • Cek jam buka. Beberapa tempat wisata dapat tutup pada hari libur tertentu.

Kalau ingin mengunjungi Tjong A Fie Mansion, sebaiknya cek kembali jadwalnya sebelum berangkat. Hal ini penting terutama saat ada perayaan atau hari libur tertentu.

Baca Juga: Mengenal Madrid, Ibu Kota Spanyol yang Jadi Pusat Sepak Bola

Jelajahi Bersama SatuSatu

Sudah puas menjelajah Medan dan ingin melanjutkan perjalanan ke kota lain? Kamu bisa mencari berbagai aktivitas wisata melalui SatuSatu.com 

Salah satu pilihannya adalah Uluwatu Temple Kecak Fire Dance di Bali. Pertunjukan tari kecak ini digelar saat matahari terbenam dan bisa menjadi pilihan untuk menikmati wisata budaya Indonesia.

Ada juga Candi Borobudur untuk kamu yang suka wisata sejarah. Destinasi ini bisa menjadi pilihan untuk melihat salah satu candi Buddha terbesar di dunia.

Pertanyaan Terkait Ibu Kota Sumatera Utara

Apa ibu kota Sumatera Utara?
Ibu kota Sumatera Utara adalah Medan, yang juga menjadi kota terbesar di Pulau Sumatra.

Apa julukan Kota Medan?
Medan dikenal dengan julukan “Parijs van Sumatra” yang berkaitan dengan perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda.

Apa makanan khas Medan yang wajib dicoba?
Beberapa di antaranya soto Medan, bika ambon, dan durian Ucok. Bika ambon juga populer sebagai oleh-oleh.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.