Lompat ke konten
Home » Taman Sari Jogja: Lokasi, HTM, Jam Buka, dan Daya Tariknya

Taman Sari Jogja: Lokasi, HTM, Jam Buka, dan Daya Tariknya

Taman Sari Jogja adalah bekas taman istana Keraton Yogyakarta yang kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di Kota Gudeg. 

Dahulu, tempat ini digunakan keluarga sultan untuk bersantai, mandi, hingga berlindung saat kondisi darurat. 

Sekarang, siapa saja bisa menjelajahi kompleks bersejarah ini sambil menikmati perpaduan arsitektur Jawa dan sentuhan Eropa. 

Kalau kamu berencana liburan ke Jogja, simak dulu lokasi, harga tiket, jam buka, hingga daya tarik Taman Sari Jogja berikut ini.

Lokasi dan Akses ke Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja berlokasi di Jalan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. 

Jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer dari Keraton Yogyakarta, jadi kamu bisa berjalan kaki sekitar 15–20 menit kalau ingin menikmati suasana kawasan keraton.

Kalau berangkat dari Titik Nol Kilometer atau Malioboro, arahkan kendaraan ke Jalan KH Ahmad Dahlan, lalu belok ke selatan melewati Pasar Ngasem hingga tiba di kompleks Taman Sari. 

Kalau ingin merasakan suasana khas Jogja, kamu juga bisa naik becak atau andong.

Buat yang datang dari luar kota, misalnya melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) atau Stasiun Tugu, waktu tempuhnya sekitar 45–60 menit, tergantung kondisi lalu lintas. 

Karena lokasinya masih berada di pusat kota, Taman Sari juga mudah dipadukan dengan kunjungan ke Keraton Yogyakarta atau Malioboro dalam satu hari.

Harga Tiket dan Jam Buka Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Karena jam operasionalnya tidak terlalu panjang, sebaiknya datang sejak pagi agar punya waktu lebih banyak untuk menjelajahi seluruh area.

Harga tiket masuk Taman Sari Jogja umumnya berkisar Rp10.000–Rp25.000 untuk wisatawan domestik. 

Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tarif yang lebih tinggi. Perlu diingat, harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya cek informasi terbaru langsung ke loket atau akun resmi pengelola sebelum berkunjung.

Kalau berencana melakukan foto prewedding atau pengambilan video menggunakan kamera profesional, biasanya ada biaya tambahan. 

Supaya tidak ada kendala, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu kepada petugas mengenai tarif dan perizinannya.

Daya Tarik Taman Sari Jogja

Salah satu alasan Taman Sari Jogja selalu ramai pengunjung adalah nilai sejarah dan arsitekturnya yang unik. 

Kompleks ini dibangun antara tahun 1758 hingga 1765 pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I sebagai taman pribadi keluarga Keraton Yogyakarta. 

Desainnya memadukan arsitektur Jawa dengan sentuhan Portugis sehingga tampil berbeda dari bangunan bersejarah lainnya di Jogja.

Saat memasuki kawasan Taman Sari, kamu akan melewati Gapura Panggung yang menjadi pintu masuk utama. 

Gapura dua lantai ini dihiasi ukiran naga di bagian tangganya. Pada masa lalu, bagian atas gapura digunakan sultan dan permaisuri untuk menyaksikan pertunjukan tari.

Di bagian tengah kompleks terdapat Umbul Binangun, yaitu tiga kolam pemandian yang memiliki fungsi berbeda. Satu kolam digunakan sultan, satu untuk para putri, dan satu lagi untuk para selir. 

Konon, di sekitar area ini juga terdapat ruang ganti yang digunakan sultan setelah selesai berendam.

Kalau suka menjelajahi tempat bersejarah yang penuh cerita, jangan lewatkan Sumur Gumuling. Bangunan berbentuk melingkar ini memiliki lorong bawah tanah yang dahulu menghubungkan beberapa bagian taman. 

Kini, Sumur Gumuling menjadi salah satu spot foto paling ikonik di Taman Sari Jogja.

Rekomendasi Aktivitas di Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja

Selain menikmati bangunan bersejarahnya, ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di Taman Sari Jogja, di antaranya:

  • Berfoto di Gapura Panggung dan Sumur Gumuling yang menjadi spot favorit wisatawan.
  • Menyusuri lorong bawah tanah untuk merasakan suasana peninggalan Keraton Yogyakarta.
  • Mampir ke Pasar Ngasem yang berada tepat di sebelah Taman Sari dan masih memiliki nuansa bangunan khas kawasan keraton.
  • Menggunakan jasa pemandu lokal supaya kamu bisa mengetahui sejarah dan cerita menarik di balik setiap bangunan.

Karena area Taman Sari cukup luas dan dipenuhi jalan setapak serta anak tangga, gunakan alas kaki yang nyaman agar lebih leluasa saat berkeliling.

Tips Berkunjung ke Taman Sari Jogja

Datanglah sejak pagi, idealnya saat loket baru dibuka. Selain cuacanya masih nyaman, kamu juga bisa lebih leluasa menikmati setiap sudut Taman Sari sebelum kawasan ini dipadati pengunjung.

Kalau memungkinkan, hindari datang saat akhir pekan atau musim liburan karena jumlah wisatawan biasanya meningkat cukup signifikan.

Gunakan pakaian yang nyaman karena kamu akan banyak berjalan kaki. Jangan lupa membawa air minum agar tetap terhidrasi selama berkeliling.

Terakhir, siapkan uang tunai secukupnya untuk membeli tiket masuk atau membayar biaya tambahan, seperti sesi foto khusus. 

Meski begitu, sebaiknya cek dulu metode pembayaran yang tersedia sebelum datang.

Jelajahi Yogyakarta Bersama SatuSatu

Kalau lagi menyusun itinerary liburan di Jogja, kamu bisa langsung cek SatuSatu.com 

Salah satu aktivitas yang menarik untuk dicoba adalah Candi Borobudur. Destinasi bersejarah ini cocok dikunjungi setelah menjelajahi Taman Sari karena sama-sama menawarkan pengalaman mengenal sejarah dan budaya Jawa.

Kalau ingin liburan lebih praktis, kamu juga bisa memilih Yogyakarta Paket Tur 1 Hari dengan Objek Wisata Utama & Mobil Pribadi

Paket ini mengajakmu mengunjungi beberapa destinasi populer di Jogja dengan kendaraan pribadi, sehingga perjalanan jadi lebih nyaman tanpa perlu repot mengatur transportasi sendiri.

Pertanyaan Seputar Taman Sari Jogja

Berapa harga tiket masuk Taman Sari Jogja?
Sekitar Rp10.000–Rp25.000 untuk wisatawan domestik, tergantung kebijakan terbaru.

Jam berapa Taman Sari Jogja buka?
Setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB.

Apakah Taman Sari Jogja bisa digunakan untuk foto prewedding?
Bisa, tetapi biasanya dikenakan biaya tambahan di luar tiket masuk reguler.