Di lahan inilah akuarium pertama lahir. Air hujan yang jatuh di antara Pegunungan Tamba dan Hutan Purba Ashiu berubah menjadi mata air jernih, kemudian aliran sungai, yang segera menyatu menjadi sungai-sungai besar yang akhirnya mengalir ke laut. Ekosistem yang saling terhubung dari sumber hingga laut, bersama dengan beragam bentuk kehidupan simbiosis, diciptakan kembali di dalam akuarium. Selain itu, Akuarium Kyoto bukan hanya tentang pameran—akuarium ini secara rutin menyelenggarakan kegiatan pembelajaran langsung seperti "Pertemuan Dekat" dan sesi panduan yang dipimpin oleh para penjaga. Akuarium ini bertujuan untuk menjadi fasilitas edutainment komprehensif di mana anak-anak Kyoto dapat terhubung dengan air dan beragam penghuninya. Akuarium ini juga mengurangi konsumsi energi melalui tenaga surya dan mendukung program pengembangbiakan spesies langka Kyoto. Sebagai fasilitas unggulan di kota model ekologi, akuarium ini berkomitmen pada konservasi alam.