Jawa Barat punya banyak alat musik tradisional yang lekat dengan budaya Sunda. Sebagian di antaranya menggunakan bambu sebagai bahan utama.
Ada angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Ada juga karinding yang ukurannya kecil, tetapi punya cara memainkan yang cukup unik.
Berikut 10 alat musik tradisional Jawa Barat lengkap dengan daerah asal, cara memainkan, dan ciri khasnya.
Angklung
📍 Jawa Barat (Sunda)
🎶 Cara memainkan: Digoyangkan
Angklung terbuat dari beberapa bilah bambu yang disusun dalam sebuah rangka. Setiap angklung menghasilkan satu nada tertentu.
Karena itu, angklung biasanya dimainkan bersama-sama untuk menghasilkan sebuah lagu. Tangga nada yang digunakan antara lain salendro, degung atau pelog, dan madenda.
Angklung juga dikenal sebagai salah satu alat musik khas Jawa Barat yang paling ikonis. Alat musik ini telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.
Baca Juga: 5 Alat Musik Tradisional Bali yang Wajib Diketahui Wisatawan
Calung
📍 Jawa Barat (Sunda)
🎶 Cara memainkan: Dipukul
Calung terbuat dari beberapa tabung bambu. Cara memainkannya dengan memukul bagian pangkal bambu.
Sekilas, bentuk calung memang mirip dengan angklung. Bedanya, calung dimainkan dengan cara dipukul, sedangkan angklung dimainkan dengan cara digoyangkan.
Calung memiliki dua jenis, yaitu calung rantay dan calung jinjing. Dahulu, calung dikenal sebagai seni kalangenan atau hiburan, tetapi kini juga sering tampil dalam pertunjukan.
Karinding
📍 Cineam, Tasikmalaya
🎶 Cara memainkan: Ditempelkan ke mulut lalu dipetik
Karinding merupakan alat musik berukuran kecil yang dibuat dari bambu atau pelepah pohon aren. Bentuknya sederhana, tetapi cara memainkannya cukup unik.
Karinding ditempelkan di mulut, kemudian bagian ujungnya dipetik. Rongga mulut digunakan untuk membantu mengatur nada yang dihasilkan.
Selain sebagai alat musik, karinding juga pernah digunakan masyarakat setempat untuk membantu mengusir hama. Suaranya khas dan terdengar tipis seperti dengungan.
Kecapi
📍 Jawa Barat (Sunda)
🎶 Cara memainkan: Dipetik
Kecapi merupakan alat musik petik khas Sunda. Bentuk badannya menyerupai kotak dan umumnya dibuat dari kayu.
Ada beberapa jenis kecapi dengan fungsi yang berbeda. Kecapi indung memiliki suara yang lebih dalam dan sering menjadi pusat permainan dalam ansambel.
Sementara itu, kecapi suling digunakan untuk melengkapi melodi. Kecapi juga dapat dimainkan bersama gamelan degung dalam musik tradisional Sunda.
Suling
📍 Jawa Barat (Sunda)
🎶 Cara memainkan: Ditiup
Suling Sunda umumnya dibuat dari bambu tamiang. Berdasarkan jumlah lubangnya, terdapat suling empat lubang dan suling enam lubang.
Alat musik ini punya suara yang lembut dan khas. Suling sering digunakan dalam tembang Sunda Cianjuran dan gamelan degung klasik.
Tarawangsa
📍 Sumedang, Jawa Barat
🎶 Cara memainkan: Digesek
Tarawangsa memiliki badan atau resonator dari kayu. Alat musik ini memiliki leher panjang dengan dua sampai tiga senar.
Cara memainkannya dengan digesek, bukan dipetik. Bagian dasarnya berbentuk persegi panjang sehingga memiliki bentuk yang berbeda dari rebab.
Tarawangsa biasanya dimainkan bersama jentreng. Jentreng merupakan alat musik petik dengan tujuh senar yang terbuat dari kayu nangka.
Rebab
📍 Jawa Barat (Sunda)
🎶 Cara memainkan: Digesek
Rebab merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara digesek. Bagian dasarnya memiliki bentuk yang menyerupai hati.
Dalam masyarakat Sunda, rebab juga dikenal dengan sebutan lengek. Orang yang memainkannya disebut ngalengek.
Suara rebab terdengar mendayu dan khas. Alat ini dapat dimainkan untuk mengiringi suling dan kecapi dalam pertunjukan musik tradisional.
Kendang
📍 Jawa Barat (Sunda)
🎶 Cara memainkan: Ditepuk
Kendang Sunda merupakan salah satu alat musik penting dalam pertunjukan musik tradisional. Cara memainkannya dengan menepuk bagian permukaan kendang menggunakan tangan.
Fungsi utamanya adalah mengatur irama dan tempo. Kendang juga membantu memberi tanda saat musik dimulai, berubah, atau berakhir.
Karena perannya tersebut, kendang punya posisi penting dalam sebuah ansambel. Permainannya ikut menentukan jalannya pertunjukan.
Toleat
📍 Diperkirakan dari Subang, Jawa Barat
🎶 Cara memainkan: Ditiup
Toleat merupakan alat musik tiup yang bentuknya sekilas mirip suling. Namun, suara yang dihasilkan terdengar lebih tebal dan menyerupai saksofon.
Cara meniup toleat juga berbeda dari suling biasa. Alat musik ini diperkirakan berasal dari Kabupaten Subang.
Buat kamu yang ingin mengenal alat musik Sunda dengan suara berbeda, toleat bisa jadi salah satu yang menarik. Bentuknya sederhana, tetapi karakter suaranya cukup kuat.
Arumba
📍 Jawa Barat (Sunda)
🎶 Cara memainkan: Dipukul secara berkelompok
Arumba merupakan kelompok alat musik bambu khas Jawa Barat. Alat-alat tersebut dimainkan bersama dalam satu ansambel.
Arumba sering digunakan dalam berbagai pertunjukan kesenian Sunda. Suara yang dihasilkan terasa khas karena alat musiknya menggunakan bambu.
Permainan secara berkelompok membuat bunyinya terdengar lebih ramai. Arumba juga menunjukkan bagaimana bambu bisa diolah menjadi alat musik dengan karakter yang beragam.
Baca Juga: 15 Alat Musik Tradisional Indonesia dan Asal Daerahnya
Jelajahi Budaya Jawa Bersama SatuSatu

Sudah mengenal alat musik tradisional Jawa Barat? Kamu juga bisa lanjut menjelajahi berbagai destinasi budaya di Pulau Jawa bersama SatuSatu.com
Candi Prambanan cocok untuk kamu yang ingin melihat salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia.
Borobudur & Prambanan Temple Tur Sehari bisa jadi pilihan kalau kamu ingin mengunjungi dua candi dalam satu perjalanan.
Pertanyaan tentang Alat Musik Tradisional Jawa Barat
Apa saja alat musik tradisional Jawa Barat yang paling terkenal?
Angklung, kecapi, suling, calung, dan karinding termasuk alat musik khas Sunda yang banyak dikenal.
Alat musik tradisional Jawa Barat mana yang terbuat dari bambu?
Angklung, calung, suling, dan arumba terbuat dari bambu. Karinding juga bisa dibuat dari bambu atau pelepah pohon aren.
Apa perbedaan rebab dan tarawangsa?
Keduanya dimainkan dengan cara digesek. Rebab memiliki bagian dasar berbentuk menyerupai hati, sedangkan tarawangsa berbentuk persegi panjang.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B
Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.