Lompat ke konten
Home » 12 Alat Musik Tradisional Papua dan Keunikannya

12 Alat Musik Tradisional Papua dan Keunikannya

Alat musik tradisional Papua sangat beragam. Hal ini tidak lepas dari banyaknya suku dengan tradisi dan budaya yang berbeda.

Cara memainkannya juga beragam. Ada yang dipukul, ditiup, dipetik, hingga digoyangkan.

Berikut 12 alat musik tradisional Papua yang menarik untuk diketahui. Setiap alat punya bentuk, bunyi, dan fungsi yang khas.

1. Tifa

📍 Daerah asal: Papua, termasuk wilayah Sentani dan Jayapura
🎶 Cara memainkan: Dipukul

Tifa menjadi salah satu alat musik tradisional Papua yang paling dikenal. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul pada bagian kulitnya.

Badan tifa dibuat dari kayu yang bagian dalamnya dilubangi. Bagian atasnya kemudian ditutup menggunakan kulit hewan sebagai membran.

Tifa Papua biasanya memiliki bentuk yang lebih panjang dan dilengkapi pegangan. Bagian badannya juga sering dihiasi ukiran khas Papua.

Keunikan tifa:

  • Menghasilkan bunyi pukulan yang khas.
  • Memiliki ukiran dengan motif budaya Papua.
  • Sering digunakan untuk mengiringi tarian adat.
  • Bisa dimainkan dalam acara penyambutan dan pertunjukan budaya.

2. Pikon

📍 Daerah asal: Suku Dani, Lembah Baliem
🎶 Cara memainkan: Ditarik pada bagian talinya

Pikon merupakan alat musik tradisional dari masyarakat Dani. Bentuknya kecil dan biasanya dibuat dari bambu beruas.

Pada bagian tengah pikon terdapat tali yang terhubung dengan bagian penggetar. Saat ditarik, bagian tersebut menghasilkan getaran dan bunyi khas.

Pikon biasanya dimainkan saat bersantai di honai. Suaranya terdengar sederhana, tetapi punya karakter yang unik.

Keunikan pikon:

  • Berukuran kecil dan mudah dibawa.
  • Terbuat dari bambu.
  • Bunyi dihasilkan dari getaran.
  • Berkaitan dengan tradisi masyarakat Dani.

3. Triton

📍 Daerah asal: Biak, Yapen, Waropen, Wondama, dan Nabire
🎶 Cara memainkan: Ditiup

Triton dibuat dari cangkang kerang besar yang dikenal sebagai bia. Alat ini dimainkan dengan cara ditiup pada bagian tertentu.

Bunyinya cukup keras dan dapat terdengar dari jarak tertentu. Karena itu, triton dahulu juga digunakan sebagai tanda untuk memanggil warga.

Dalam kegiatan adat, triton dapat menjadi bagian dari pembuka acara. Bentuknya yang berasal dari cangkang laut membuat alat musik ini semakin khas.

Keunikan triton:

  • Terbuat dari cangkang kerang.
  • Memiliki suara yang cukup nyaring.
  • Dahulu digunakan sebagai alat komunikasi.
  • Berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir Papua.

4. Fuu

📍 Daerah asal: Suku Asmat, Merauke
🎶 Cara memainkan: Ditiup

Fuu merupakan alat musik tiup yang dibuat dari kayu atau bambu. Alat ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti fuhari atau korno.

Fuu sering digunakan untuk mengiringi tarian adat Asmat. Permainannya dapat dipadukan dengan tifa agar menghasilkan irama yang lebih lengkap.

Pada masa lalu, fuu juga memiliki fungsi sebagai alat komunikasi. Jadi, bunyinya tidak hanya digunakan untuk keperluan musik.

Keunikan fuu:

  • Terbuat dari bahan alami.
  • Digunakan dalam pertunjukan adat.
  • Dapat dimainkan bersama tifa.
  • Pernah digunakan sebagai alat komunikasi.

5. Yi

📍 Daerah asal: Papua Barat
🎶 Cara memainkan: Ditiup

Yi merupakan alat musik tiup yang sekilas menyerupai suling. Bentuknya lebih tebal dengan bagian lubang udara yang cukup besar.

Alat musik ini dapat dibuat dari kayu atau bambu. Warnanya umumnya terlihat gelap dan memiliki bentuk yang sederhana.

Yi digunakan untuk mengiringi berbagai tarian adat. Pada masa lalu, alat ini juga dapat digunakan untuk memanggil warga berkumpul.

Keunikan yi:

  • Bentuknya menyerupai suling.
  • Memiliki ukuran yang lebih tebal.
  • Terbuat dari kayu atau bambu.
  • Berkaitan dengan kegiatan adat dan komunikasi.

6. Guoto

📍 Daerah asal: Papua Barat
🎶 Cara memainkan: Dipetik

Guoto termasuk alat musik tradisional Papua yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat ini dibuat dari bahan seperti kayu dan kulit.

Bagian senarnya dipasang pada badan alat. Saat dipetik, senar menghasilkan bunyi yang menjadi ciri khas guoto.

Guoto menarik karena termasuk alat musik petik di tengah banyaknya alat musik Papua yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditiup.

Keunikan guoto:

  • Dimainkan dengan cara dipetik.
  • Menggunakan senar.
  • Memiliki badan dari bahan alami.
  • Menjadi salah satu alat musik petik khas Papua.

7. Korambi

📍 Daerah asal: Suku Tehit, Kabupaten Sorong
🎶 Cara memainkan: Dipetik

Korambi dibuat dari bambu dan memiliki bagian senar yang menghasilkan bunyi saat dipetik. Bentuknya sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Alat musik ini digunakan untuk mengiringi tarian adat. Korambi juga dapat dimainkan bersama alat musik lain seperti fuu dan tifa.

Perpaduan tersebut menghasilkan kombinasi suara petikan, tiupan, dan pukulan. Inilah yang membuat pertunjukan musiknya terdengar lebih beragam.

Keunikan korambi:

  • Terbuat dari bambu.
  • Menggunakan senar.
  • Dimainkan dengan cara dipetik.
  • Dapat dimainkan bersama fuu dan tifa.

8. Amyen

📍 Daerah asal: Suku Web, Kabupaten Keerom
🎶 Cara memainkan: Ditiup

Amyen merupakan alat musik tiup yang bentuknya menyerupai terompet. Alat ini dibuat dari kayu putih dan digunakan oleh masyarakat Suku Web.

Amyen biasanya digunakan untuk mengiringi tarian daerah. Pada masa lalu, alat ini juga memiliki fungsi sebagai sarana komunikasi.

Bahan kayu putih membuat amyen memiliki ciri yang berbeda dari alat musik tiup lain yang banyak menggunakan bambu.

Keunikan amyen:

  • Bentuknya menyerupai terompet.
  • Terbuat dari kayu putih.
  • Digunakan untuk mengiringi tarian.
  • Pernah digunakan sebagai alat komunikasi.

9. Butshake

📍 Daerah asal: Suku Matu, Kabupaten Merauke
🎶 Cara memainkan: Digoyangkan

Butshake memiliki cara memainkan yang cukup unik. Alat ini dibuat dari bambu dan buah kenari.

Saat digoyangkan, buah kenari akan saling beradu. Benturan tersebut menghasilkan bunyi yang ritmis dan terdengar seperti marakas.

Keunikan butshake:

  • Dimainkan dengan cara digoyangkan.
  • Menggunakan bambu dan buah kenari.
  • Menghasilkan bunyi dari benturan buah.
  • Memanfaatkan bahan alami dari lingkungan sekitar.

10. Eme

📍 Daerah asal: Suku Kamoro
🎶 Cara memainkan: Dipukul

Eme merupakan alat musik pukul dari masyarakat Kamoro. Bentuknya mirip dengan atowo, tetapi memiliki pegangan pada salah satu sisinya.

Bagian badan eme dilapisi kulit hewan. Alat musik ini digunakan untuk hiburan dan berbagai kegiatan adat.

Eme juga dapat mengiringi nyanyian dan penyampaian petuah. Fungsinya pun tidak hanya sebagai penghasil irama.

Keunikan eme:

  • Memiliki pegangan pada bagian badan.
  • Dimainkan dengan cara dipukul.
  • Digunakan dalam kegiatan adat.
  • Dapat mengiringi nyanyian dan petuah.

11. Atowo

📍 Daerah asal: Papua
🎶 Cara memainkan: Ditabuh

Atowo merupakan alat musik pukul berbentuk tabung. Ukurannya tidak terlalu besar dan bagian luarnya dapat dihiasi dengan ukiran.

Alat ini dimainkan dengan teknik pukulan tertentu. Irama yang dihasilkan kemudian digunakan dalam kegiatan musik dan budaya.

Saat ini, atowo termasuk alat musik yang cukup sulit ditemukan. Karena itu, keberadaannya menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Papua.

Keunikan atowo:

  • Berbentuk tabung kayu.
  • Ukurannya relatif kecil.
  • Bagian luar dapat dihiasi ukiran.
  • Termasuk alat musik tradisional yang mulai jarang ditemukan.

12. Suling Tambur

📍 Daerah asal: Raja Ampat
🎶 Cara memainkan: Ditiup dan dipukul secara berkelompok

Suling tambur merupakan bentuk pertunjukan musik yang memadukan suling dan tifa. Keduanya dimainkan secara berkelompok dalam satu pertunjukan.

Beberapa pemain bertugas meniup suling. Pemain lainnya memainkan tifa untuk membentuk irama.

Perpaduan bunyi suling dan tabuhan tifa membuat pertunjukannya terdengar khas. Suling tambur juga menjadi bagian dari kesenian masyarakat Raja Ampat.

Keunikan suling tambur:

  • Menggabungkan suling dan tifa.
  • Dimainkan secara berkelompok.
  • Memadukan melodi tiupan dan irama pukulan.
  • Berkaitan dengan tradisi budaya Raja Ampat.

Baca Juga: 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah dan Ciri Khasnya

Jelajahi Bawah Laut Bersama SatuSatu

Alat Musik Tradisional Papua

Raja Ampat masuk daftar destinasi impian? Kamu bisa mulai berlatih snorkeling sebelum menjelajah perairan Papua bersama SatuSatu.com 

Petualangan Snorkeling 3 Titik di Nusa Penida cocok untuk kamu yang ingin mencoba tiga titik snorkeling. Ada juga Safari Snorkeling 4 Titik di Nusa Penida untuk pengalaman dengan lebih banyak titik.

Baca Juga: 10 Alat Musik Tradisional Aceh dan Ciri Khasnya

Pertanyaan tentang Alat Musik Tradisional Papua

Apa alat musik tradisional Papua yang paling terkenal?
Tifa menjadi salah satu alat musik tradisional Papua yang paling dikenal. Ada juga pikon, triton, dan fuu.

Apa saja alat musik tradisional Papua yang ditiup?
Triton, fuu, yi, amyen, serta suling dalam ansambel suling tambur dimainkan dengan cara ditiup.

Apa bedanya tifa Papua dan tifa Maluku?
Tifa Papua umumnya lebih panjang dan bisa dilengkapi pegangan, sedangkan tifa Maluku memiliki bentuk yang berbeda sesuai tradisi daerahnya.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.