Alat musik tradisional Riau banyak dipengaruhi budaya Melayu dan Islam. Pengaruh tersebut terlihat dari penggunaan gambus, rebana, dan gendang dalam berbagai pertunjukan.
Alat musik ini juga sering hadir dalam tari zapin dan acara adat. Berikut 10 alat musik tradisional Riau beserta cara memainkan dan ciri khasnya.
1. Gambus
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Dipetik
Gambus merupakan alat musik petik yang lekat dengan budaya Melayu. Bentuknya sekilas mirip gitar dengan badan membulat dan leher yang cukup panjang.
Alat musik ini dimainkan menggunakan jari atau plektrum. Pengaruh budaya Arab juga cukup kuat dalam perkembangan gambus di Riau.
Ciri khas gambus:
- Dimainkan dengan cara dipetik.
- Memiliki badan yang membulat.
- Berkaitan erat dengan musik Melayu.
- Sering digunakan dalam musik zapin.
- Biasanya dimainkan bersama gendang dan rebana.
Dalam pertunjukan zapin, gambus biasanya membawakan melodi lagu. Sementara itu, gendang dan rebana membantu menjaga irama.
Baca Juga: 10 Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara dan Ciri Khasnya
2. Rebana Ubi
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Dipukul berkelompok
Rebana ubi merupakan alat musik berbentuk seperti rebana dengan ukuran yang lebih besar. Alat ini dibuat dari kayu dan kulit hewan yang direntangkan.
Rebana ubi biasanya dimainkan secara berkelompok. Bunyi yang dihasilkan terdengar kuat dan dinamis.
Ciri khas rebana ubi:
- Ukurannya lebih besar daripada rebana biasa.
- Terbuat dari kayu dan kulit hewan.
- Dimainkan dengan cara dipukul.
- Cocok dimainkan secara berkelompok.
- Hadir dalam acara adat dan perayaan.
Rebana ubi dapat digunakan dalam pernikahan, kegiatan keagamaan, hingga festival budaya. Alat ini juga bisa mengiringi tari dan syair tradisional.
3. Gendang
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Dipukul dengan tangan atau stik
Gendang merupakan salah satu alat musik yang penting dalam musik Melayu Riau. Bentuknya menyerupai tabung dengan bagian ujung yang dilapisi kulit.
Jenis gendang yang dikenal di Riau antara lain gendang panjang dan gendang Melayu. Beberapa jenis memiliki dua sisi dengan karakter suara yang berbeda.
Ciri khas gendang:
- Berbentuk tabung.
- Menggunakan kulit sebagai sumber bunyi.
- Bisa dimainkan dengan tangan atau stik.
- Berfungsi mengatur ritme dan tempo.
- Sering hadir dalam pertunjukan tari dan upacara adat.
Gendang membantu menjaga irama dalam sebuah pertunjukan. Karena itu, alat ini sering dimainkan bersama alat musik tradisional lainnya.
4. Marwas
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Dipukul dengan telapak tangan
Marwas merupakan alat musik berukuran kecil yang bentuknya menyerupai gendang atau rebana. Bagian membrannya biasanya menggunakan kulit hewan.
Bunyinya cenderung ritmis dan kuat. Marwas sering dimainkan untuk mengiringi musik gambus dan tari zapin.
Ciri khas marwas:
- Ukurannya relatif kecil.
- Dimainkan menggunakan telapak tangan.
- Menggunakan kulit sebagai sumber bunyi.
- Sering dimainkan bersama gambus.
- Berkaitan dengan musik zapin Melayu.
Marwas juga menjadi salah satu alat musik yang menunjukkan pengaruh budaya Arab dalam musik Melayu.
5. Kompang
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Dipukul dengan tangan
Kompang merupakan alat musik berbentuk bundar dengan bingkai kayu. Bagian permukaannya menggunakan kulit sebagai sumber bunyi.
Kompang biasanya dimainkan secara berkelompok. Irama yang dihasilkan terdengar cepat dan bersemangat.
Ciri khas kompang:
- Bentuknya bundar.
- Menggunakan bingkai kayu.
- Dimainkan dengan tangan.
- Sering dimainkan secara berkelompok.
- Banyak digunakan dalam acara masyarakat.
Kompang sering terdengar dalam acara pernikahan dan khitanan. Alat ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan Islam.
6. Rebab
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Digesek
Rebab merupakan alat musik gesek yang dikenal dalam musik Melayu. Bentuknya menyerupai biola, tetapi desainnya lebih sederhana.
Alat ini memiliki dua atau tiga dawai. Bagian resonatornya biasanya menggunakan kulit binatang.
Ciri khas rebab:
- Dimainkan dengan cara digesek.
- Memiliki dua atau tiga dawai.
- Bentuknya menyerupai alat musik gesek.
- Menghasilkan suara yang lembut.
- Dapat digunakan dalam pertunjukan tari dan adat Melayu.
Suara rebab cenderung lembut dan melankolis. Karakternya cocok untuk memberikan nuansa emosional dalam sebuah pertunjukan.
7. Nafiri
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Ditiup
Nafiri merupakan alat musik tiup yang memiliki bentuk menyerupai terompet. Alat ini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan musik.
Dalam tradisi Melayu, nafiri juga pernah digunakan sebagai alat komunikasi. Pada masa kerajaan Melayu, alat ini termasuk bagian dari perangkat nobat.
Ciri khas nafiri:
- Dimainkan dengan cara ditiup.
- Bentuknya menyerupai terompet.
- Memiliki fungsi dalam tradisi Melayu.
- Berkaitan dengan perangkat nobat.
- Melambangkan kehormatan dalam tradisi kerajaan.
Nafiri juga dapat ditemukan dalam pertunjukan tradisional seperti makyong. Keberadaannya memperlihatkan kuatnya tradisi Melayu di Riau.
8. Calempong
📍 Daerah asal: Kampar, Riau
🎶 Cara memainkan: Dipukul
Calempong merupakan alat musik pukul yang dikenal dalam kesenian masyarakat Kampar. Salah satu bentuk pertunjukannya dikenal sebagai calempong oguong.
Pertunjukan tersebut melibatkan beberapa pemain dengan peran masing-masing. Musiknya biasanya dimainkan di ruang terbuka dan dapat dinikmati berbagai kelompok usia.
Ciri khas calempong:
- Berasal dari daerah Kampar.
- Dimainkan dengan cara dipukul.
- Menjadi bagian dari pertunjukan calempong oguong.
- Dimainkan secara berkelompok.
- Berkaitan dengan kesenian tradisional masyarakat setempat.
Calempong juga dikenal sebagai salah satu instrumen melodi. Perkembangannya berkaitan dengan kesenian musik tradisional di daerah Kampar.
9. Gong
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Dipukul
Gong merupakan alat musik berbentuk bundar dengan tonjolan di bagian tengah. Bahannya dapat berupa perunggu atau besi.
Alat musik ini menghasilkan bunyi yang dalam dan bergema. Gong biasanya dimainkan bersama gendang dan alat musik tradisional lainnya.
Ciri khas gong:
- Bentuknya bundar.
- Memiliki tonjolan di bagian tengah.
- Dimainkan dengan cara dipukul.
- Menghasilkan suara yang bergema.
- Berfungsi membantu mengatur irama ansambel.
Gong sering digunakan untuk mengiringi tari dan kegiatan adat. Suaranya juga dapat menjadi penanda bagian tertentu dalam sebuah pertunjukan.
10. Akordeon
📍 Daerah asal: Riau
🎶 Cara memainkan: Ditekan dan ditarik
Akordeon dikenal dalam perkembangan musik Melayu Riau. Cara memainkannya dengan menekan tuts sambil menarik dan mendorong bagian badan alat.
Gerakan tersebut membuat udara mengalir melalui bagian penghasil suara. Hasilnya berupa bunyi yang khas dan cukup dinamis.
Ciri khas akordeon:
- Dimainkan dengan cara ditekan dan ditarik.
- Memiliki tuts untuk menghasilkan nada.
- Berkaitan dengan musik Melayu.
- Dapat mengiringi joget dan zapin.
- Memberikan warna berbeda dalam pertunjukan musik Melayu.
Akordeon memang bukan alat musik yang berasal dari tradisi Melayu awal. Namun, alat ini sudah cukup lama digunakan dan menjadi bagian dari perkembangan musik Melayu Riau.
Baca Juga: 10 Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan dan Ciri Khasnya
Jelajahi Budaya Nusantara Bersama SatuSatu

Setelah mengenal alat musik tradisional Riau, kamu bisa lanjut menjelajahi kekayaan budaya daerah lainnya bersama SatuSatu.com
Borobudur & Prambanan Temple Tur Sehari cocok untuk kamu yang ingin mengunjungi dua candi ikonik dalam satu hari.
Kalau ingin wisata sejarah di tengah kota, kamu bisa memilih Taman Sari Kraton Yogyakarta Tiket Masuk.
Pertanyaan tentang Alat Musik Tradisional Riau
Apa alat musik tradisional Riau yang paling terkenal?
Gambus, kompang, gendang, dan calempong termasuk alat musik yang dikenal di Riau. Gambus lekat dengan musik Melayu Riau.
Alat musik tradisional Riau apa yang mengiringi tari zapin?
Gambus, gendang, rebana, dan marwas dapat mengiringi tari zapin. Gambus biasanya memainkan melodi, sedangkan alat perkusi menjaga irama.
Alat musik tradisional Riau apa yang digunakan dalam pernikahan?
Kompang dan rebana ubi dapat digunakan dalam acara pernikahan dan biasanya dimainkan secara berkelompok.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B
Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.