Colokan Thailand memakai tegangan 220 V dengan frekuensi 50 Hz. Stop kontaknya menerima beberapa tipe colokan sekaligus, yaitu A, B, C, F, dan O.
Kabar baiknya, colokan Indonesia tipe C dan F umumnya bisa langsung dipakai di sana. Namun, kamu tetap perlu cek bentuk charger dan label tegangannya sebelum berangkat.
Tipe Colokan Thailand dan Bentuknya

Stop kontak di Thailand tidak seragam. Banyak soket di sana berjenis serbaguna, jadi satu lubang bisa menerima beberapa bentuk colokan. Berikut tipe yang biasa kamu temui:
- Tipe A: dua pin pipih sejajar, mirip colokan di Amerika.
- Tipe B: dua pin pipih ditambah satu pin bulat untuk ground.
- Tipe C: dua pin bulat. Tipe ini sering disebut paling umum di sana.
- Tipe F: dua pin bulat dengan klip ground di sisinya.
- Tipe O: tiga pin bulat berbentuk segitiga, standar khas Thailand.
Tipe O memang khas Thailand. Meski begitu, soketnya dirancang untuk menerima colokan A, B, dan C juga. Jadi kamu jarang bermasalah dengan bentuk colokan di hotel atau penginapan.
Baca Juga: Colokan Listrik di Thailand Tipe Apa? Ini Panduan untuk Wisatawan Indonesia
Tegangan Listrik Thailand dan Perbedaannya dengan Indonesia
Tegangan listrik Thailand adalah 220 V dengan frekuensi 50 Hz. Indonesia memakai standar yang sama, jadi perangkat dari rumah aman dipakai tanpa konverter tegangan.
Konverter baru perlu kalau perangkatmu khusus 110 V. Contohnya barang elektronik yang dibeli dari Amerika.
Cara cek paling gampang adalah membaca label di charger. Kalau tertulis “INPUT: 100–240V”, perangkatmu aman di Thailand.
Biasanya charger HP, laptop, dan kamera sudah begitu. Namun, catokan atau hair dryer lama sebaiknya kamu cek dulu.
Adaptor Colokan Thailand: Kapan Perlu dan Beli yang Mana
Adaptor dan konverter itu dua hal berbeda. Adaptor hanya mengubah bentuk colokan. Konverter mengubah tegangan listrik.
Kalau charger-mu berpin bulat dua (tipe C), biasanya kamu langsung bisa memakainya. Adaptor jadi perlu kalau colokanmu berbentuk lain.
Misalnya, perangkat yang dibeli di luar negeri dengan colokan tipe G (Inggris) atau tipe I (Australia).
Untuk adaptor colokan Thailand, pilih model universal yang mendukung tipe A, B, dan C. Pastikan juga adaptornya menyebut dukungan tegangan 220–240 V. Model dengan port USB berguna karena bisa mengisi beberapa perangkat sekaligus.
Kalau adaptormu tertinggal, biasanya kamu bisa membelinya di toko elektronik atau pusat perbelanjaan. Tapi lebih tenang kalau sudah masuk koper sebelum berangkat.
Tips Mengisi Daya Selama di Thailand
Jumlah stop kontak di kamar penginapan sering terbatas. Makanya, bawa kabel terminal kecil. Dengan satu adaptor yang terpasang di terminal, semua gadget bisa mengisi daya bersamaan.
Simpan adaptor di tas kabin, bukan di koper. Dengan begitu, kamu bisa langsung mengisi baterai begitu tiba di bandara atau penginapan.
Selain itu, bawa power bank untuk hari-hari yang padat di luar. Aturan maskapai umumnya mewajibkan power bank masuk kabin, bukan bagasi terdaftar. Cek kapasitas maksimal yang diizinkan maskapaimu sebelum terbang.
Baca Juga: Mengenal Bangkok, Ibu Kota Thailand yang Penuh Pesona
Jelajahi Bangkok Bersama SatuSatu
Charger dan adaptor sudah aman? Tinggal isi jadwal liburanmu di Bangkok lewat SatuSatu.com
Kalau mau menikmati Sungai Chao Phraya dari atas air, coba Kapal Pesiar Chao Phraya Princess di Bangkok. Cocok buat kamu yang ingin santai sambil melihat sisi kota dari sungai. Pastikan baterai kamera penuh sebelum naik.
Untuk keliling kota tanpa ribet, ada Tur Bus Hop-On Hop-Off Bangkok oleh Elephant Bus Tours. Kamu bisa turun di titik yang menarik lalu naik lagi. Seharian di luar bikin baterai HP cepat habis, jadi power bank wajib masuk tas.
Pertanyaan Terkait Colokan Thailand
Apakah colokan Thailand sama dengan colokan Indonesia?
Hampir sama. Indonesia dan Thailand sama-sama umum memakai colokan tipe C dengan tegangan 220 V, 50 Hz. Thailand juga punya tipe A, B, F, dan O, tapi charger HP berpin bulat dua dari Indonesia biasanya langsung pas.
Perlu bawa konverter listrik ke Thailand?
Tidak perlu kalau perangkatmu dari Indonesia. Tegangannya sama-sama 220 V, jadi konverter hanya dibutuhkan untuk perangkat khusus 110 V. Cek label charger untuk memastikan.
Bawa adaptor colokan apa ke Thailand?
Bawa adaptor universal yang mendukung tipe A, B, dan C. Pastikan juga adaptornya cocok untuk tegangan 220–240 V. Model dengan port USB lebih praktis untuk mengisi beberapa gadget sekaligus.