Lompat ke konten
Home » Desa Penglipuran Bali: Harga Tiket, Daya Tarik, dan Aktivitas Menarik

Desa Penglipuran Bali: Harga Tiket, Daya Tarik, dan Aktivitas Menarik

Desa Penglipuran Bali merupakan salah satu desa wisata paling terkenal di Pulau Dewata yang dikenal karena kebersihannya, tata ruang tradisional yang masih terjaga, serta suasana budaya Bali yang autentik. 

Berlokasi di Kabupaten Bangli, desa ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan masyarakat Bali di luar kawasan pantai dan pusat wisata modern.

Tidak hanya menawarkan pemandangan yang rapi dan asri, Desa Penglipuran juga memperlihatkan bagaimana tradisi, arsitektur, dan nilai-nilai budaya Bali tetap dijaga oleh masyarakat setempat. 

Berkat keunikannya, desa ini kerap masuk dalam daftar desa wisata terbaik di Indonesia dan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat menjelajahi Bali.

Lokasi dan Akses ke Desa Penglipuran Bali

Desa Penglipuran terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Lokasinya berada sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan tergantung kondisi lalu lintas. 

Karena berada di kawasan dataran tinggi Bangli, udara di Desa Penglipuran terasa lebih sejuk dibanding wilayah pesisir Bali. Akses menuju desa juga cukup mudah karena jalannya sudah beraspal baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Banyak wisatawan menggabungkan kunjungan ke Desa Penglipuran dengan destinasi lain di Bangli dan Kintamani karena lokasinya yang berada dalam jalur wisata Bali bagian tengah hingga timur.

Baca Juga: https://satusatu.com/inspiration/id/pantai-medewi-bali/

Harga Tiket dan Jam Buka Desa Penglipuran Bali

Sebelum berkunjung, penting untuk mengetahui informasi mengenai tiket masuk dan jam operasional Desa Penglipuran.

Berdasarkan informasi pengelola desa wisata, tiket masuk untuk wisatawan domestik dewasa umumnya sekitar Rp25.000 per orang, sedangkan anak-anak dikenakan tarif yang lebih rendah. 

Sementara itu, wisatawan mancanegara memiliki tarif yang berbeda sesuai ketentuan yang berlaku. Harga dapat berubah sewaktu-waktu sehingga disarankan untuk mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung.

Desa wisata ini biasanya dibuka setiap hari mulai pagi hingga sore hari. Namun, karena Desa Penglipuran merupakan kawasan permukiman yang masih aktif dihuni warga, suasana desa tetap dapat dinikmati sepanjang hari dengan tetap menghormati aktivitas masyarakat setempat.

Baca Juga: https://satusatu.com/inspiration/id/pantai-candidasa-bali/

Daya Tarik Desa Penglipuran Bali

Ada banyak alasan mengapa Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Bali.

  1. Tata Ruang Desa yang Unik

Salah satu daya tarik utama Desa Penglipuran adalah tata ruangnya yang teratur dan konsisten. Jalan utama desa membentang lurus dengan deretan rumah tradisional Bali yang memiliki bentuk seragam di kedua sisinya.

Konsep ini mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang mengutamakan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Tata ruang desa yang tertata rapi juga menjadi alasan mengapa banyak wisatawan tertarik untuk berjalan kaki menyusuri setiap sudut kawasan. 

  1. Kebersihan yang Terjaga

Desa Penglipuran dikenal luas sebagai salah satu desa terbersih di Indonesia. Masyarakat setempat memiliki aturan adat yang mendukung kebersihan lingkungan sehingga kawasan desa tetap terlihat rapi dan nyaman untuk dikunjungi.

Kondisi lingkungan yang bersih ini menjadi salah satu faktor yang membuat Desa Penglipuran sering mendapatkan penghargaan dan perhatian dari wisatawan domestik maupun internasional. 

  1. Rumah Tradisional Bali

Rumah-rumah di Desa Penglipuran masih mempertahankan arsitektur tradisional Bali. Beberapa rumah bahkan terbuka bagi wisatawan yang ingin melihat langsung tata ruang dan kehidupan masyarakat setempat.

Melalui kunjungan ini, wisatawan dapat memahami lebih dekat bagaimana budaya Bali diwariskan dari generasi ke generasi.

  1. Hutan Bambu Penglipuran yang Menjadi Ikon Desa

Selain kawasan permukiman tradisional, Desa Penglipuran juga memiliki hutan bambu yang menjadi salah satu ikon wisata desa ini.

Hutan bambu tersebut berada di bagian utara desa dan memiliki luas puluhan hektare. Kawasan ini berfungsi sebagai area konservasi sekaligus ruang hijau yang membantu menjaga keseimbangan lingkungan desa. 

Suasana di dalam hutan bambu terasa tenang dengan udara yang sejuk. Banyak wisatawan memilih berjalan santai sambil menikmati pemandangan pepohonan bambu yang menjulang tinggi.

Karena tampilannya yang unik, area ini juga sering menjadi lokasi favorit untuk fotografi.

Baca Juga: https://satusatu.com/inspiration/id/pantai-keramas-bali/

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Desa Penglipuran Bali

Kunjungan ke Desa Penglipuran tidak hanya sebatas melihat deretan rumah tradisional. Ada berbagai aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan selama berada di desa ini.

  1. Menyusuri Jalan Utama Desa

Aktivitas paling populer adalah berjalan kaki menyusuri jalan utama desa. Dari sini, wisatawan dapat menikmati suasana tradisional yang masih sangat terjaga.

  1. Mengunjungi Rumah Tradisional

Beberapa rumah penduduk membuka area tertentu untuk dikunjungi wisatawan. Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk melihat langsung kehidupan masyarakat Bali sehari-hari.

  1. Menjelajahi Hutan Bambu

Hutan bambu menjadi tempat yang cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang lebih tenang setelah menjelajahi area permukiman.

  1. Berburu Foto

Dengan tata ruang yang unik dan lingkungan yang bersih, hampir setiap sudut Desa Penglipuran dapat menjadi latar foto yang menarik. Banyak wisatawan datang khusus untuk mengabadikan keindahan arsitektur dan suasana desa.

  1. Mencicipi Kuliner Lokal

Di sekitar kawasan desa, pengunjung dapat menemukan berbagai makanan dan minuman khas Bali yang dijual oleh warga setempat. Aktivitas ini menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenal budaya lokal lebih dekat.

Baca Juga: https://satusatu.com/inspiration/id/pura-terkenal-di-bali/

Tips Berkunjung ke Desa Penglipuran Bali

Desa Penglipuran Bali

Agar kunjungan semakin nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Datanglah pada pagi atau menjelang sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas dan jumlah pengunjung biasanya lebih sedikit.

Karena Desa Penglipuran merupakan kawasan yang masih dihuni masyarakat, wisatawan sebaiknya menjaga sopan santun selama berkunjung dan menghormati aturan yang berlaku.

Gunakan alas kaki yang nyaman karena sebagian besar aktivitas dilakukan dengan berjalan kaki. Selain itu, jangan lupa membawa air minum dan kamera untuk mengabadikan berbagai sudut menarik di desa.

Jika ingin mendapatkan pengalaman budaya yang lebih lengkap, cobalah datang saat berlangsungnya acara atau festival desa yang sesekali diselenggarakan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: https://satusatu.com/inspiration/id/desa-pemuteran-bali/

Jelajahi Bali Bersama SatuSatu

Mengunjungi Desa Penglipuran Bali memberikan kesempatan untuk melihat sisi budaya dan kehidupan tradisional masyarakat Bali yang masih terjaga hingga saat ini.

SatuSatu adalah platform travel Bali yang menyediakan transportasi, aktivitas wisata, dan pengalaman budaya dalam satu tempat yang bisa langsung dipesan melalui SatuSatu.com dengan berbagai metode pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, kartu kredit, dan lainnya.

Jika tertarik mengeksplorasi budaya Bali lebih jauh, Pengalaman Kecak Fire Dance di Uluwatu menawarkan pertunjukan tradisional yang memadukan seni tari, musik, dan panorama matahari terbenam yang ikonik.

Untuk melengkapi wisata alam dan budaya, Rice Terrace Trekking Jatiluwih juga menjadi pilihan menarik karena menghadirkan pemandangan sawah bertingkat yang telah diakui sebagai bagian dari Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Pertanyaan Seputar Desa Penglipuran Bali

Berapa harga tiket masuk Desa Penglipuran Bali?

Tiket masuk wisatawan domestik dewasa umumnya sekitar Rp25.000 per orang. Tarif dapat berubah sesuai kebijakan pengelola desa wisata. 

Apa yang membuat Desa Penglipuran terkenal?

Desa Penglipuran terkenal karena kebersihannya, tata ruang tradisional yang masih terjaga, rumah adat Bali yang seragam, serta hutan bambu yang menjadi ikon desa.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjelajahi Desa Penglipuran?

Sebagian besar wisatawan menghabiskan sekitar 1 hingga 3 jam untuk berjalan menyusuri desa, mengunjungi hutan bambu, berfoto, dan menikmati suasana budaya setempat.