Lompat ke konten
Home » Mengenal Vientiane, Ibu Kota Laos dengan Ikon Pha That Luang

Mengenal Vientiane, Ibu Kota Laos dengan Ikon Pha That Luang

Vientiane adalah ibu kota Laos sekaligus kota terbesar di negara ini. Penduduknya sekitar 840 ribu jiwa.

Kota ini berada di tepi Sungai Mekong dan berseberangan langsung dengan Nong Khai, Thailand.

Ikon paling terkenalnya adalah Pha That Luang. Stupa emas setinggi sekitar 45 meter ini juga menjadi salah satu lambang Laos.

Vientiane punya suasana yang cukup santai. Kota ini cocok buat kamu yang ingin menikmati liburan tanpa suasana yang terlalu ramai.

1-student-and-1-instructor, flamingo-beach-club-day-pass, alas-harum-rides-attraction-packages, flying-fox-only-exclude-admission, mount-batur-4×4-jeep-explore-by-your-bali-trekking-tour, batur-natural-hot-spring-ticket-in-bali, legong-dance-show-tickets-at-ubud-palace-bali, mount-batur-sunrise-trekking-by-your-bali-trekking-tour, mt-batur-sunrise-jeep-experience-waterfall-tour-by-bali-volcano-jeep, 4wd-jeep-caldera-sunrise-experience-by-bali-volcano-jeep, black-lava-4wd-jeep-adventure-tours-by-bali-volcano-jeep” is_carousel=”true” utm_source=”blog” utm_medium=”in_line_product_cta”]

Sekilas tentang Vientiane, Ibu Kota Laos

Vientiane sudah lama menjadi pusat pemerintahan Laos. Pada 1560, Kerajaan Lan Xang memindahkan ibu kotanya dari Luang Prabang ke Vientiane.

Enam tahun kemudian, Raja Setthathirath membangun stupa besar yang sekarang dikenal sebagai Pha That Luang.

Sejarah Vientiane juga tidak selalu berjalan mulus. Pada 1828, pasukan Siam menyerang dan menghancurkan sebagian besar kota.

Vientiane kemudian bangkit kembali. Kini, kota ini menjadi pusat pemerintahan sekaligus salah satu pusat ekonomi Laos.

Saat berkeliling, kamu bisa menemukan kuil tua, monumen, hingga area tepi Sungai Mekong dalam satu kota.

Baca Juga: Mengenal Beijing, Ibu Kota China dengan Sejarah Panjang

Pha That Luang, Ikon Ibu Kota Laos

Ibu Kota Laos

Sejarah dan Arti Pha That Luang

Menurut legenda, stupa pertama di lokasi Pha That Luang sudah berdiri sejak abad ke-3 SM. Bangunan tersebut dipercaya menyimpan relik Buddha.

Bentuk Pha That Luang yang sekarang berasal dari 1566. Stupa ini kemudian rusak parah setelah serangan Siam pada 1827–1828.

Bangunannya lalu dipugar pada masa pemerintahan Prancis. Kini, Pha That Luang menjadi salah satu bangunan paling ikonik di Laos.

Bagian utama stupa memiliki tinggi sekitar 45 meter. Permukaannya berwarna emas dengan puncak berbentuk seperti kuncup teratai.

Di sekelilingnya terdapat 30 stupa kecil. Jumlah tersebut melambangkan 30 kesempurnaan dalam ajaran Buddha.

Pha That Luang juga punya posisi penting bagi Laos. Gambarnya digunakan pada lambang negara dan uang kip.

Cara Berkunjung ke Pha That Luang

Pha That Luang berada sekitar 4 kilometer dari pusat kota Vientiane. Kamu bisa menggunakan tuk-tuk dari area pusat kota.

Tarif tuk-tuk biasanya sekitar 30.000–60.000 kip. Harganya bisa berbeda karena tergantung hasil tawar-menawar.

Tiket masuk stupa utama sekitar 5.000 kip per orang. Jam buka bisa berubah, jadi sebaiknya cek kembali sebelum datang.

Beberapa informasi mencantumkan kompleks ini buka Selasa sampai Minggu, sekitar pukul 08.00–12.00 dan dilanjutkan pada siang hingga sore hari.

Kalau ingin suasana yang lebih nyaman, datanglah pada pagi hari. Udara biasanya lebih sejuk dan pengunjung belum terlalu ramai.

Jangan lupa mengenakan pakaian yang menutup bahu dan lutut. Aturan ini penting saat mengunjungi tempat ibadah.

Kamu juga bisa melihat Buddha berbaring berwarna keemasan di halaman Wat That Luang Tai. Patung tersebut dapat dilihat tanpa tiket masuk.

Festival Boun That Luang

Setiap November, Pha That Luang menjadi pusat Festival Boun That Luang. Festival ini berlangsung saat bulan purnama pada bulan lunar ke-12.

Acara tersebut termasuk salah satu perayaan terbesar di Laos. Area sekitar stupa biasanya dipenuhi kegiatan, jajanan, dan hiburan.

Pada 2026, hari utama festival diperkirakan jatuh pada 24 November. Namun, tanggal pastinya tetap perlu dikonfirmasi karena mengikuti kalender lunar.

Kalau ingin datang saat festival, sebaiknya pesan hotel lebih awal. Penginapan di sekitar Vientiane bisa lebih cepat penuh pada periode ini.

Tempat Lain di Ibu Kota Laos

Patuxai

Patuxai atau Gerbang Kemenangan merupakan salah satu monumen paling terkenal di Vientiane. Bentuknya sering dibandingkan dengan Arc de Triomphe di Paris.

Monumen ini dibangun untuk mengenang mereka yang berjuang dalam perjuangan kemerdekaan Laos dari Prancis.

Meski bentuk luarnya memiliki pengaruh arsitektur Eropa, bagian dalamnya dihiasi motif khas Laos. Kamu bisa menemukan ornamen teratai, gajah, dan naga.

Taman di sekitar Patuxai bisa dikunjungi secara gratis. Untuk naik ke bagian atas monumen, tarifnya sekitar 10.000–30.000 kip berdasarkan beberapa sumber.

Area taman juga memiliki berbagai fasilitas dan tempat untuk bersantai. Pada malam hari, air mancur di sekitar taman biasanya ikut menyala.

Menurut catatan wisata, terdapat pula gong perdamaian dari Indonesia di area taman. Informasi ini sebaiknya dicek kembali sebelum dipublikasikan.

Wat Si Saket

Wat Si Saket dibangun pada 1818. Kuil ini termasuk salah satu kuil tertua di Vientiane yang masih mempertahankan bentuk aslinya.

Bangunan ini juga selamat dari serangan Siam pada 1828. Salah satu daya tariknya adalah dinding kloster yang menyimpan ribuan patung Buddha berukuran kecil.

Tiket masuknya sekitar 10.000 kip. Lokasinya juga dekat dengan Haw Phra Kaew.

Haw Phra Kaew dulunya merupakan kuil kerajaan. Kini, bangunan tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai koleksi patung Buddha.

Buddha Park atau Xieng Khuan

Buddha Park berada sekitar 25 kilometer dari pusat Vientiane. Tempat ini dibangun oleh Bunleua Sulilat pada 1958.

Di dalamnya terdapat lebih dari 200 patung beton bergaya Buddha dan Hindu. Bentuk patungnya cukup unik dan berbeda dari kuil-kuil tradisional di pusat kota.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah bangunan berbentuk labu raksasa. Pengunjung bisa masuk ke dalamnya melalui bagian mulut patung.

Kalau ingin naik transportasi umum, kamu bisa menggunakan bus nomor 14. Berdasarkan data Februari 2026, ongkosnya sekitar 10.000 kip sekali jalan.

Pastikan bus yang dipilih benar-benar menuju Buddha Park. Beberapa bus hanya berhenti sampai area Jembatan Persahabatan.

Kuliner dan Malam Hari di Vientiane

Saat matahari mulai terbenam, area promenade Sungai Mekong berubah menjadi pasar malam.

Kios-kiosnya menjual berbagai barang. Mulai dari kain, suvenir, hingga kerajinan khas Laos.

Pasar biasanya mulai ramai sekitar pukul 18.00 dan berlangsung hingga sekitar 22.00. Beberapa barang bisa ditawarkan dengan harga khusus turis, jadi jangan ragu untuk menawar.

Untuk makanan, ada beberapa kuliner Laos yang bisa dicoba, seperti:

  • Khao niew, yaitu nasi ketan yang menjadi makanan pokok masyarakat Laos.
  • Tam mak hoong, atau salad pepaya pedas khas Laos.
  • Ikan bakar, yang cocok disantap dengan nasi ketan.
  • Khao poon, sup mi dengan kuah santan.
  • Laap, salad daging cincang dengan bumbu dan rempah segar.

Kalau kamu mencari makanan halal, sebaiknya lebih teliti saat memilih menu. Banyak makanan Laos menggunakan daging babi sebagai salah satu bahannya.

Contohnya adalah sai oua, yaitu sosis khas Laos. Tanyakan bahan makanan kepada penjual sebelum memesan.

Pilihan yang lebih sederhana bisa berupa menu berbahan ikan, sayuran, atau nasi ketan. Namun, tetap pastikan bahan dan cara pengolahannya sesuai kebutuhanmu.

Baca Juga: Mengenal Ankara, Ibu Kota Turki yang Kaya Sejarah

Tips Berkunjung ke Vientiane

Sebelum berangkat ke Vientiane, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Visa: Paspor Indonesia bebas visa untuk kunjungan wisata hingga 30 hari. Tetap cek aturan dan formulir kedatangan terbaru sebelum berangkat.
  2. Waktu terbaik: November sampai Februari cenderung lebih sejuk dan kering. Musim hujan biasanya berlangsung sekitar Mei sampai September.
  3. Transportasi: Tuk-tuk cukup mudah ditemukan. Sepakati tarif terlebih dahulu sebelum naik.
  4. Berkeliling kota: Area pusat Vientiane relatif kecil dan bisa dijelajahi dengan sepeda.
  5. Pakaian: Kenakan pakaian yang menutup bahu dan lutut saat mengunjungi kuil. Lepaskan alas kaki sebelum masuk bangunan tertentu.
  6. Uang tunai: Siapkan uang kip untuk membayar tiket, tuk-tuk, dan jajanan.
  7. Durasi liburan: Dua hari bisa digunakan untuk menjelajahi tempat utama di Vientiane.

Contoh itinerary singkatnya:

Hari pertama

  • Pha That Luang
  • Patuxai
  • Wat Si Saket
  • Menikmati sunset di Sungai Mekong

Hari kedua

  • Buddha Park
  • Berkeliling pusat kota
  • Menikmati kuliner lokal
  • Berkunjung ke pasar malam

Jelajahi Bersama SatuSatu

Kalau setelah membaca artikel ini kamu jadi ingin melanjutkan perjalanan keliling Asia Tenggara, kamu bisa mencari aktivitas wisata melalui SatuSatu.com 

Oceanarium Singapura bisa menjadi pilihan untuk liburan keluarga. Tempat ini menawarkan pengalaman melihat berbagai kehidupan laut dalam akuarium.

Tiket Masuk River Wonders Singapura juga cocok untuk kamu yang suka wisata satwa bertema sungai. Tiket bisa dipesan lebih awal agar itinerary lebih mudah diatur.

Pertanyaan Terkait Ibu Kota Laos

Apa ibu kota Laos?
Ibu kota Laos adalah Vientiane. Kota ini berada di tepi Sungai Mekong dan menjadi kota terbesar di Laos.

Berapa tiket masuk Pha That Luang?
Tiket masuk Pha That Luang sekitar 5.000 kip per orang. Jam kunjungan dapat berubah dan biasanya memiliki jeda pada siang hari.

Apakah orang Indonesia perlu visa ke Laos?
Paspor Indonesia bebas visa untuk kunjungan wisata hingga 30 hari. Tetap cek aturan terbaru sebelum berangkat.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.