Lompat ke konten
Home » Mengenal Hanoi, Ibu Kota Vietnam dengan Pesona Old Quarter

Mengenal Hanoi, Ibu Kota Vietnam dengan Pesona Old Quarter

Hanoi adalah ibu kota Vietnam sekaligus kota terbesar kedua di negara tersebut. Penduduknya mencapai sekitar 8,8 juta jiwa.

Salah satu kawasan yang paling menarik adalah Old Quarter. Kawasan ini dipenuhi jalan sempit, jajanan kaki lima, toko lama, dan kuil kecil.

Hanoi juga punya sejarah lebih dari seribu tahun. Kota ini bermula sebagai Thang Long pada 1010.

Lewat artikel ini, kamu bisa mengenal sejarah Hanoi, Old Quarter, tempat ikonik, kuliner khas, dan tips sebelum berkunjung.

Sekilas tentang Hanoi, Ibu Kota Vietnam

Hanoi sudah lama menjadi pusat pemerintahan Vietnam. Pada 1010, Raja Ly Thai To memindahkan ibu kota ke tepi Sungai Merah.

Kota tersebut kemudian diberi nama Thang Long. Nama ini berarti “naga yang terbang”.

Nama Hanoi baru digunakan pada 1831. Artinya kurang lebih adalah “wilayah di antara sungai”.

Pada 1887–1954, Hanoi menjadi ibu kota Indochina Prancis. Jejak masa tersebut masih terlihat dari bangunan kolonial dan jalan-jalan yang lebar.

Setelah Vietnam bersatu pada 1976, Hanoi kembali menjadi ibu kota Vietnam. Benteng Kerajaan Thang Long juga masuk daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2010.

Baca Juga: Mengenal Ibu Kota Jerman, Berlin dan Tempat Ikoniknya

Old Quarter Hanoi, Kawasan 36 Jalan yang Selalu Ramai

Ibu Kota Vietnam

Old Quarter berada di sebelah utara Danau Hoan Kiem. Kawasan ini cukup mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.

Di sepanjang jalannya, kamu bisa menemukan toko kecil, kafe, rumah lama, hingga penjual makanan. Suasananya terasa padat, tetapi justru menjadi daya tarik tersendiri.

Asal-usul 36 Jalan

Ratusan tahun lalu, para pengrajin dari desa sekitar mulai menetap di kawasan ini. Mereka kemudian membentuk kelompok atau serikat dagang berdasarkan jenis barang yang dijual.

Setiap jalan biasanya menjual barang tertentu. Nama jalannya pun banyak yang menggunakan awalan “Hang” yang berarti dagangan.

Beberapa contohnya adalah:

  • Hang Bac dikenal sebagai kawasan perdagangan perak.
  • Hang Gai dikenal dengan produk sutra.
  • Hang Ma berkaitan dengan penjualan kertas persembahan.

Meski disebut kawasan 36 jalan, jumlah jalan di Old Quarter sekarang sudah lebih banyak. Bahkan, kini terdapat lebih dari 70 jalan.

Sebagian toko masih menjual barang yang sesuai dengan nama jalannya. Kalau ingin suasana yang sedikit lebih tenang, kamu bisa mampir ke Jalan Ma May.

Di sana terdapat rumah kuno yang masih terawat. Tempat ini juga menarik untuk melihat gambaran kehidupan masyarakat Hanoi pada masa lalu.

Pasar Malam Akhir Pekan

Old Quarter semakin ramai pada Jumat sampai Minggu malam. Beberapa jalan seperti Hang Ngang dan Hang Dao ditutup untuk kendaraan.

Ratusan lapak kemudian memenuhi kawasan tersebut. Barang yang dijual mulai dari suvenir dan pakaian sampai berbagai jajanan.

Pasar malam biasanya mulai sekitar pukul 18.00 dan bisa berlangsung hingga pukul 23.00 atau lebih.

Kalau ingin membeli suvenir, jangan langsung menerima harga pertama. Kamu bisa mencoba menawar terlebih dahulu.

Siapkan juga uang tunai. Beberapa penjual biasanya lebih nyaman menerima pembayaran secara langsung.

Train Street

Train Street menjadi salah satu tempat yang cukup unik di Hanoi. Di sini, rel kereta berada sangat dekat dengan rumah dan kafe di sekitarnya.

Kereta bisa melintas hanya beberapa meter dari tempat pengunjung duduk. Karena itu, akses ke kawasan ini beberapa kali berubah sejak 2019.

Sejak 2023, kawasan ini kembali dibuka dengan aturan tertentu. Biasanya, pengunjung masuk melalui kafe yang memiliki izin.

Aturan dan jadwal bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi, tanyakan jadwal kereta kepada pemilik kafe sebelum datang.

Jangan berdiri di atas rel hanya untuk mendapatkan foto. Bagian di Jalan Lê Duẩn biasanya lebih mudah diakses dibandingkan area yang lebih dekat dengan Old Quarter.

Tempat Ikonik di Ibu Kota Vietnam

Danau Hoan Kiem dan Kuil Ngoc Son

Danau Hoan Kiem berada di bagian selatan Old Quarter. Kawasan danaunya gratis dan bisa dikunjungi kapan saja.

Datanglah sekitar pukul 06.00–08.00 kalau ingin melihat aktivitas warga lokal. Banyak warga berolahraga atau senam di sekitar danau pada pagi hari.

Nama Hoan Kiem berkaitan dengan legenda tentang pedang yang dikembalikan kepada kura-kura emas. Karena itu, kawasan ini juga punya nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Hanoi.

Untuk menuju Kuil Ngoc Son, kamu perlu melewati Jembatan The Huc. Jembatan berwarna merah ini menjadi salah satu spot foto yang cukup populer.

Tiket masuk kuil sekitar 30.000–50.000 VND. Karena harga bisa berbeda, cek papan informasi di loket sebelum membeli.

Gunakan pakaian yang menutup bahu dan lutut saat masuk ke area kuil. Sementara itu, Tugu Kura-kura di tengah danau hanya bisa dilihat dari tepi.

Kuil Sastra atau Temple of Literature

Kuil Sastra dibangun pada 1070. Tempat ini kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan penting dan dikenal sebagai universitas pertama di Vietnam.

Kompleksnya terdiri dari lima halaman. Di dalamnya juga terdapat 82 prasasti batu yang diletakkan di atas patung kura-kura.

Prasasti tersebut mencatat nama lulusan ujian doktor selama sekitar empat abad. Karena itu, tempat ini tidak hanya menarik dari sisi arsitektur, tetapi juga sejarah pendidikan Vietnam.

Tiket dewasa sekitar 70.000 VND. Jam kunjungannya sekitar pukul 08.00–17.00 setiap hari.

Siapkan uang tunai untuk berjaga-jaga. Sisihkan sekitar 90 menit agar kamu bisa menyusuri seluruh kompleks dengan santai.

Pada waktu tertentu, tersedia juga tur malam berbayar. Program ini biasanya dilengkapi pertunjukan cahaya.

Mausoleum Ho Chi Minh dan Lapangan Ba Dinh

Mausoleum Ho Chi Minh berada di kawasan Lapangan Ba Dinh. Area ini menjadi salah satu tempat penting dalam sejarah Vietnam modern.

Mausoleum gratis, tetapi jam kunjungannya terbatas. Tempat ini biasanya buka pada Selasa–Kamis serta Sabtu–Minggu dan tutup pada Senin serta Jumat.

Pengunjung juga harus mengenakan pakaian yang sopan. Bahu dan lutut sebaiknya tertutup.

Kamera atau ponsel juga harus dititipkan sebelum memasuki area tertentu. Karena aturan kunjungan bisa berubah, cek informasi terbaru sebelum datang.

Pada 2026, mausoleum dijadwalkan tutup untuk pemeliharaan tahunan dari 4 September sampai 2 November. Setelah itu, tempat ini dijadwalkan buka kembali pada 3 November.

Saat masa penutupan, kamu tetap bisa melihat bagian luar mausoleum. Lapangan Ba Dinh, Rumah Panggung Ho Chi Minh, dan Pagoda Satu Tiang juga bisa masuk dalam rute perjalanan.

Kuliner Khas Hanoi untuk Wisatawan Indonesia

Hanoi cocok untuk kamu yang suka wisata kuliner. Pilihannya mulai dari makanan berat sampai jajanan sederhana.

Beberapa makanan yang bisa dicoba antara lain:

  • Pho, mi beras dengan kuah yang gurih.
  • Bun cha, mi beras dengan daging bakar.
  • Bánh cuốn, kulit beras kukus dengan isian tertentu.
  • Che, hidangan manis yang cocok sebagai pencuci mulut.
  • Egg coffee, kopi dengan campuran kuning telur yang dikocok hingga creamy.

Egg coffee cukup khas Hanoi. Minuman ini bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin mencoba sesuatu yang berbeda.

Namun, wisatawan Muslim perlu lebih teliti saat memilih makanan. Bun cha tradisional menggunakan daging babi, sedangkan beberapa kuah pho juga bisa menggunakan tulang babi.

Kalau mencari makanan halal, kamu bisa mencari restoran dengan logo halal. Salah satu area yang bisa dipertimbangkan adalah sekitar Masjid Al-Noor di Jalan Hang Luoc, Old Quarter.

Ada juga Batavia, restoran Indonesia bersertifikat halal di area Ba Dinh. Tetap tanyakan langsung mengenai bahan makanan jika kamu masih ragu.

Baca Juga: Mengenal Tokyo, Ibu Kota Jepang yang Jadi Pusat Teknologi dan Budaya

Tips Berkunjung ke Hanoi

Supaya perjalanan lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan.

  • Cek aturan visa. Pastikan kamu mengecek ketentuan terbaru untuk paspor Indonesia sebelum berangkat.
  • Siapkan paspor. Pastikan masa berlaku paspor masih cukup dan tersedia halaman kosong.
  • Pilih waktu yang nyaman. September–November dan Maret–April bisa menjadi pilihan karena cuacanya relatif lebih nyaman.
  • Pertimbangkan musim panas. Juni–Agustus biasanya terasa lebih panas dan lembap.
  • Atur perjalanan dari bandara. Dari Bandara Internasional Noi Bai menuju Old Quarter membutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai satu jam.
  • Bawa uang tunai. Uang dong Vietnam masih banyak digunakan untuk membeli jajanan dan membayar tiket tempat wisata.
  • Berhati-hati saat menyeberang. Lalu lintas di Hanoi cukup ramai. Berjalanlah dengan langkah stabil dan perhatikan kendaraan dari berbagai arah.

Jelajahi Bersama SatuSatu

Kalau Hanoi belum masuk rencana liburanmu dalam waktu dekat, kamu bisa mulai menjelajahi destinasi Asia Tenggara lainnya. Berbagai aktivitas wisata juga bisa dipesan melalui SatuSatu.com 

Salah satunya adalah Universal Studios Singapura dengan berbagai wahana dan hiburan. Lokasinya berada di Pulau Sentosa dan cocok untuk liburan bersama keluarga atau teman.

Pertanyaan Terkait Ibu Kota Vietnam

Apa ibu kota Vietnam?
Ibu kota Vietnam adalah Hanoi. Kota ini bermula sebagai Thang Long pada 1010 dan menjadi ibu kota Vietnam yang bersatu sejak 1976. Old Quarter menjadi salah satu kawasan populer bagi wisatawan.

Apakah orang Indonesia perlu visa ke Hanoi?
Ketentuan visa bisa berubah, jadi sebaiknya cek informasi terbaru dari KBRI Hanoi atau pihak resmi Vietnam sebelum berangkat.

Berapa hari cukup untuk keliling Hanoi dan Old Quarter?
Tiga hari cukup untuk mengunjungi tempat utama seperti Old Quarter, Danau Hoan Kiem, Kuil Sastra, dan Lapangan Ba Dinh. Sisa waktu bisa digunakan untuk kulineran dan mengunjungi kafe.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.