Lompat ke konten
Home » LRT Malaysia: Rute, Jalur, Stasiun, Tiket dan Cara Naiknya

LRT Malaysia: Rute, Jalur, Stasiun, Tiket dan Cara Naiknya

LRT Malaysia adalah jaringan kereta ringan di Kuala Lumpur dan sekitarnya (Klang Valley) dengan empat jalur: Kelana Jaya, Ampang, Sri Petaling, dan Shah Alam. 

Kamu bisa membayar pakai kartu Touch ‘n Go atau token sekali jalan, dengan tarif berdasarkan jarak yang mulai sekitar RM1. 

Kereta beroperasi setiap hari dari sekitar pukul 06.00 sampai tengah malam. Jadi, LRT Malaysia cocok untuk keliling kota tanpa terjebak macet.

Rute dan Jalur LRT Malaysia

LRT Malaysia

Rute LRT Malaysia saat ini ada di Klang Valley, yaitu Kuala Lumpur dan kota-kota di sekitarnya. Jaringannya dikelola Rapid KL, dan beberapa jalur bertemu di stasiun transit yang sama.

Kelana Jaya Line

Jalur ini membentang dari Gombak sampai Putra Heights sepanjang 46,4 km dengan 37 stasiun. Kereta berjalan otomatis tanpa masinis. 

Rutenya melewati KLCC, Pasar Seni, KL Sentral, dan Subang Jaya. Karena itu, Kelana Jaya jadi jalur yang paling sering dipakai wisatawan.

Ampang Line

Ampang Line menghubungkan Sentul Timur dan Ampang lewat 18 stasiun sepanjang sekitar 27 km. Jalur ini juga memakai kereta konvensional dengan masinis. Kamu akan melewati kawasan Titiwangsa dan Masjid Jamek.

Sri Petaling Line

Sri Petaling Line berjalan dari Sentul Timur sampai Putra Heights dengan 29 stasiun. Sampai Chan Sow Lin, jalurnya berbagi rel dengan Ampang Line. 

Setelah itu, kereta berbelok menuju Sri Petaling dan Putra Heights. Jadi, cek papan tujuan akhir sebelum naik.

Shah Alam Line (LRT3)

Jalur terbaru ini mulai beroperasi pada 29 Juni 2026. Panjangnya 37,8 km dengan 20 stasiun dari Bandar Utama sampai Johan Setia, Klang. Kamu bisa pindah ke MRT Kajang Line di Bandar Utama dan ke Kelana Jaya Line di Glenmarie 2.

Baca Juga: Luas Wilayah Malaysia: Letak, Batas, dan Pembagiannya

Stasiun LRT Malaysia yang Perlu Kamu Tahu

Beberapa stasiun jadi titik pindah jalur atau dekat atraksi populer:

  • Masjid Jamek: tempat Kelana Jaya bertemu Ampang dan Sri Petaling. Dari sini, Dataran Merdeka dan Gedung Sultan Abdul Samad bisa dijangkau dengan jalan kaki.
  • KL Sentral: pusat transit utama. Di sini kamu bisa pindah ke KTM Komuter, Monorail, dan KLIA Ekspres.
  • KLCC: pintu terdekat menuju kawasan Menara Kembar Petronas.
  • Pasar Seni: dekat Central Market dan Petaling Street, jadi pas untuk wisata belanja dan kuliner.
  • Titiwangsa: titik pindah antara Ampang Line dan Monorail.
  • Putra Heights: ujung selatan tempat Kelana Jaya dan Sri Petaling bertemu.
  • Chan Sow Lin: titik percabangan Ampang Line dan Sri Petaling Line.

Tiket dan Tarif LRT Malaysia

Tarif LRT Malaysia dihitung berdasarkan jarak, bukan zona tetap. Perjalanan pendek biasanya sekitar RM1 sampai RM2. Untuk rute terjauh, tarifnya bisa mencapai sekitar RM5–6. 

Sebagai contoh, KLCC ke Pasar Seni sekitar RM1,90 pakai kartu dan RM2,10 kalau bayar tunai. Tarif Shah Alam Line maksimal sekitar RM4,30 untuk pembayaran nontunai.

Ada dua cara membayar:

  • Kartu Touch ‘n Go. Kartu ini lebih murah daripada bayar tunai. Kamu juga bisa memakainya untuk MRT, Monorail, dan bus Rapid KL. Harga kartunya sekitar RM10, belum termasuk saldo.
  • Token sekali jalan. Beli di mesin tiket (TVM) di dalam stasiun. Pilihan ini cocok kalau kamu hanya naik satu atau dua kali.

Kartu Touch ‘n Go dijual di loket stasiun dan minimarket seperti 7-Eleven. Karena tarif bisa berubah, cek angka terbaru di situs resmi MyRapid sebelum berangkat.

Cara Naik LRT Malaysia

Naik LRT di Malaysia cukup mudah, bahkan untuk pemula. Ikuti langkah ini:

  1. Siapkan pembayaran. Beli kartu Touch ‘n Go atau token di stasiun.
  2. Tentukan arah. Lihat peta jalur atau aplikasi MyRapid, lalu catat stasiun akhir arah keretamu, misalnya arah Gombak atau Putra Heights.
  3. Tap masuk. Tempelkan kartu di gerbang, atau pakai token yang sudah kamu beli.
  4. Naik di peron yang sesuai. Cocokkan nama stasiun akhir di layar dengan arah tujuanmu. Hati-hati di Masjid Jamek karena banyak jalur bertemu di sana.
  5. Tap keluar. Di stasiun tujuan, tempelkan kartu lagi. Untuk token, biasanya kamu memasukkannya ke slot gerbang keluar.

Layanan rel Rapid KL berjalan tiap hari dari pukul 06.00 sampai sekitar tengah malam. Pada hari tertentu, jam operasi bisa diperpanjang sampai pukul 01.00. 

Jam sibuk di hari kerja berlangsung pukul 07.00–09.00 dan 17.00–19.00. Di Kelana Jaya Line, kereta datang tiap 3 menit saat jam sibuk dan sekitar 7 menit di luar itu.

Kalau ingin nyaman, hindari jam sibuk. Lalu simpan sisa saldo kartu untuk perjalanan berikutnya, karena kartu yang sama juga berlaku untuk bus dan MRT.

Baca Juga: Batas Negara Malaysia: Letak, Wilayah, dan Negara Tetangga

Jelajahi Kuala Lumpur Bersama SatuSatu

Setelah paham LRT Malaysia, kamu bisa melengkapi perjalanan dengan aktivitas lain lewat SatuSatu.com 

KLIA Ekspres cocok kalau kamu baru mendarat dan ingin langsung ke KL Sentral. Kereta ini berjalan nonstop sejauh 57 km dan hanya butuh sekitar 28 menit. Dari KL Sentral, kamu tinggal lanjut naik LRT Kelana Jaya menuju hotel.

Untuk keliling kota tanpa pusing soal rute, ada Tiket Naik Turun KL. Ini bus tingkat berkonsep hop-on hop-off dengan 27 halte di dua rute, Merah dan Hijau. 

Beberapa haltenya ada di KLCC, Central Market, dan KL Sentral. Kamu bisa memadukannya dengan LRT di hari berbeda.

Pertanyaan Terkait LRT Malaysia

Apa itu LRT Malaysia?
LRT Malaysia adalah jaringan kereta ringan di Klang Valley yang dikelola Rapid KL. Saat ini ada empat jalur: Kelana Jaya, Ampang, Sri Petaling, dan Shah Alam.

Berapa harga tiket LRT Malaysia?
Harga tiket LRT Malaysia dihitung berdasarkan jarak, mulai sekitar RM1 sampai sekitar RM5–6 untuk rute terjauh. Pembayaran pakai Touch ‘n Go biasanya lebih murah daripada tunai.

LRT Malaysia beroperasi jam berapa?
LRT Malaysia beroperasi setiap hari dari sekitar pukul 06.00 sampai tengah malam. Pada hari khusus, layanan bisa diperpanjang sampai pukul 01.00.