Masjid Agung Palembang adalah salah satu masjid bersejarah di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Nama resminya adalah Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.
Masjid ini berdiri sejak abad ke-18 dan punya arsitektur yang cukup unik. Atapnya memiliki bentuk yang mengingatkan pada kelenteng, sedangkan beberapa bagian bangunan menampilkan sentuhan Eropa.
Perpaduan tersebut membuat Masjid Agung Palembang punya karakter yang berbeda. Yuk, kenali sejarah, arsitektur, dan tips berkunjungnya.
Lokasi dan Akses ke Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang berada di pusat kota. Lokasinya ada di pertemuan Jalan Merdeka dan Jalan Jenderal Sudirman, kawasan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil.
Letaknya juga tidak jauh dari Sungai Musi dan Benteng Kuto Besak. Jadi, kamu bisa menggabungkan kunjungan ke masjid dengan wisata sejarah di sekitarnya.
Karena berada di pusat kota, akses menuju masjid cukup mudah. Kamu bisa menggunakan:
- Kendaraan pribadi
- Taksi
- Transportasi daring
Kalau datang dari kawasan tepian Sungai Musi, kamu juga bisa berjalan kaki. Namun, hindari berjalan saat matahari sedang terik agar perjalanan lebih nyaman.
Baca Juga: Mengenal Masjid Agung Sibolga dan Daya Tariknya
Jam Kunjungan dan Tiket Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang merupakan rumah ibadah aktif. Jadi, kunjungan sebaiknya menyesuaikan dengan aktivitas jemaah.
Dalam draft ini belum ada informasi resmi mengenai tiket masuk atau jam kunjungan khusus wisatawan. Karena itu, sebaiknya cek kondisi terbaru langsung di lokasi.
Waktu yang lebih nyaman untuk berkunjung adalah pagi atau sore. Kamu juga bisa menghindari waktu salat agar tidak mengganggu aktivitas ibadah.
Saat Jumat atau hari besar keagamaan, kawasan masjid biasanya lebih ramai. Kalau ingin melihat bangunan dengan suasana yang lebih tenang, pilih waktu kunjungan di luar momen tersebut.
Daya Tarik Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang punya dua daya tarik utama. Keduanya adalah sejarah panjang dan arsitekturnya yang memadukan beberapa budaya.
Sejarah Masjid Agung Palembang
Sebelum masjid ini berdiri, masjid utama Palembang berada di kompleks Keraton Kuto Gawang. Bangunan tersebut terbakar pada 1659 saat terjadi perang dengan VOC.
Beberapa puluh tahun kemudian, Sultan Mahmud Badaruddin I membangun masjid baru. Pembangunannya dimulai pada 1738.
Proses pembangunan berlangsung sekitar sepuluh tahun. Masjid kemudian diresmikan pada 26 Mei 1748 dan awalnya dikenal sebagai Masjid Sultan.
Saat pertama dibangun, luas masjid sekitar 1.080 meter persegi. Kapasitasnya juga sekitar 1.200 jemaah.
Seiring waktu, Masjid Agung Palembang mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan. Beberapa di antaranya dilakukan pada masa kolonial Belanda hingga renovasi besar pada awal 2000-an.
Arsitektur Perpaduan Tiga Budaya
Keunikan Masjid Agung Palembang terlihat dari perpaduan tiga gaya arsitektur. Ada unsur Nusantara, Tionghoa, dan Eropa.
Beberapa cirinya bisa kamu lihat dari bagian berikut:
- Nusantara: bangunan utama memiliki bentuk berundak tiga dengan puncak menyerupai limas.
- Tionghoa: bentuk atap dan menara asli memiliki kemiripan dengan kelenteng. Ujung atapnya juga melengkung ke atas.
- Eropa: bagian pintu utama memiliki bentuk tinggi dan megah dengan sentuhan arsitektur Eropa.
Masjid ini juga memiliki dua menara dari periode berbeda. Menara lama berbentuk segi enam dengan tinggi sekitar 20 meter.
Sementara itu, menara baru memiliki tinggi sekitar 45 meter. Menara tersebut dibangun dengan dukungan Pertamina dan diresmikan pada 1971.
Di bagian interior, kamu juga bisa menemukan ukiran khas Palembang. Salah satunya adalah lekeur yang terdapat pada bagian kayu.
Mimbar di dekat mihrab juga dihiasi motif lokal. Detail seperti ini membuat suasana masjid terasa semakin khas Palembang.
Aktivitas di Masjid Agung Palembang
Aktivitas utama di Masjid Agung Palembang tentu saja beribadah. Namun, kamu juga bisa menikmati sisi arsitektur dan sejarahnya selama tetap menghormati suasana masjid.
Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
- Menikmati arsitektur: Lihat perpaduan atap bergaya kelenteng, kubah, dan bangunan utama dari halaman masjid.
- Mengamati dua menara: Kedua menara berasal dari periode berbeda sehingga menarik untuk diperhatikan.
- Berfoto: Kamu bisa mengambil foto dari area luar dengan tetap memperhatikan aktivitas jemaah.
- Melihat interior: Jika ingin masuk ke bagian dalam, tanyakan terlebih dahulu kepada pengurus atau petugas di lokasi.
Kompleks masjid memiliki area sekitar 15.400 meter persegi. Kapasitas keseluruhannya dapat mencapai sekitar 15.000 jemaah jika halaman ikut diperhitungkan.
Karena areanya cukup luas, kamu bisa berkeliling dengan santai. Tidak perlu terburu-buru agar tetap nyaman dan tidak mengganggu jemaah.
Tips Berkunjung ke Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang merupakan tempat ibadah aktif. Jadi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung.
- Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup.
- Bawa kerudung atau selendang jika diperlukan.
- Hindari memotret jemaah yang sedang salat.
- Jangan menghalangi akses jemaah saat mengambil foto.
- Pilih pagi atau sore jika ingin suasana lebih nyaman.
- Datang lebih awal saat Jumat atau hari besar Islam.
Setelah dari masjid, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Benteng Kuto Besak. Kawasan tepian Sungai Musi juga bisa masuk ke rute berikutnya.
Jangan lupa mencicipi pempek sebelum mengakhiri perjalanan. Liburan ke Palembang rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya.
Baca Juga: Masjid Agung Surabaya: Lokasi, Sejarah, dan Daya Tariknya
Jelajahi Bersama SatuSatu
Sedang menyusun liburan yang lebih panjang setelah dari Palembang? Kamu bisa pesan tiket atraksinya lewat SatuSatu.com dengan metode pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, dan kartu kredit.
Kalau ingin transit atau lanjut ke Jakarta, Tiket Masuk KidZania Jakarta cocok untuk keluarga dengan anak. Di sana anak bisa bermain peran sebagai berbagai profesi, jadi liburanmu lebih berwarna.
Kalau ingin ke luar negeri, Universal Studios Singapura menawarkan taman hiburan dengan enam zona bertema film di Resorts World Sentosa. Wahana andalannya termasuk TRANSFORMERS The Ride dan Battlestar Galactica.
Pertanyaan Seputar Masjid Agung Palembang
Di mana letak Masjid Agung Palembang?
Masjid Agung Palembang berada di pusat Kota Palembang, tepatnya di kawasan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, dekat Sungai Musi dan Benteng Kuto Besak.
Kapan Masjid Agung Palembang dibangun?
Pembangunannya dimulai pada 1738 dan diresmikan pada 26 Mei 1748 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I atau Jayo Wikramo.
Apa keunikan arsitektur Masjid Agung Palembang?
Arsitekturnya memadukan gaya Nusantara, Tionghoa, dan Eropa. Bentuk atap dan menaranya menyerupai kelenteng, sementara pintu utama memiliki sentuhan Eropa.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B
Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.