Lompat ke konten
Home » 10 Rumah Adat Lampung dan Ciri Khasnya

10 Rumah Adat Lampung dan Ciri Khasnya

Lampung punya kekayaan budaya yang menarik untuk dipelajari. Salah satunya bisa dilihat dari beragam rumah adat Lampung.

Masyarakat adat Lampung terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu Pepadun dan Saibatin. Perbedaan budayanya juga terlihat dari bentuk dan fungsi rumah tradisionalnya.

Ada rumah yang digunakan untuk musyawarah adat. Ada juga yang menjadi tempat tinggal penyimbang atau masyarakat biasa.

Berikut beberapa rumah adat Lampung yang menarik untuk kamu kenali.

Nuwo Sesat

📍 Asal: Masyarakat adat Pepadun
🏗️ Ciri khas: Balai musyawarah adat

Nuwo Sesat menjadi salah satu rumah adat Lampung yang paling dikenal. Bangunan ini bukan rumah tinggal, melainkan tempat berkumpul dan bermusyawarah.

Nuwo Sesat juga dikenal dengan sebutan Sesat Balai Agung. Bagian atapnya biasanya dihiasi payung besar berwarna putih, kuning, dan merah.

Hiasan tersebut berkaitan dengan tingkatan penyimbang dalam masyarakat adat. Bagian tangganya disebut Ijan Geladak, sedangkan atap di area gerbang dikenal sebagai Rurung Agung.

Baca Juga: 7 Rumah Adat Jawa Timur dan Ciri Khasnya

Lamban Pesagi

📍 Asal: Desa Kenali, Lampung Barat
🏗️ Ciri khas: Bentuk rumah panggung dengan atap yang khas

Lamban Pesagi dikenal sebagai salah satu rumah tradisional Lampung yang masih dipertahankan. Rumah ini berada di Desa Kenali, Lampung Barat.

Bagian dalam rumah memiliki pembagian ruang berdasarkan fungsi dan anggota keluarga. Salah satunya adalah kebik kerumpu yang berkaitan dengan tempat tidur anak tertua.

Hal menarik lainnya ada pada lumbung padi. Bangunan ini dibuat terpisah dari rumah utama.

Rumah Adat Sukadana

📍 Asal: Sukadana, Lampung Timur
🏗️ Ciri khas: Atap melengkung menyerupai perahu

Rumah adat Sukadana berkaitan dengan masyarakat Lampung Pepadun. Salah satu cirinya terlihat dari bentuk atap yang melengkung ke atas.

Bentuk tersebut sekilas menyerupai perahu yang dibalik. Konstruksinya juga menggunakan teknik tradisional dengan sistem pasak.

Rumah ini dikenal pula sebagai Sesat Agung Sukadana. Fungsinya berkaitan dengan kegiatan dan acara adat masyarakat setempat.

Nuwo Balak

📍 Asal: Masyarakat adat Pepadun
🏗️ Ciri khas: Rumah besar untuk penyimbang

Nuwo Balak merupakan rumah tinggal bagi penyimbang atau kepala adat. Ukurannya lebih besar dibandingkan rumah masyarakat biasa.

Bagian rumah memiliki beberapa ruang dengan fungsi berbeda. Ada Lawang Kuri sebagai bagian masuk dan Pusiban yang berkaitan dengan penerimaan tamu.

Ada pula Lapang Agung yang digunakan untuk berkumpul. Ukuran bangunannya juga menunjukkan kedudukan sosial pemiliknya.

Mahanyuk’an

📍 Asal: Masyarakat adat Saibatin
🏗️ Ciri khas: Atap berbentuk piramida

Mahanyuk’an merupakan salah satu rumah tradisional masyarakat Saibatin. Bentuknya memiliki ciri yang berbeda dari rumah masyarakat Pepadun.

Bagian atap dan dindingnya dapat dihiasi ukiran. Material yang digunakan antara lain kayu, bambu, dan ijuk.

Nama Mahanyuk’an juga berkaitan dengan bentuk denah rumah yang memanjang. Rumah ini menjadi bagian dari kekayaan arsitektur tradisional Lampung pesisir.

Lamban Balak

📍 Asal: Masyarakat adat Saibatin
🏗️ Ciri khas: Atap limas dan bentuk rumah panggung

Lamban Balak merupakan rumah tradisional masyarakat Saibatin. Rumah ini banyak dikaitkan dengan wilayah pesisir Lampung.

Bentuk atapnya berupa limas yang menjulang. Beberapa bagian rumah juga memiliki fungsi khusus dalam kehidupan sehari-hari.

Ada Jan yang menjadi bagian tangga masuk. Ada pula Lepau yang berfungsi sebagai ruang terbuka seperti teras.

Lamban Gedung

📍 Asal: Masyarakat adat Pepadun
🏗️ Ciri khas: Bangunan besar untuk penyimbang

Lamban Gedung dikenal sebagai tempat tinggal penyimbang marga dalam masyarakat Pepadun. Ukuran bangunannya cukup besar dan mencerminkan kedudukan pemiliknya.

Atapnya memiliki bentuk khas dengan material ijuk. Bangunan ini juga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal.

Lamban Gedung dapat menjadi pusat berbagai kegiatan sosial masyarakat. Keberadaannya berkaitan erat dengan struktur adat dan kepemimpinan dalam marga.

Nuwo Lunik

📍 Asal: Masyarakat Lampung
🏗️ Ciri khas: Rumah berukuran lebih kecil

Kalau Nuwo Balak berukuran besar untuk penyimbang, Nuwo Lunik punya bentuk yang lebih sederhana. Namanya sendiri berarti rumah kecil.

Rumah ini tetap mengikuti konsep rumah panggung yang umum ditemukan dalam arsitektur tradisional Lampung. Material utamanya menggunakan bahan seperti kayu.

Nuwo Lunik menunjukkan bahwa konsep rumah panggung tidak hanya digunakan oleh kalangan tertentu. Bentuknya juga menyesuaikan kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Rumah Adat Saibatin

📍 Asal: Masyarakat adat Saibatin
🏗️ Ciri khas: Rumah panggung dengan tiang tinggi

Rumah adat Saibatin memiliki ciri berupa bangunan panggung dengan tiang yang cukup tinggi. Material kayu menjadi bagian penting dalam konstruksinya.

Bentuk atapnya dapat berupa limas yang menjadi salah satu ciri arsitektur masyarakat Saibatin. Setiap bagian rumah juga memiliki nilai dan fungsi tersendiri.

Rumah tradisional ini mencerminkan kehidupan masyarakat Saibatin yang masih mempertahankan sistem adat. Bentuk bangunannya juga menyesuaikan lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Anjung

📍 Asal: Masyarakat adat Lampung
🏗️ Ciri khas: Bangunan tambahan berukuran kecil

Anjung atau Sapeu merupakan bangunan pelengkap dalam lingkungan rumah tradisional Lampung. Ukurannya lebih kecil dibandingkan rumah utama.

Bangunan ini memiliki beberapa ruang sederhana. Di antaranya teras, kamar tidur, dan dapur.

Keberadaan Anjung menunjukkan bahwa kompleks rumah tradisional tidak selalu hanya terdiri dari satu bangunan. Setiap bangunan bisa memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan penghuninya.

Keunikan Rumah Adat Lampung

Kalau diperhatikan, rumah adat Lampung punya beberapa ciri yang cukup mudah dikenali. Salah satunya adalah bentuk rumah panggung.

Ciri lainnya bisa dilihat dari:

  • Penggunaan material kayu.
  • Bentuk atap yang beragam.
  • Adanya tangga sebagai akses masuk.
  • Ukiran sebagai elemen dekorasi.
  • Pembagian ruang berdasarkan fungsi.
  • Hubungan erat dengan struktur sosial dan adat.
  • Fungsi rumah yang tidak selalu sebagai tempat tinggal.

Perbedaan antara Pepadun dan Saibatin juga membuat arsitektur rumah tradisional Lampung semakin beragam. Jadi, tidak semua rumah adat di Lampung punya bentuk yang sama.

Baca Juga: 7 Rumah Adat Sumatra Barat dan Ciri Khasnya

Jelajahi Budaya Indonesia Bersama SatuSatu

Kalau ingin melihat keberagaman rumah tradisional Indonesia dalam satu tempat, kamu bisa mencoba Tiket Masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII) lewat SatuSatu.com 

Di sana terdapat paviliun daerah yang menampilkan beragam budaya dan arsitektur tradisional dari berbagai wilayah Indonesia. Pengalaman ini cocok untuk kamu yang ingin mengenal budaya Nusantara sambil jalan-jalan. 

Pertanyaan Seputar Rumah Adat Lampung

Apa rumah adat Lampung yang paling terkenal?
Nuwo Sesat menjadi salah satu rumah adat Lampung yang paling dikenal dan digunakan untuk musyawarah serta kegiatan adat.

Apa perbedaan rumah adat Pepadun dan Saibatin?
Pepadun memiliki rumah seperti Nuwo Balak dan Nuwo Sesat, sedangkan Saibatin memiliki rumah tradisional seperti Lamban Balak.

Kenapa rumah adat Lampung banyak berbentuk panggung?
Bentuk panggung menyesuaikan kondisi lingkungan dan membuat ruang di bawah rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.