Sumatra Utara punya banyak rumah adat dengan bentuk yang berbeda-beda. Bukan cuma Rumah Bolon, ada juga rumah adat dari suku Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing, Angkola, hingga Nias.
Keunikannya bisa dilihat dari bentuk atap, struktur bangunan, ukiran, sampai fungsi rumahnya. Yuk, kenalan dengan 10 rumah adat Sumatra Utara berikut ini.
Rumah Bolon

📍 Asal: Suku Batak Toba, kawasan Toba dan Samosir
🏗️ Ciri khas: Atap melengkung seperti pelana kuda
Rumah Bolon menjadi salah satu rumah adat Sumatra Utara yang paling dikenal. Bentuk atapnya melengkung dengan bahan ijuk dan bagian ujung yang dibuat mencuat.
Beberapa rumah juga dihiasi tanduk kerbau di bagian atasnya. Dindingnya dihias ukiran gorga dengan warna merah, putih, dan hitam.
Hal menarik lainnya ada pada bagian tangga. Jumlah anak tangganya biasanya dibuat ganjil.
Rumah Bolon juga dikenal sebagai rumah yang bisa dihuni beberapa keluarga dalam satu bangunan.
Baca Juga: 5 Rumah Adat Kalimantan Timur dan Ciri Khasnya
Siwaluh Jabu
📍 Asal: Suku Karo, Kabupaten Karo
🏗️ Ciri khas: Rumah komunal untuk beberapa keluarga
Siwaluh Jabu berarti rumah untuk delapan keluarga. Sesuai namanya, rumah ini digunakan secara bersama oleh masyarakat Karo.
Bangunannya bisa terlihat sangat tinggi dan besar. Menariknya, konstruksinya dibuat tanpa menggunakan paku.
Bagian-bagian kayunya disambung, diikat, dan dipasak. Cara ini menjadi salah satu ciri menarik dari arsitektur tradisional Karo.
Siwaluh Jabu juga memiliki dua pintu yang dikenal sebagai ture jahe dan ture julu. Bagian dindingnya dihiasi ornamen yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Karo.
Rumah Adat Simalungun
📍 Asal: Suku Simalungun, Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun
🏗️ Ciri khas: Rumah panggung dengan atap berbentuk limas
Rumah adat Simalungun punya bentuk yang cukup berbeda dari rumah adat Batak lainnya. Atapnya berbentuk limas dan bangunannya dibuat seperti rumah panggung.
Bagian kolong rumah dibuat cukup tinggi. Dahulu, bentuk ini membantu melindungi rumah dari hewan liar.
Pintu rumah juga dibuat relatif rendah. Pengunjung harus sedikit menunduk saat masuk sebagai bentuk penghormatan kepada pemilik rumah.
Bagian tiang dan kaki rumah biasanya dihiasi ukiran dengan warna yang cukup mencolok.
Rumah Adat Pakpak
📍 Asal: Suku Pakpak, Sidikalang dan sekitarnya
🏗️ Ciri khas: Atap menyerupai tanduk kerbau
Rumah adat Pakpak punya bentuk atap yang langsung mencuri perhatian. Ujung atapnya dibuat menyerupai tanduk kerbau.
Bentuk tersebut tidak hanya menjadi pemanis bangunan. Tanduk kerbau juga memiliki makna simbolis dalam budaya masyarakat Pakpak.
Warna merah dan jingga cukup sering digunakan pada bagian rumah. Ada juga bangunan dengan perpaduan warna cokelat, hitam, dan putih.
Pada masa lalu, rumah adat Pakpak juga digunakan sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah.
Bagas Godang
📍 Asal: Suku Mandailing, Mandailing Natal
🏗️ Ciri khas: Rumah besar dengan ornamen khas Mandailing
Bagas Godang secara sederhana berarti rumah besar. Dahulu, bangunan ini menjadi tempat tinggal raja atau pemimpin masyarakat Mandailing.
Bentuknya memanjang dengan atap segitiga yang menjadi salah satu ciri khasnya. Bagian bangunan juga dihiasi ornamen berwarna hitam, merah, dan putih.
Bagas Godang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Bangunan ini juga berkaitan dengan kegiatan adat dan pertemuan masyarakat.
Rumah Adat Angkola
📍 Asal: Suku Angkola, Tapanuli Selatan
🏗️ Ciri khas: Atap bertingkat dengan bentuk yang khas
Rumah adat Angkola memiliki kemiripan dengan rumah adat Mandailing. Meski begitu, keduanya tetap punya ciri arsitektur masing-masing.
Bangunannya menggunakan kayu pada bagian dinding dan lantai. Bentuk atapnya juga cukup mencolok karena terdiri dari beberapa bagian.
Perpaduan warna cokelat, oranye, dan putih sering terlihat pada bangunan tradisional Angkola. Ornamen tersebut membuat tampilannya terlihat lebih khas.
Omo Sebua
📍 Asal: Suku Nias, Pulau Nias
🏗️ Ciri khas: Tiang miring dan struktur tahan gempa
Kalau bicara rumah adat Sumatra Utara, Omo Sebua tidak boleh dilewatkan. Rumah ini merupakan rumah tradisional khusus untuk kepala desa atau tokoh penting di Nias.
Bentuknya terlihat seperti perahu yang dibalik. Bangunan berdiri di atas tiang-tiang kayu yang dibuat miring dan saling menopang.
Struktur tersebut menjadi salah satu keunikan arsitektur Nias. Desainnya juga berkaitan dengan kondisi Nias yang rawan gempa.
Rumah masyarakat biasa dikenal sebagai Omo Hada. Bentuknya lebih sederhana dengan ukuran yang lebih kecil.
Rumah Adat Melayu
📍 Asal: Suku Melayu, pesisir timur Sumatra Utara
🏗️ Ciri khas: Bentuk panggung dan pembagian ruang
Masyarakat Melayu di Sumatra Utara juga memiliki rumah adat dengan karakter yang khas. Rumah ini banyak ditemukan di kawasan pesisir timur seperti Deli dan Langkat.
Bangunannya berbentuk rumah panggung. Bentuk tersebut dahulu membantu melindungi rumah dari banjir dan kondisi lingkungan sekitar.
Pembagian ruang di dalam rumah juga menarik. Ada ruang yang digunakan untuk laki-laki dan perempuan sesuai kebutuhan keluarga.
Rumah Melayu di Sumatra Utara dikenal dalam beberapa bentuk. Di antaranya Rumah Tiang Enam, Rumah Tiang Enam Bersambung, dan Rumah Tiang Dua Belas.
Rumah Bolon Pematang Purba
📍 Asal: Simalungun, Kabupaten Simalungun
🏗️ Ciri khas: Bagian dari kompleks kerajaan Simalungun
Rumah Bolon Pematang Purba berbeda dari rumah adat lainnya. Tempat ini merupakan bagian dari kompleks istana Kerajaan Simalungun.
Di dalam kompleksnya terdapat beberapa bangunan dengan fungsi yang berbeda. Ada yang digunakan sebagai tempat tinggal raja dan ada pula yang berkaitan dengan kebutuhan kerajaan.
Bangunan tradisionalnya masih memperlihatkan karakter arsitektur Simalungun. Karena itu, tempat ini menarik untuk melihat langsung peninggalan budaya Simalungun.
Rumah Adat Pesisir
📍 Asal: Masyarakat Pesisir, Sibolga dan Tapanuli Tengah
🏗️ Ciri khas: Perpaduan unsur Melayu dan Minangkabau
Rumah adat Pesisir mungkin belum sepopuler Rumah Bolon. Padahal, bentuknya cukup menarik karena mendapat pengaruh budaya dari berbagai daerah.
Letaknya di pesisir barat membuat arsitekturnya mendapat pengaruh Melayu dan Minangkabau. Bangunannya umumnya berbentuk rumah panggung.
Ukiran tradisional juga dapat ditemukan pada beberapa bagian rumah. Sayangnya, keberadaan rumah tradisional seperti ini semakin terbatas sehingga menarik untuk dikenali.
Baca Juga: 5 Rumah Adat Riau dan Keunikan Arsitekturnya
Jelajahi Rumah Adat Indonesia Bersama SatuSatu
Kalau ingin melihat bentuk rumah tradisional dari berbagai daerah dalam satu tempat, kamu bisa berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta bersama SatuSatu.com
Di sini, kamu bisa menjelajahi paviliun daerah yang menampilkan beragam arsitektur dan budaya Indonesia.
Pertanyaan Seputar Rumah Adat Sumatra Utara
Apa rumah adat Sumatra Utara yang paling terkenal?
Rumah Bolon menjadi salah satu rumah adat yang paling dikenal dan identik dengan budaya Batak Toba.
Kenapa beberapa rumah adat Batak tidak menggunakan paku?
Beberapa rumah tradisional menggunakan sambungan kayu, ikatan, dan pasak sebagai bagian dari teknik arsitektur tradisional.
Di mana bisa melihat rumah adat Sumatra Utara secara langsung?
Rumah adat dapat dilihat di kawasan budaya seperti Samosir dan Rumah Bolon Pematang Purba di Kabupaten Simalungun.