Lompat ke konten
Home » Taman Sari Jogja: Sejarah, Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Buka Terbaru

Taman Sari Jogja: Sejarah, Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Buka Terbaru

Taman Sari Jogja adalah bekas taman istana milik Keraton Yogyakarta yang dulu menjadi tempat beristirahat Sultan beserta keluarganya. 

Destinasi ini juga dikenal sebagai Istana Air karena memiliki kolam pemandian bersejarah yang masih menjadi daya tarik utama hingga sekarang.

Selain arsitekturnya yang memadukan gaya Jawa dan sentuhan Portugis, Taman Sari juga menyimpan banyak cerita tentang kehidupan keluarga kerajaan pada abad ke-18. 

Lokasinya yang berada di pusat Kota Yogyakarta membuat tempat ini mudah dikunjungi, apalagi jika kamu sedang menjelajahi kawasan Keraton dan Malioboro.

Sebelum berkunjung, berikut informasi yang perlu kamu tahu:

  • 📍 Berada di kawasan Keraton Yogyakarta.
  • 🏛️ Dibangun pada abad ke-18 sebagai taman kerajaan.
  • 💧 Dijuluki Istana Air karena memiliki kompleks kolam pemandian.
  • 📸 Punya banyak spot foto ikonik, termasuk Gapura Panggung dan Sumur Gumuling.
  • 🚶 Cocok dipadukan dengan wisata ke Keraton Yogyakarta dan Malioboro dalam satu hari.

Kalau kamu berencana liburan ke Jogja, Taman Sari wajib masuk daftar kunjungan. 

Selain menawarkan bangunan bersejarah yang masih terawat, tempat ini juga memberikan pengalaman menarik untuk mengenal sejarah Keraton Yogyakarta dari dekat.

Sejarah Singkat Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1758–1765. 

Dahulu, kompleks ini memiliki sekitar 57 bangunan yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 10 hektar. Di dalamnya terdapat taman, danau buatan, kanal air, jembatan gantung, hingga berbagai bangunan pendukung yang saling terhubung.

Fungsinya bukan sekadar taman. Taman Sari menjadi tempat Sultan dan keluarga kerajaan untuk beristirahat, mandi, hingga bermeditasi. 

Beberapa lorong bawah tanahnya juga dipercaya dibuat sebagai jalur pelarian jika Keraton Yogyakarta diserang musuh.

Sayangnya, gempa besar pada tahun 1867 merusak sebagian besar kompleks ini. Kini, hanya beberapa bangunan yang masih bisa dikunjungi, di antaranya:

  • Gapura Panggung, gerbang utama dengan ukiran yang khas.
  • Umbul Binangun, kompleks kolam pemandian keluarga kerajaan.
  • Sumur Gumuling, masjid bawah tanah yang terkenal dengan arsitektur melingkarnya.
  • Lorong bawah tanah, yang dulu menjadi penghubung antarbangunan.

Meski tidak lagi utuh seperti dulu, Taman Sari tetap menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling ikonik di Yogyakarta dan selalu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Baca Juga: 7 Alasan Tugu Jogja Jadi Ikon Wisata Yogyakarta

Lokasi dan Akses ke Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja berada di Jalan Taman Sari, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

Lokasinya hanya sekitar 1,5 kilometer dari Keraton Yogyakarta, jadi kamu bahkan bisa berjalan kaki sekitar 15 menit sambil menikmati suasana kawasan bersejarah di sekitarnya.

Kalau datang dari Malioboro atau Titik Nol Kilometer, rutenya juga mudah. Kamu tinggal menuju Jalan KH Ahmad Dahlan, lalu belok ke selatan melewati Pasar Ngasem hingga tiba di kawasan Taman Sari.

Akses menuju Taman Sari Jogja:

  • 📍 Alamat: Jalan Taman Sari, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.
  • 🚶 Sekitar 15 menit berjalan kaki dari Keraton Yogyakarta.
  • 🚗 Sekitar 45–60 menit dari Bandara YIA atau Stasiun Tugu, tergantung kondisi lalu lintas.
  • 🗺️ Cocok dikunjungi satu rute dengan Keraton Yogyakarta, Alun-Alun Kidul, dan Malioboro.

Harga Tiket & Jam Buka Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja buka setiap hari mulai pukul 09.00–15.00 WIB. Sebaiknya datang pada pagi hari supaya cuacanya masih nyaman dan kamu punya waktu lebih leluasa untuk menjelajahi seluruh kawasan.

Informasi kunjungan:

  • Jam buka: Setiap hari, pukul 09.00–15.00 WIB.
  • Tiket wisatawan domestik: sekitar Rp10.000–Rp25.000.
  • Wisatawan mancanegara dikenakan tarif yang berbeda.
  • Foto prewedding atau pengambilan video dengan kamera profesional biasanya dikenakan biaya tambahan.

Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, sebaiknya cek informasi terbaru melalui loket atau kanal resmi pengelola sebelum berkunjung.

Daya Tarik Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja

Salah satu alasan Taman Sari Jogja selalu ramai dikunjungi adalah karena setiap sudutnya punya cerita dan fungsi yang berbeda. 

Mulai dari kolam pemandian kerajaan hingga lorong bawah tanah, semuanya menjadi saksi kehidupan Keraton Yogyakarta pada masa lalu.

Beberapa spot yang wajib kamu lihat di Taman Sari Jogja:

Gapura Panggung

Gapura Panggung merupakan gerbang utama Taman Sari yang langsung mencuri perhatian berkat ukiran naga dan bangunan dua lantainya. 

Dahulu, bagian atas gapura digunakan Sultan dan permaisuri untuk menyaksikan pertunjukan tari serta berbagai acara kerajaan.

Umbul Binangun

Kompleks kolam pemandian ini menjadi ikon Taman Sari sekaligus spot yang paling sering muncul di foto wisatawan.

Kolam di Umbul Binangun memiliki fungsi berbeda, yaitu:

  • Kolam untuk Sultan.
  • Kolam untuk para putri kerajaan.
  • Kolam untuk para selir.

Dikelilingi tembok tinggi dan taman, suasananya terasa tenang sekaligus memberi gambaran bagaimana kawasan ini dulu menjadi ruang pribadi keluarga kerajaan.

Sumur Gumuling

Kalau ada satu spot yang paling ikonik di Taman Sari Jogja, jawabannya adalah Sumur Gumuling

Bangunan berbentuk lingkaran ini dulunya berfungsi sebagai masjid bawah tanah sekaligus penghubung antarbagian kompleks Taman Sari.

Hal yang paling menarik adalah tangga bertingkat di bagian tengah yang membentuk persimpangan unik. 

Saat cahaya matahari masuk dari lubang atap, suasananya terlihat begitu dramatis sehingga menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan maupun fotografer.

Lorong Bawah Tanah

Selain Sumur Gumuling, Taman Sari juga memiliki lorong bawah tanah yang dulu digunakan sebagai jalur penghubung dan dipercaya menjadi jalur pelarian saat kondisi darurat. 

Meski tidak seluruh lorong masih bisa diakses, bagian yang tersisa tetap memberikan gambaran tentang canggihnya tata ruang kompleks kerajaan pada masanya.

Fasilitas di Sekitar Taman Sari Jogja

Meski merupakan situs bersejarah, fasilitas di sekitar Taman Sari Jogja sudah cukup memadai untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Fasilitas yang tersedia antara lain:

  • Area parkir untuk motor dan mobil.
  • Toilet umum.
  • Warung makan dan pedagang yang menjual camilan serta minuman.
  • Toko suvenir dan kerajinan khas Jogja.
  • Jasa pemandu wisata lokal yang bisa membantu menjelaskan sejarah Taman Sari.

Selesai berkeliling, kamu juga bisa mampir ke Pasar Ngasem yang berada tepat di sebelah kompleks. 

Pasar ini cocok untuk berburu oleh-oleh, mencicipi jajanan lokal, atau sekadar menikmati suasana kawasan Keraton Yogyakarta.

Tips Berkunjung ke Taman Sari Jogja

Supaya kunjunganmu lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum datang ke Taman Sari Jogja.

Tips yang bisa kamu ikuti:

  • Datang saat pagi hari supaya cuaca lebih sejuk dan pengunjung belum terlalu ramai.
  • Gunakan sepatu atau sandal yang nyaman karena kamu akan banyak berjalan kaki.
  •  Bawa air minum, terutama jika berkunjung saat musim kemarau.
  • Siapkan uang tunai untuk tiket masuk atau kebutuhan lain, meski beberapa layanan sudah menerima pembayaran nontunai.
  • Hindari akhir pekan atau musim liburan jika ingin suasana yang lebih tenang.
  • Cek kembali jam operasional sebelum berangkat karena bisa berubah pada hari atau kondisi tertentu.

Jelajahi Yogyakarta Bersama SatuSatu

Kalau lagi menyusun itinerary liburan ke Jogja, kamu bisa langsung pesan berbagai aktivitas lewat SatuSatu.com 

Kalau ingin melanjutkan wisata sejarah, Candi Borobudur bisa menjadi destinasi berikutnya. Candi Buddha terbesar di dunia ini menawarkan pengalaman berbeda untuk mengenal warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.

Kalau ingin liburan tanpa repot mengatur transportasi, kamu juga bisa memilih Yogyakarta Paket Tur 1 Hari dengan Objek Wisata Utama & Mobil Pribadi. Paket ini cocok buat kamu yang ingin mengunjungi beberapa destinasi populer di Jogja dalam satu perjalanan.

Baca Juga: 10 Restoran Chinese Food Jogja yang Jadi Favorit Warga Lokal

Pertanyaan Seputar Taman Sari Jogja

Kapan Taman Sari Jogja dibangun?
Taman Sari Jogja dibangun sekitar 1758–1765 pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I.

Berapa harga tiket masuk Taman Sari Jogja?
Harga tiket masuk wisatawan domestik berkisar Rp10.000–Rp25.000, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif yang berbeda.

Jam berapa Taman Sari Jogja buka?
Taman Sari Jogja buka setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB. Datang pada pagi hari agar lebih nyaman menjelajahi kawasan.