Lompat ke konten
Home » Titik Nol Jogja: Sejarah, Tempat Wisata, dan Kuliner di Sekitarnya

Titik Nol Jogja: Sejarah, Tempat Wisata, dan Kuliner di Sekitarnya

Titik Nol Jogja berada di ujung selatan Jalan Malioboro, tepat di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta. 

Kawasan ini jadi salah satu tempat yang sering didatangi wisatawan karena dikelilingi bangunan bersejarah dan berada di pusat kota. Kamu bisa datang tanpa tiket masuk, lalu lanjut jalan kaki ke tempat wisata dan kuliner di sekitarnya.

Sejarah Titik Nol Jogja

Titik Nol Jogja dipercaya berada di kawasan sumbu imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan. Sumbu ini punya makna filosofis yang penting bagi masyarakat Jogja.

Selain itu, kawasan ini dikenal sebagai patokan pengukuran jarak jalan di Kota Yogyakarta. Posisi titiknya sendiri sering dikaitkan dengan area air mancur di tengah perempatan.

Sejarah kawasan ini juga tidak lepas dari masa kolonial. Pemerintah Belanda membangun berbagai bangunan pemerintahan di sekitar keraton.

Beberapa di antaranya berupa benteng, kantor pos, bank, dan gedung pemerintahan. Karena itu, kamu masih bisa melihat banyak bangunan bergaya Eropa saat berjalan di sekitar Titik Nol Jogja.

Seiring waktu, kawasan ini berubah menjadi ruang publik yang ramai. Orang datang untuk jalan-jalan, berfoto, menikmati suasana kota, atau sekadar duduk santai.

Baca Juga: 7 Tempat Padel Jogja: Lokasi, Harga, dan Fasilitas

Lokasi dan Cara ke Titik Nol Jogja

Titik Nol Jogja

Titik Nol Jogja berada di pertemuan beberapa jalan utama, yaitu Jalan Malioboro, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan Ahmad Yani.

Kalau datang dari Stasiun Tugu, kamu bisa berjalan kaki menyusuri Jalan Malioboro ke arah selatan. Rutenya cukup mudah karena Malioboro merupakan kawasan yang ramai dan mudah dikenali.

Kalau tidak ingin berjalan jauh, kamu juga bisa menggunakan becak atau andong.

Beberapa hal yang perlu kamu tahu:

  • Lokasi: ujung selatan Jalan Malioboro.
  • Tiket masuk: gratis.
  • Waktu kunjungan: bisa datang kapan saja.
  • Waktu yang nyaman: sore sampai malam.
  • Transportasi: jalan kaki, becak, andong, atau kendaraan pribadi.

Sore biasanya lebih nyaman karena matahari mulai tidak terlalu terik. Saat malam, lampu gedung-gedung tua membuat suasana kawasan ini terasa berbeda.

Namun, perhatikan kondisi lalu lintas. Perempatan ini cukup ramai, terutama pada jam sibuk.

Bangunan Bersejarah di Sekitar Titik Nol Jogja

Salah satu alasan kawasan ini menarik adalah banyaknya bangunan lama di sekitarnya. Kamu bahkan bisa melihat beberapa bangunan bersejarah hanya dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain.

Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg berada sekitar 220 meter dari Titik Nol Jogja. Benteng ini dibangun oleh Belanda dengan izin Sultan dan dulu dikenal warga dengan sebutan Lodji Gedhe.

Sekarang, bangunan tersebut menjadi museum yang menyimpan berbagai cerita tentang perjuangan Indonesia. Salah satu daya tariknya adalah diorama yang menggambarkan peristiwa sejarah.

Kalau ingin masuk, cek kembali jam buka dan harga tiket sebelum datang karena informasi operasional bisa berubah.

Gedung Agung

Gedung Agung berada di seberang Benteng Vredeburg. Bangunan ini selesai dibangun pada 1832 dan pada masa kolonial digunakan sebagai tempat tinggal residen Belanda.

Kini, Gedung Agung berfungsi sebagai Istana Kepresidenan di Yogyakarta. Pengunjung umumnya hanya bisa melihat bangunannya dari luar pagar.

Gedung BNI 46

Gedung BNI 46 menjadi salah satu bangunan tua yang mudah dikenali di sekitar kawasan Titik Nol Jogja. Bangunan ini berdiri pada 1921–1922 dengan gaya Art Deco.

Pada masa kolonial, gedung ini pernah digunakan sebagai kantor perusahaan asuransi dan de Javasche Bank. Bentuk fasadnya juga sering menjadi latar foto wisatawan.

Kantor Pos Besar dan Bank Indonesia

Kantor Pos Besar berada tepat di kawasan Titik Nol Jogja. Pada masa lalu, kantor ini tidak hanya melayani surat, tetapi juga telegraf dan telepon.

Di sebelahnya terdapat gedung Bank Indonesia. Gedung tersebut dibuka pada 1 April 1879 sebagai cabang kedelapan de Javasche Bank.

Keduanya punya arsitektur klasik yang membuat kawasan ini terasa kuat dengan nuansa kota lama.

Tempat Wisata di Sekitar Titik Nol Jogja

Lokasi Titik Nol Jogja cukup strategis. Dari sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat wisata tanpa harus selalu menggunakan kendaraan.

Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo cocok untuk kamu yang ingin berburu batik, kain, oleh-oleh, dan berbagai barang khas Jogja.

Lokasinya juga dekat dari Titik Nol Jogja. Jadi, kamu bisa mampir setelah berjalan-jalan di kawasan gedung tua.

Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta bisa dicapai sekitar 10–15 menit berjalan kaki dari Titik Nol Jogja. Kamu juga bisa naik becak kalau ingin lebih santai.

Di sini, kamu bisa melihat kompleks keraton sekaligus mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Yogyakarta.

Taman Sari

Taman Sari merupakan kompleks bekas taman istana yang berada tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Dari Keraton, jaraknya sekitar 1 kilometer.

Bangunannya punya lorong, kolam, dan bagian-bagian unik yang membuatnya menarik untuk dijelajahi.

Taman Pintar

Taman Pintar berada di sisi timur kawasan Titik Nol Jogja melalui Jalan Senopati. Tempat ini cocok untuk liburan bersama anak karena memiliki berbagai wahana edukasi.

Malioboro

Kalau ingin belanja atau sekadar menikmati suasana pusat kota, kamu tinggal kembali ke kawasan Malioboro. Jalan ini membentang ke arah utara dari Titik Nol Jogja.

Karena lokasinya berdekatan, kamu bisa membuat rute jalan kaki seperti ini:

Titik Nol Jogja → Pasar Beringharjo → Keraton Yogyakarta → Taman Sari

Rute tersebut cocok untuk setengah hari. Kalau masih punya waktu, kamu bisa kembali ke Malioboro untuk menikmati suasana sore sampai malam.

Kuliner di Sekitar Titik Nol Jogja

Setelah jalan kaki cukup jauh, waktunya cari makanan. Di sekitar Titik Nol Jogja ada banyak pilihan kuliner yang bisa kamu coba.

Sate Kere dan Pecel Pincuk

Di sekitar depan Pasar Beringharjo, kamu bisa menemukan jajanan seperti sate kere dan pecel pincuk. Keduanya cocok untuk kamu yang ingin mencicipi makanan sederhana khas kawasan pusat Jogja.

Harganya juga relatif bersahabat. Jadi, kamu bisa jajan tanpa harus menyiapkan bujet besar.

Wedang Ronde

Kalau datang malam hari, coba cari wedang ronde di sekitar Titik Nol Jogja. Minuman hangat ini cocok diminum setelah berjalan-jalan.

Kuah jahe yang hangat juga pas untuk menemani suasana malam di pusat kota.

Gudeg Wijilan

Kalau ingin makan gudeg, kamu bisa menuju Jalan Wijilan yang berada dekat Keraton Yogyakarta. Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu sentra gudeg di Jogja.

Pilihan gudegnya beragam, termasuk gudeg kering dan gudeg basah. Lokasinya juga bisa dimasukkan ke rute setelah mengunjungi Keraton.

Baca Juga: Stasiun Tugu Jogja: Lokasi, Sejarah, dan Fasilitas

Jelajahi Jogja Bersama SatuSatu

Kalau mau lanjut menjelajahi Jogja, kamu bisa pesan aktivitas wisata lewat SatuSatu.com 

Salah satu pilihan yang masih nyambung dengan rute ini adalah Taman Sari Kraton Yogyakarta Tiket Masuk. Aktivitas ini cocok buat kamu yang ingin melihat kompleks bekas taman istana dan mengenal sisi sejarah Keraton Yogyakarta.

Kalau ingin menikmati pertunjukan budaya pada malam hari, kamu bisa memilih Ramayana Ballet Purawisata – Tiket Resmi untuk Pertunjukan Budaya Legendaris Yogyakarta yang Merayakan 50 Tahun di Dekat Malioboro. Lokasinya dekat dengan kawasan Malioboro, jadi bisa kamu jadikan penutup perjalanan setelah keliling pusat kota.

Pertanyaan Terkait Titik Nol Jogja

Di mana letak Titik Nol Jogja?
Titik Nol Jogja berada di ujung selatan Jalan Malioboro, tepat di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Apakah Titik Nol Jogja gratis?
Ya, mengunjungi Titik Nol Jogja gratis. Namun, tempat wisata di sekitarnya bisa berbayar.

Kapan waktu terbaik ke Titik Nol Jogja?
Sore hingga malam cocok untuk datang karena cuacanya lebih teduh dan suasananya lebih ramai.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.