Matur suksma adalah ucapan terima kasih dalam bahasa Bali yang sering kamu dengar saat liburan di Pulau Dewata. Ungkapan ini berasal dari gabungan kata matur dan suksma, yang secara harfiah berarti menyampaikan rasa terima kasih.
Kamu bisa mengucapkannya dalam berbagai situasi, mulai dari setelah dibantu warga lokal hingga saat menghadiri acara adat.
Kalau kamu baru pertama kali ke Bali atau sedang belajar bahasa Bali, memahami arti dan cara penggunaannya bisa membuat interaksi dengan masyarakat setempat terasa lebih hangat.
Asal Kata dan Arti Matur Suksma
Kalau dilihat dari asal katanya, matur suksma terdiri atas dua kata dalam bahasa Bali alus. Kata matur berarti menyampaikan atau mengucapkan sesuatu dengan penuh hormat.
Sementara itu, suksma memiliki beberapa makna, seperti rasa syukur, jiwa, hingga terima kasih, tergantung konteks penggunaannya.
Saat digabungkan, matur suksma berarti menyampaikan rasa terima kasih. Ungkapan ini bisa dipakai dalam situasi formal maupun santai. Karena berasal dari basa alus, ucapannya terdengar lebih sopan dibandingkan ungkapan sehari-hari.
Itulah sebabnya matur suksma aman digunakan kepada siapa saja, baik teman, orang yang baru dikenal, maupun orang yang lebih dihormati.
Matur Suksma dalam Sistem Tingkatan Bahasa Bali
Bahasa Bali memiliki sistem tingkatan bahasa yang dikenal sebagai sor singgih atau anggah-ungguhing basa.
Dalam sistem ini, pilihan kata disesuaikan dengan lawan bicara dan situasinya. Tingkatannya meliputi basa kasar, basa andap, basa madia, dan basa alus.
Matur suksma termasuk dalam kategori basa alus, sehingga terdengar lebih halus dan penuh penghormatan. Karena itu, ungkapan ini cocok dipakai saat berbicara dengan siapa pun, mulai dari teman sebaya, orang yang baru dikenal, hingga tokoh adat.
Kalau kamu belum terbiasa dengan tingkatan bahasa Bali, tidak perlu khawatir. Mengucapkan matur suksma hampir selalu dianggap sopan dalam berbagai situasi.
Contoh Penggunaan Matur Suksma dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan matur suksma dalam percakapan sehari-hari.
- “Matur suksma sampun nulungin tiang.” Artinya, “Terima kasih sudah membantu saya.” Kalimat ini cocok diucapkan saat seseorang menunjukkan jalan atau membantu membawa barang.
- “Matur suksma, dedaarane jaen pisan.” Artinya, “Terima kasih, makanannya enak sekali.” Ungkapan ini biasa diucapkan kepada pemilik warung atau restoran setelah selesai makan.
- “Matur suksma antuk galahnyane.” Artinya, “Terima kasih atas waktunya.” Kalimat ini lebih sering digunakan dalam situasi yang lebih formal, misalnya setelah rapat atau menghadiri upacara adat.
Dalam percakapan yang lebih santai, banyak orang Bali juga cukup mengucapkan suksma tanpa kata matur. Bentuk singkat ini umum dipakai saat berbicara dengan teman dekat atau keluarga.
Variasi Ucapan dan Cara Membalas Matur Suksma
Selain matur suksma, ada beberapa ungkapan lain yang sering digunakan untuk mengucapkan atau membalas terima kasih dalam bahasa Bali.
- Suksma mewali, yang berarti “terima kasih kembali”. Ini merupakan balasan yang paling umum digunakan.
- Suksma awan, digunakan ketika kamu juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada lawan bicara.
- Inggih, sami-sami, yang berarti “iya, sama-sama” dan sering dipakai sebagai balasan sederhana.
- Dumogi rahayu sareng sami, yang berarti “semoga kita semua selalu diberi keselamatan dan kebaikan”. Ungkapan ini biasanya ditambahkan sebagai bentuk keramahan atau doa.
Kalau ada orang Bali mengucapkan matur suksma kepadamu, membalas dengan salah satu ungkapan di atas bisa membuat percakapan terasa lebih akrab dan menghargai budaya setempat.
Kapan Sebaiknya Mengucapkan Matur Suksma saat di Bali
Sebagai wisatawan, kamu bisa mengucapkan matur suksma dalam banyak kesempatan. Misalnya setelah dibantu warga lokal mencari alamat, menerima pesanan di warung, atau selesai mengikuti kegiatan budaya maupun upacara adat yang terbuka untuk wisatawan.
Ungkapan ini juga sering terdengar dalam pidato atau sambutan resmi berbahasa Bali sebagai bentuk penghormatan kepada para hadirin.
Bahkan, dalam beberapa acara adat, matur suksma kerap digunakan saat membuka maupun menutup sambutan. Karena termasuk basa alus, ungkapan ini bukan hanya menunjukkan rasa terima kasih, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya dan masyarakat Bali.
Jadi, tidak ada salahnya membiasakan mengucapkannya selama kamu berkunjung ke Pulau Dewata.
Jelajahi Bali Bersama SatuSatu
Kalau setelah tahu arti matur suksma kamu jadi makin tertarik mengenal budaya Bali, kamu bisa langsung mencari berbagai pengalaman seru di SatuSatu.com
Pemesanannya juga praktis karena tersedia pilihan pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, kartu kredit, dan metode pembayaran lainnya.
Salah satu pengalaman yang bisa kamu coba adalah Kecak Fire Dance di Uluwatu. Selain menikmati pertunjukan tari yang ikonik, kamu juga bisa berinteraksi dengan warga atau pengunjung lokal, lalu mengucapkan matur suksma sebagai bentuk apresiasi setelah pertunjukan selesai.
Kalau ingin merasakan suasana desa adat yang masih terjaga, Penglipuran Village Day Trip juga layak dicoba. Di sini, kamu bisa mengenal kehidupan masyarakat Bali lebih dekat sekaligus mempraktikkan ucapan matur suksma dalam percakapan sehari-hari.
Pertanyaan Terkait Matur Suksma
Apa arti matur suksma dalam bahasa Indonesia?
Matur suksma berarti “terima kasih” dalam bahasa Indonesia.
Apa bedanya suksma dan matur suksma?
Suksma lebih santai, sedangkan matur suksma lebih sopan dan formal.
Bagaimana cara membalas ucapan matur suksma?
Kamu bisa membalas dengan suksma mewali (terima kasih kembali) atau inggih, sami-sami (iya, sama-sama).