Riyadh adalah ibu kota Arab Saudi sekaligus kota terbesar di Semenanjung Arab. Kota ini dihuni sekitar 7 juta jiwa dan berada di dataran tinggi Najd dengan ketinggian sekitar 600 meter.
Salah satu ikon paling terkenalnya adalah Kingdom Centre. Menara setinggi 302 meter ini punya jembatan kaca di bagian puncaknya.
Selain gedung pencakar langit, Riyadh juga punya benteng bersejarah dan situs warisan dunia UNESCO.
Profil Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi
Riyadh menjadi pusat pemerintahan Arab Saudi. Raja, Dewan Menteri, dan Dewan Konsultasi berkantor di kota ini.
Dari 24 kementerian yang ada di Arab Saudi, 23 di antaranya bermarkas di Riyadh. Kota ini juga menjadi lokasi 114 kedutaan besar. Sebagian besar berada di Kawasan Diplomatik.
Riyadh juga dikenal sebagai salah satu pusat bisnis utama Arab Saudi. Beberapa perusahaan besar yang berkantor pusat di sini antara lain:
- Saudi National Bank
- Al Rajhi Bank
- SABIC
- STC Group
Lebih dari 500 perusahaan asing juga sudah memindahkan kantor regionalnya ke Riyadh. Kota ini dijadwalkan menjadi tuan rumah Expo 2030 dan Asian Games 2034.
Untuk kawasan komersial, Al-Olaya menjadi salah satu pusat utama. Di sinilah Kingdom Centre dan Al Faisaliah Tower berada. Sementara itu, kawasan tua Riyadh bisa ditemukan di sekitar Al-Bateha dan Al-Deerah.
Baca Juga: Mengenal Doha, Ibu Kota Qatar yang Modern
Iklim Riyadh
Riyadh punya iklim gurun yang panas dan kering. Pada Juli, suhu maksimum rata-ratanya bisa mencapai sekitar 43,9 °C. Januari jauh lebih sejuk dengan suhu maksimum rata-rata sekitar 20,7 °C.
Hujan tidak terlalu sering turun. Maret dan April biasanya menjadi periode yang lebih basah. Riyadh juga pernah mengalami badai debu yang cukup tebal. Jadi, jangan lupa mengecek prakiraan cuaca sebelum bepergian.
Untuk jalan-jalan di luar ruangan, November sampai Maret biasanya lebih nyaman. Suhu maksimum rata-ratanya berada di kisaran 21–28 °C.
Sejarah Riyadh dari Hajr hingga Ibu Kota Kerajaan
Sebelum dikenal sebagai Riyadh, kota ini bernama Hajr. Hajr pernah menjadi ibu kota Provinsi Al-Yamama pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah. Pengembara Ibnu Battuta juga mencatat kunjungannya ke Hajr pada abad ke-14.
Nama Riyadh sendiri berarti taman. Nama ini berkaitan dengan oasis-oasis yang dulu berada di sekitar kota. Pada abad ke-18, Dahham ibn Dawwas membangun tembok yang menyatukan beberapa oasis menjadi sebuah kota benteng.
Riyadh kemudian masuk ke wilayah Negara Saudi Pertama. Pada 1820-an, Turki bin Abdullah menjadikan Riyadh sebagai ibu kota Negara Saudi Kedua.
Peristiwa penting lainnya terjadi pada Januari 1902. Saat itu, Ibnu Saud merebut Benteng Al-Masmak dari garnisun keluarga Rashid. Peristiwa tersebut mengembalikan kekuasaan Saudi atas Riyadh.
Pada September 1932, Ibnu Saud menamai kerajaannya Arab Saudi. Riyadh kemudian menjadi ibu kota kerajaan tersebut.
Setelah 1950-an, tembok kota mulai dibongkar. Riyadh kemudian berkembang dengan pola jalan berbentuk grid.
Jumlah penduduknya pun meningkat pesat. Dari sekitar 40.000 jiwa pada 1935, jumlahnya menjadi lebih dari 7 juta jiwa pada 2022.
Kingdom Centre, Ikon Riyadh yang Mudah Dikenali

Siluet Kingdom Centre menjadi salah satu penanda Kota Riyadh. Bangunan ini menggabungkan beberapa fungsi sekaligus. Ada pusat perbelanjaan, hotel, kantor, apartemen, hingga tempat wisata.
Arsitektur Kingdom Centre
Kingdom Centre berada di distrik Al-Olaya. Menara ini memiliki tinggi sekitar 302 meter dengan 99 lantai. Bangunannya selesai pada 2002 dan saat itu menjadi gedung tertinggi di Arab Saudi.
Bagian atasnya memiliki bentuk lengkung parabola terbalik. Bentuk ini membuat Kingdom Centre mudah dikenali dari kejauhan.
Kingdom Centre dirancang oleh Ellerbe Becket dan Omrania. Bangunan ini juga meraih Emporis Skyscraper Award pada 2002.
Di dalamnya terdapat:
- Mal Al Mamlaka
- Four Seasons Hotel
- Perkantoran
- Apartemen
- King Abdullah Mosque
Masjid King Abdullah berada di lantai 77. Menurut situs resmi pariwisata Saudi, masjid ini menjadi salah satu masjid tertinggi di Arab Saudi.
Sky Bridge Kingdom Centre
Salah satu daya tarik Kingdom Centre adalah Sky Bridge. Jembatan ini terbuat dari kaca dan baja dengan panjang sekitar 65 meter. Lokasinya berada di puncak menara, sekitar 300 meter dari permukaan tanah.
Dari Sky Bridge, kamu bisa melihat pemandangan Riyadh dari berbagai arah. Untuk sampai ke atas, kamu perlu menggunakan dua lift. Perjalanan lift tersebut memiliki transit di lantai 77.
Tiket Sky Bridge bisa dibeli di konter lantai dasar. Lokasinya berada di antara toko Mont Blanc dan Carolina Herrera.
Harga tiket dewasa sekitar SAR 138 termasuk pajak pada 2026. Harga tersebut bisa berubah, jadi sebaiknya cek kembali sebelum berkunjung.
Sky Bridge biasanya buka dari siang hingga sekitar pukul 23.00. Kalau ingin melihat Riyadh dalam suasana berbeda, datang sekitar satu jam sebelum matahari terbenam.
Kamu bisa melihat kota saat masih terang. Setelah itu, pemandangan berubah ketika lampu-lampu kota mulai menyala.
Dari Stasiun Metro Al Olaya di Jalur 1, perjalanan menuju Kingdom Centre sekitar 10 menit dengan berjalan kaki.
Tempat Wisata Lain di Riyadh
Kingdom Centre bukan satu-satunya tempat menarik di Riyadh.
Ada beberapa destinasi yang bisa kamu masukkan ke rencana perjalanan, seperti:
- Benteng Al-Masmak
Benteng ini diperkirakan dibangun sekitar 1865. Sekarang, bangunannya menjadi museum yang berada dekat Deera Square.
Benteng Al-Masmak juga berkaitan dengan peristiwa perebutan Riyadh pada 1902. - Museum Nasional Arab Saudi
Museum ini dibangun pada 1999 di kompleks Pusat Bersejarah Raja Abdulaziz.
Koleksinya cukup beragam. Salah satunya adalah pecahan meteorit Camel’s Hump dari situs Wabar. - At-Turaif di Diriyah
Kawasan ini punya arsitektur khas Najdi. At-Turaif masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada 31 Juli 2010.
Diriyah juga sering disebut sebagai salah satu tempat penting dalam sejarah awal Arab Saudi. - Riyadh Boulevard
Kawasan ini berada di Prince Turki Al Awwal Road. Tempatnya populer untuk hiburan dan bersantai. - Riyadh Season
Festival hiburan ini pertama kali berlangsung pada Oktober–Desember 2019.
Berbagai acara digelar dalam festival ini. Mulai dari pertunjukan musik, olahraga, teater, hingga sirkus.
Tips Berkunjung ke Riyadh
Riyadh berada di zona waktu UTC+3. Artinya, waktunya empat jam lebih lambat dari WIB. Mata uang yang digunakan adalah riyal Saudi atau SAR.
Bandara King Khalid berada sekitar 35 kilometer di sebelah utara pusat kota. Untuk berkeliling, kamu bisa menggunakan Riyadh Metro yang rampung pada 2024. Bus kota juga tersedia sebagai pilihan transportasi.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum jalan-jalan di Riyadh:
- Gunakan pakaian yang sopan dan menutup tubuh.
- Perhatikan aturan berpakaian saat mengunjungi masjid dan tempat bersejarah.
- Cek prakiraan cuaca sebelum bepergian.
- Hindari aktivitas luar ruangan saat suhu sedang sangat panas.
- Pilih pagi atau sore hari untuk mengunjungi tempat wisata outdoor.
- Siapkan air minum, terutama saat berjalan kaki.
Jelajahi Bersama SatuSatu
Riyadh mungkin masih masuk daftar liburan jangka panjangmu. Sambil menyiapkan perjalanan, kamu bisa menikmati destinasi di Asia yang lebih dekat lewat SatuSatu.com
Untuk suasana taman hiburan, kamu bisa mencoba Universal Studios Singapura di Resorts World Sentosa.
Tempat ini punya enam zona bertema dengan berbagai wahana. Salah satunya adalah zona Kota Fiksi Ilmiah dengan wahana TRANSFORMERS The Ride. Destinasi ini cocok untuk liburan bersama keluarga atau teman.
Baca Juga: Mengenal Kuala Lumpur, Ibu Kota Malaysia yang Punya Menara Petronas
Pertanyaan Terkait Riyadh
Apakah Riyadh ibu kota Arab Saudi?
Ya, Riyadh adalah ibu kota sekaligus kota terbesar Arab Saudi dan menjadi pusat pemerintahan negara.
Apa gedung pencakar langit terkenal di Riyadh selain Kingdom Centre?
Al Faisaliah Tower menjadi salah satu gedung pencakar langit terkenal di Riyadh. Bangunan ini memiliki 44 lantai dan ciri khas bola emas di bagian atasnya.
Apakah WNI perlu visa untuk ke Riyadh?
WNI perlu memiliki visa untuk masuk Arab Saudi. Paspor juga harus berlaku minimal enam bulan. Ketentuan visa dapat berubah, jadi cek persyaratan terbaru sebelum berangkat.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.