Kuala Lumpur adalah ibu kota Malaysia yang terkenal dengan Menara Petronas. Dua gedung kembar ini menjadi salah satu ikon paling populer di Malaysia.
Kota yang sering disingkat KL ini juga dikenal sebagai pusat bisnis dan pemerintahan. Menariknya, Kuala Lumpur punya perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, dan India yang terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Buat wisatawan Indonesia, Kuala Lumpur juga cukup mudah dijangkau. Bahasa Melayu yang mirip dengan Bahasa Indonesia membuat komunikasi sehari-hari terasa lebih praktis.
Asal Nama dan Sejarah Kuala Lumpur
Nama Kuala Lumpur secara harfiah berarti “pertemuan sungai yang berlumpur” dalam Bahasa Melayu. Nama ini merujuk pada lokasi kota yang berada di pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak.
Letaknya tersebut juga membuat Kuala Lumpur dulu cukup sering mengalami banjir saat musim hujan.
Kuala Lumpur mulai berkembang sekitar 1857 sebagai kawasan pertambangan timah. Tokoh seperti Yap Ah Loy dan Frank Swettenham juga punya peran dalam perkembangan awal kota ini.
Beberapa tahun kemudian, Kuala Lumpur terus berkembang menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan. Kota ini resmi mendapat status kota pada 1 Februari 1972.
Pada 1974, Kuala Lumpur ditetapkan sebagai wilayah federal yang berada langsung di bawah pemerintah pusat Malaysia. Sementara itu, pusat pemerintahan Malaysia kemudian dipindahkan ke Putrajaya.
Meski begitu, Kuala Lumpur tetap menjadi ibu kota resmi Malaysia. Kota ini juga masih menjadi salah satu pusat bisnis utama negara.
Baca Juga: Mengenal Tokyo, Ibu Kota Jepang yang Jadi Pusat Teknologi dan Budaya
Menara Petronas, Ikon Kuala Lumpur

Kalau membahas Kuala Lumpur, Menara Petronas tentu tidak bisa dilewatkan. Dua gedung kembar ini menjadi ikon kota yang paling mudah dikenali.
Menara Petronas memiliki tinggi 452 meter dengan 88 lantai. Gedung ini dirancang oleh arsitek asal Argentina, César Pelli.
Desainnya memadukan arsitektur modern dengan elemen arsitektur Islam khas Malaysia. Pembangunannya rampung pada 1998 dan resmi dibuka pada 31 Agustus 1999.
Menara Petronas sempat menjadi gedung tertinggi di dunia pada 1998 hingga 2004. Setelah itu, gelarnya diambil alih oleh Taipei 101.
Meski tidak lagi menjadi gedung tertinggi di dunia, Menara Petronas tetap punya daya tarik tersendiri. Gedung ini masih dikenal sebagai gedung kembar tertinggi di dunia.
Salah satu bagian ikoniknya adalah skybridge yang menghubungkan kedua menara. Jembatan ini berada di lantai 41 dan 42.
Pengunjung juga bisa naik ke observation deck di lantai 86. Dari sini, kamu bisa melihat pemandangan Kuala Lumpur dari ketinggian.
Keberagaman Budaya di Kuala Lumpur
Selain gedung pencakar langit, Kuala Lumpur juga menarik karena keberagaman budayanya. Budaya Melayu, Tionghoa, dan India hidup berdampingan di berbagai sudut kota.
Kamu bisa melihat perpaduan tersebut saat mengunjungi kawasan seperti Chinatown di Petaling Street dan Little India.
Perayaan budaya juga menjadi bagian menarik dari kehidupan kota. Beberapa di antaranya adalah:
- Hari Raya Aidilfitri
- Tahun Baru Imlek
- Deepavali
Keberagaman agama juga terlihat dari berbagai landmark di Kuala Lumpur. Salah satunya adalah Masjid Negara yang menjadi salah satu masjid penting di kota ini.
Ada juga Batu Caves, kompleks gua kapur yang menjadi tempat ibadah umat Hindu. Di depannya terdapat patung Dewa Murugan setinggi 42,7 meter.
Tempat Wisata Lain di Kuala Lumpur
Menara Petronas bukan satu-satunya tempat menarik di Kuala Lumpur. Ada banyak destinasi lain yang bisa masuk ke itinerary liburanmu.
KL Tower
KL Tower atau Menara KL merupakan menara telekomunikasi yang memiliki observation deck. Tempat ini bisa menjadi pilihan untuk melihat pemandangan kota dari ketinggian.
Batu Caves
Batu Caves merupakan kompleks gua kapur dengan kuil Hindu di dalamnya. Lokasinya berada sekitar 13 kilometer dari pusat Kuala Lumpur.
Selain guanya, tempat ini terkenal dengan patung Dewa Murugan berukuran besar di bagian depan. Tangga warna-warni menuju area kuil juga menjadi salah satu spot yang banyak dikunjungi wisatawan.
Bukit Bintang
Kalau kamu suka belanja dan wisata kuliner, Bukit Bintang bisa masuk daftar kunjungan. Kawasan ini dipenuhi pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat hiburan.
Suasananya juga semakin ramai saat malam hari. Lampu neon dan hiruk-pikuk kota membuat kawasan ini punya suasana yang khas.
Merdeka Square
Merdeka Square atau Dataran Merdeka merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kuala Lumpur. Tempat ini berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Malaysia pada 1957.
Di sekitarnya terdapat berbagai bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya kolonial Inggris. Karena itu, kawasan ini cocok untuk kamu yang ingin melihat sisi sejarah Kuala Lumpur.
Informasi Praktis untuk Wisatawan Indonesia
Mata uang yang digunakan di Kuala Lumpur adalah Ringgit Malaysia (MYR). Nilai tukarnya juga relatif mudah disesuaikan bagi wisatawan Indonesia.
Soal bahasa, kamu tidak perlu terlalu khawatir. Bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia punya banyak kemiripan dengan Bahasa Indonesia.
Untuk makanan, kamu juga bisa menemukan pilihan halal dan non-halal. Beberapa tempat makan mencantumkan label tersebut sehingga wisatawan Muslim lebih mudah memilih.
Akses menuju Kuala Lumpur juga cukup praktis. Ada banyak penerbangan langsung dari beberapa kota besar di Indonesia.
Karena itu, Kuala Lumpur cocok untuk liburan singkat maupun perjalanan yang lebih panjang. Kamu bisa menjadikannya pilihan untuk short getaway ke luar negeri.
Baca Juga: Mengenal Roma, Ibu Kota Italia yang Jadi Pusat Sejarah Dunia
Jelajahi Asia Tenggara Bersama SatuSatu
Kalau kamu ingin menjelajahi destinasi menarik di Asia Tenggara, kamu bisa langsung pesan tiket lewat SatuSatu.com
Untuk liburan ke Singapura, Universal Studios Singapore bisa menjadi pilihan. Taman hiburan bertema film ini menawarkan berbagai wahana dan atraksi untuk wisatawan.
Kamu juga bisa mengunjungi Singapore Oceanarium. Destinasi ini cocok buat kamu yang ingin melihat beragam biota laut dari dekat.
Pertanyaan Terkait Kuala Lumpur
Apa arti nama Kuala Lumpur?
Kuala Lumpur berarti “pertemuan sungai yang berlumpur” dalam bahasa Melayu. Nama ini merujuk pada lokasi kota di pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak.
Berapa tinggi Menara Petronas di Kuala Lumpur?
Menara Petronas memiliki tinggi 452 meter dengan 88 lantai. Gedung ini pernah menjadi gedung tertinggi di dunia pada 1998 hingga 2004.
Apa mata uang yang dipakai di Kuala Lumpur?
Mata uang yang digunakan di Kuala Lumpur adalah Ringgit Malaysia (MYR). Mata uang ini digunakan untuk berbagai transaksi selama berada di Malaysia.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.