Makanan khas Singapura jadi salah satu alasan banyak wisatawan Indonesia betah menjelajah Negeri Singa.
Selain terkenal dengan Marina Bay Sands dan Gardens by the Bay, Singapura juga punya kuliner yang sering jadi oleh-oleh cerita setelah liburan.
Menariknya, makanan khas Singapura punya perpaduan rasa dari budaya Tionghoa, Melayu, India, hingga Peranakan.
Walaupun negaranya kecil, pilihan kulinernya sangat beragam, terutama di hawker centre yang terkenal dengan makanan enak dan harga ramah kantong.
Berikut 12 makanan khas Singapura yang wajib kamu coba saat liburan.
Hainanese Chicken Rice
📍 Maxwell Food Centre, Chinatown
💰 Mulai sekitar S$5 per porsi
Hainanese chicken rice adalah salah satu makanan khas Singapura yang paling terkenal.
Hidangan ini berupa ayam rebus yang lembut dengan nasi gurih yang dimasak menggunakan kaldu ayam dan jahe.
Salah satu tempat yang paling populer adalah Tian Tian Chicken Rice di Maxwell Food Centre.
Kedai ini pernah mendapat pengakuan dari Michelin Guide dan juga sempat dipuji oleh Gordon Ramsay.
Meski terlihat sederhana, perpaduan ayam lembut, nasi wangi, dan saus khasnya membuat menu ini jadi favorit banyak wisatawan.
Char Kway Teow
📍 Maxwell Food Centre dan Chinatown Complex
💰 Sekitar S$4–6 per porsi
Char kway teow adalah kwetiau goreng khas Singapura yang dimasak dengan api besar menggunakan wok.
Teknik ini menghasilkan aroma smoky atau sedikit berasap yang menjadi ciri khasnya.
Biasanya, char kway teow dibuat dengan campuran telur, udang, kerang, taoge, kecap, dan sambal. Bagian kwetiau yang sedikit gosong karena terkena panas wok justru menjadi daya tarik tersendiri.
Buat kamu yang suka makanan dengan rasa gurih dan aroma panggang, menu ini wajib masuk daftar coba.
Laksa
📍 Katong dan Joo Chiat
💰 Sekitar S$5–7 per mangkuk
Laksa Singapura terkenal dengan kuah santan pedas yang kaya rempah. Hidangan ini biasanya berisi mi beras, udang, tauge, dan bahan pelengkap lainnya.
Salah satu ciri khas laksa Singapura adalah mi-nya yang dipotong pendek. Karena itu, makanan ini biasanya disantap menggunakan sendok, bukan sumpit.
Kalau ingin mencoba versi yang lebih autentik, kawasan Katong dan Joo Chiat bisa jadi pilihan.
Area ini dikenal sebagai pusat budaya Peranakan dengan banyak kuliner khas yang masih mempertahankan resep tradisional.
Satay
📍 Lau Pa Sat, Boon Tat Street (malam hari)
💰 Sekitar S$0,80–1 per tusuk
Satay menjadi salah satu makanan khas Singapura yang menarik karena punya suasana makan yang unik.
Di malam hari, area Lau Pa Sat berubah menjadi tempat makan terbuka dengan aroma bakaran arang yang khas.
Potongan daging ayam atau kambing dibakar sampai harum, lalu disajikan dengan saus kacang bercita rasa gurih dan manis. Biasanya, satay juga dilengkapi ketupat serta irisan timun.
Selain rasanya enak, pengalaman makan satay di tengah suasana malam Singapura menjadi salah satu hal yang sulit dilupakan.
Bak Kut Teh
📍 Chinatown dan Balestier
💰 Sekitar S$8–12 per porsi
Bak kut teh adalah sup iga babi dengan kuah rempah yang cukup kuat. Versi Singapura biasanya memiliki rasa lada putih yang lebih dominan sehingga memberikan sensasi hangat saat disantap.
Menu ini sering dinikmati sebagai sarapan dan biasanya ditemani nasi putih atau cakwe yang dicelupkan ke dalam kuah.
Namun, karena menggunakan bahan dasar babi, makanan ini tidak cocok untuk wisatawan Muslim. Kalau kamu mencari makanan halal, masih ada banyak pilihan
Roti Prata
📍 Tekka Centre, Little India
💰 Sekitar S$1–2 per lembar
Roti prata adalah roti pipih khas Singapura yang punya tekstur renyah di bagian luar, tetapi tetap lembut di dalam.
Adonan roti ini digoreng hingga matang lalu biasanya disajikan bersama kuah kari.
Tekka Centre di kawasan Little India jadi salah satu tempat favorit untuk mencoba roti prata. Banyak kedai India Selatan di area ini sudah menjualnya sejak pagi sebagai menu sarapan.
Kalau kamu suka makanan yang sederhana tapi mengenyangkan, roti prata bisa jadi pilihan yang pas.
Kaya Toast
📍 Kedai kopi tradisional seperti Ya Kun Kaya Toast
💰 Sekitar S$2–3 per set
Kaya toast merupakan menu sarapan klasik Singapura yang cukup mudah ditemukan. Hidangan ini terdiri dari roti panggang tipis dengan olesan selai kaya dan mentega.
Biasanya, kaya toast disajikan bersama telur setengah matang dan kopi hitam. Kombinasi rasa manis dari selai kaya, gurih dari mentega, dan pahit dari kopi membuat menu ini punya ciri khas tersendiri.
Meski sekarang banyak tersedia di berbagai tempat, menikmati kaya toast di kedai kopi lawas tetap punya pengalaman yang berbeda.
Chili Crab
📍 Restoran seafood di East Coast atau Clarke Quay
💰 Mulai sekitar S$40, tergantung ukuran kepiting
Chili crab termasuk makanan khas Singapura yang paling terkenal di kalangan wisatawan.
Hidangan ini berupa kepiting dengan saus tomat-cabai yang kental, manis, dan sedikit pedas.
Biasanya, chili crab disantap bersama mantou goreng. Roti kecil ini digunakan untuk mencocol saus kepiting yang kaya rasa.
Perlu diketahui, harga chili crab biasanya dihitung berdasarkan berat kepiting. Jadi, semakin besar ukuran kepiting yang dipilih, semakin tinggi juga harganya.
Fish Head Curry
📍 Restoran India di kawasan Little India
💰 Sekitar S$15–25 per porsi
Fish head curry adalah hidangan unik yang menggabungkan pengaruh kuliner India Selatan dan Tionghoa.
Sesuai namanya, menu ini menggunakan kepala ikan yang dimasak dalam kuah kari kental dengan berbagai rempah.
Rasanya gurih, sedikit asam, dan cukup kaya bumbu. Fish head curry biasanya disantap bersama nasi putih atau roti prata.
Buat kamu yang ingin mencoba kuliner Singapura dengan cita rasa berbeda, menu ini bisa menjadi pengalaman baru.
Murtabak
📍 Kampong Glam, sekitar Arab Street
💰 Sekitar S$5–8 per porsi
Murtabak adalah roti isi yang digoreng dengan isian daging cincang, bawang, dan telur. Bagian luarnya renyah, sedangkan isiannya terasa gurih dan cukup mengenyangkan.
Kawasan Kampong Glam dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Melayu dan Timur Tengah di Singapura. Karena itu, murtabak di area ini biasanya masih dibuat dengan resep tradisional.
Makanan ini sering disajikan bersama acar dan kuah kari agar rasanya semakin lengkap.
Nasi Lemak
📍 The Coconut Club dan berbagai hawker centre
💰 Sekitar S$8–15, tergantung pilihan lauk
Nasi lemak Singapura dibuat menggunakan santan dan daun pandan sehingga aromanya lebih harum. Menu ini biasanya disajikan bersama nasi, ikan teri, kacang, telur, dan sambal.
Salah satu tempat yang cukup dikenal untuk menikmati nasi lemak adalah The Coconut Club. Tempat ini menyajikan versi yang lebih premium dengan pilihan lauk seperti ikan tenggiri bakar.
Kalau kamu mencari makanan khas Singapura yang dekat dengan cita rasa Indonesia, nasi lemak bisa menjadi pilihan yang aman.
Carrot Cake (Chai Tow Kway)
📍 Chinatown Complex dan hawker centre besar lainnya
💰 Sekitar S$3–5 per porsi
Jangan terkecoh dengan namanya, carrot cake Singapura bukan kue wortel manis seperti yang biasa ditemukan di beberapa negara lain. Chai tow kway sebenarnya terbuat dari kue lobak putih yang digoreng bersama telur.
Menu ini biasanya tersedia dalam dua versi, yaitu dengan kecap manis atau versi gurih dengan kecap asin. Teksturnya lembut dan kenyal di bagian dalam, tetapi sedikit garing di luar.
Carrot cake menjadi salah satu contoh kuliner Singapura yang sederhana, tetapi punya banyak penggemar.
Jelajahi Singapura Bersama SatuSatu

Kalau setelah berburu makanan khas Singapura kamu ingin menambah aktivitas seru, kamu bisa langsung cek pilihan pengalaman wisata lewat SatuSatu.com
Salah satu aktivitas yang cocok untuk melengkapi liburan adalah Tiket Universal Studios Singapore.
Taman hiburan di Sentosa ini punya berbagai wahana bertema film yang seru untuk keluarga, pasangan, maupun teman perjalanan.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba Singapore Oceanarium untuk melihat berbagai koleksi biota laut dalam satu tempat.
Aktivitas ini cocok buat kamu yang ingin wisata santai setelah puas menjelajahi kuliner Singapura.
Pertanyaan Seputar Makanan Khas Singapura
Apa makanan khas Singapura yang paling terkenal?
Hainanese chicken rice, yang dikenal sebagai hidangan nasional Singapura.
Di mana tempat terbaik mencoba makanan khas Singapura?
Hawker centre seperti Maxwell Food Centre dan Chinatown Complex.
Apakah semua makanan khas Singapura halal?
Tidak. Namun, banyak pilihan halal seperti satay, murtabak, dan nasi lemak.