Masjid Agung Medan atau Masjid Raya Al-Mashun merupakan salah satu ikon wisata religi di Sumatera Utara. Masjid ini dibangun oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam dari Kesultanan Deli dan selesai pada 1909.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menyimpan cerita tentang Kesultanan Deli. Arsitekturnya memadukan gaya Timur Tengah, India, dan Spanyol.
Lokasinya juga dekat dengan Istana Maimun. Jadi, kamu bisa mengunjungi kedua tempat ini dalam satu perjalanan.
Lokasi dan Akses ke Masjid Agung Medan
Masjid Agung Medan berada di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sumatera Utara. Lokasinya sekitar 300 meter dari Istana Maimun.
Jaraknya cukup dekat kalau kamu ingin mengunjungi dua tempat sekaligus. Keduanya juga masih berkaitan dengan sejarah Kesultanan Deli.
Kalau berangkat dari Bandara Internasional Kualanamu, perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam. Waktu tempuh bisa berubah tergantung kondisi lalu lintas.
Sementara itu, dari pusat Kota Medan biasanya hanya membutuhkan sekitar 10–15 menit berkendara. Akses jalan menuju masjid juga cukup mudah.
Baca Juga: Masjid Agung Surabaya: Lokasi, Sejarah, dan Daya Tariknya
Harga Tiket dan Jam Buka Masjid Agung Medan
Masjid Agung Medan merupakan tempat ibadah yang masih aktif digunakan. Masjid ini buka setiap hari selama 24 jam.
Untuk berkunjung, kamu tidak perlu membeli tiket masuk. Biasanya juga tersedia kotak donasi untuk membantu pemeliharaan masjid.
Waktu berkunjung tetap perlu diperhatikan. Kamu bisa datang pada:
- Pagi: sekitar pukul 08.00–11.00
- Sore: setelah pukul 14.00
- Waktu salat: sebaiknya tidak digunakan untuk aktivitas wisata
Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati bangunan tanpa mengganggu jemaah yang sedang beribadah.
Daya Tarik Masjid Agung Medan

Salah satu daya tarik Masjid Agung Medan adalah bentuk bangunannya yang khas. Masjid ini memiliki bentuk segi delapan dengan empat serambi.
Serambi tersebut berada di sisi utara, selatan, timur, dan barat. Bentuknya membuat Masjid Agung Medan terlihat berbeda dari banyak masjid lainnya.
Pembangunannya dirancang oleh arsitek Belanda Theodoor van Erp. Pengerjaannya kemudian dilanjutkan oleh J.A. Tingdeman.
Bagian dalam masjid juga memiliki berbagai detail menarik. Salah satunya adalah delapan pilar utama yang menggunakan marmer dari Italia.
Ada juga lampu gantung dan kaca patri yang didatangkan dari luar negeri. Perpaduan unsur Eropa, Melayu, dan Timur Tengah membuat bangunan ini punya karakter tersendiri.
Ada Al-Qur’an Tua di Dalam Masjid
Selain bangunannya, Masjid Agung Medan juga menyimpan Al-Qur’an tua. Koleksi ini dipajang di dekat pintu masuk jemaah laki-laki.
Al-Qur’an tersebut sudah berusia lebih dari satu abad. Tulisan di dalamnya masih dapat terlihat dengan jelas.
Buat kamu yang suka sejarah, bagian ini bisa menjadi salah satu hal menarik untuk diamati. Jadi, jangan hanya melihat bangunan dari bagian luarnya saja.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Ada beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan saat berkunjung ke Masjid Agung Medan.
- Memotret bagian luar masjid.
- Melihat bentuk bangunan segi delapan.
- Mengamati kaca patri dan pilar marmer.
- Melihat koleksi Al-Qur’an tua.
- Melanjutkan perjalanan ke Istana Maimun.
- Berkeliling area masjid dengan santai.
Area masjid tidak terlalu luas. Kamu bisa menyisihkan sekitar 30–45 menit untuk melihat-lihat bangunannya.
Kalau ingin mengamati detail arsitektur dan sejarahnya, sebaiknya jangan terburu-buru. Setelah dari masjid, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Istana Maimun.
Fasilitas di Sekitar Masjid Agung Medan
Beberapa fasilitas yang bisa kamu temukan di area sekitar masjid antara lain:
- Lahan parkir kendaraan.
- Area wudu.
- Toilet umum.
- Sarung atau kerudung untuk pengunjung.
- Warung dan pedagang kaki lima di sekitar masjid.
Fasilitas tersebut cukup membantu kalau kamu ingin berkunjung dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Kamu juga bisa mencari makanan di sekitar masjid setelah selesai berkeliling. Jadi, tidak perlu langsung pergi jauh untuk mencari tempat makan.
Tips Berkunjung ke Masjid Agung Medan
Karena Masjid Agung Medan masih aktif digunakan untuk ibadah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.
- Gunakan pakaian yang sopan dan menutup bahu serta lutut.
- Gunakan sarung atau kerudung jika diperlukan.
- Hindari berkeliling saat waktu salat.
- Datang pagi jika ingin suasana yang lebih nyaman.
- Jangan mengganggu jemaah saat mengambil foto.
- Siapkan uang tunai kecil jika ingin memberikan donasi.
Kalau ingin menikmati bangunannya dengan lebih tenang, pagi hari bisa menjadi pilihan. Kamu juga bisa datang setelah pukul 14.00 saat aktivitas ibadah sudah lebih longgar.
Baca Juga: Mengenal Masjid Agung Sibolga dan Daya Tariknya
Jelajahi Destinasi Lain Bersama SatuSatu
Setelah menjelajahi Masjid Agung Medan, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke destinasi lain lewat SatuSatu.com
Salah satu pilihannya adalah Borobudur Tiket Masuk Kuil. Aktivitas ini cocok untuk kamu yang ingin melihat situs bersejarah lainnya di Indonesia.
Ada juga Yogyakarta Tur Sehari Pribadi dengan Objek Wisata Utama & Mobil. Pilihan ini bisa memudahkan kamu berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain.
Pertanyaan Seputar Masjid Agung Medan
Apakah Masjid Agung Medan bisa dikunjungi wisatawan non-Muslim?
Bisa. Pengunjung perlu berpakaian sopan dan menghormati aktivitas ibadah.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berkunjung?
Sekitar 30–45 menit. Jika sekalian ke Istana Maimun, siapkan waktu lebih panjang.
Apakah ada tiket masuk ke Masjid Agung Medan?
Tidak ada tiket masuk. Donasi untuk pemeliharaan masjid bersifat sukarela.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.