Museum Bahari Jakarta adalah museum maritim di Jakarta Utara. Lokasinya menempati bekas gudang rempah VOC di tepi muara Sungai Ciliwung.
Museum ini terkenal dengan koleksi perahu tradisional dari berbagai daerah. Kamu juga bisa melihat meriam VOC, kerangka kapal Pinisi, dan koleksi rempah Nusantara.
Lokasinya juga tidak jauh dari kawasan Kota Tua. Jadi, museum ini bisa kamu masukkan ke rencana jalan-jalan sehari di Jakarta.
Baca Juga: Titik Nol Jogja: Sejarah, Tempat Wisata, dan Kuliner di Sekitarnya
Lokasi dan Akses ke Museum Bahari Jakarta
Museum Bahari Jakarta berada di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Penjaringan, Jakarta Utara. Lokasinya persis di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa.
Menara Syahbandar juga berada sekitar 50 meter dari museum. Jadi, kamu bisa mengunjungi keduanya dengan berjalan kaki.
Kalau berangkat dari pusat kota, kamu bisa naik TransJakarta Koridor 1. Turun di Halte Kota yang berada dekat Stasiun Jakarta Kota.
Dari halte, jaraknya sekitar 20–25 menit berjalan kaki. Namun, kawasan ini cukup terik pada siang hari.
Kalau tidak ingin terlalu lama berjalan, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek.
Harga Tiket dan Jam Buka Museum Bahari Jakarta
Museum Bahari Jakarta buka dari Selasa sampai Minggu. Museum tutup setiap hari Senin.
Loket biasanya mulai melayani pengunjung sekitar pukul 08.00 WIB. Pada hari kerja, museum biasanya tutup sekitar pukul 15.00 WIB.
Jam operasional akhir pekan bisa berbeda. Jadi, sebaiknya cek informasi terbaru dari pengelola sebelum berangkat.
Untuk harga tiket, tarif yang tercantum dalam informasi yang digunakan untuk artikel ini adalah:
- Selasa–Jumat: mulai Rp10.000 untuk dewasa.
- Pelajar atau mahasiswa: mulai Rp5.000.
- Sabtu–Minggu: tiket dewasa mulai Rp15.000.
- Wisatawan mancanegara: mulai Rp50.000.
- Rombongan minimal 30 orang: tersedia harga khusus.
Harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu. Pastikan kamu mengecek tarif terbaru sebelum datang.
Daya Tarik Museum Bahari Jakarta

Daya tarik Museum Bahari Jakarta bukan cuma koleksinya. Bangunan tua bekas gudang VOC juga menjadi bagian menarik dari kunjungan.
Kamu tidak akan menemukan konsep museum modern dengan banyak layar interaktif. Sebaliknya, suasananya terasa lebih klasik karena bangunannya masih mempertahankan karakter lama.
Ruangan gudang VOC yang tinggi juga membuat suasana museum terasa berbeda. Kamu bisa membayangkan bagaimana tempat ini digunakan untuk menyimpan berbagai komoditas pada masa lalu.
Museum ini juga pernah mengalami kebakaran. Karena itu, susunan ruang pamer bisa saja berubah.
Sejarah Museum Bahari Jakarta
Bangunan Museum Bahari Jakarta awalnya dikenal sebagai Westzijdsche Pakhuizen atau gudang barat VOC. Pembangunannya berlangsung secara bertahap pada 1652–1771.
Pada masa VOC, bangunan ini digunakan untuk menyimpan berbagai komoditas. Beberapa di antaranya adalah:
- Pala
- Cengkih
- Lada
- Kopi
- Teh
Komoditas tersebut kemudian dikirim ke berbagai wilayah Asia dan Eropa.
Fungsi bangunan ini terus berubah dari waktu ke waktu. Pada masa pendudukan Jepang, gudang digunakan untuk menyimpan logistik tentara.
Setelah Indonesia merdeka, bangunan tersebut sempat digunakan oleh PLN dan PTT sebagai gudang.
Pemerintah DKI Jakarta kemudian melakukan pemugaran pada 1976. Setahun setelahnya, tepatnya 7 Juli 1977, Gubernur Ali Sadikin meresmikannya sebagai museum.
Di luar gedung, kamu juga bisa menemukan pos jaga. Bangunan tersebut merupakan sisa dari tembok kota lama Batavia.
Koleksi Museum Bahari Jakarta
Museum Bahari Jakarta memiliki ratusan koleksi berupa benda asli maupun replika. Pamerannya terbagi ke dalam tujuh ruang.
Topik yang dibahas cukup beragam. Ada teknologi penangkapan ikan, kehidupan masyarakat nelayan, biota laut, hingga pembuatan kapal tradisional.
Ada juga ruang yang membahas navigasi dan perkembangan pelabuhan Jakarta. Salah satunya menampilkan sejarah pelabuhan Jakarta pada periode 1800–2000.
Kamu juga bisa menemukan koleksi yang berkaitan dengan pelayaran kapal uap Indonesia–Eropa.
Beberapa koleksi yang menarik untuk dilihat antara lain:
- Meriam VOC
Ada enam meriam berlambang VOC di Gedung A. Koleksi ini termasuk peninggalan tertua yang ada di museum. - Kerangka kapal Pinisi
Kamu bisa melihat rangka kayu kapal Bugis sebelum bagian badan kapal dibentuk. - Perahu Gelati
Perahu berbahan kayu jati dari Madura ini memiliki panjang sekitar 12 meter. Kapasitasnya mencapai sekitar 18 orang. - Jukung Barito
Perahu dari Kalimantan Selatan ini dibuat dari satu batang pohon yang dilubangi. - Rempah Nusantara
Puluhan jenis rempah dipamerkan dalam wadah yang menggambarkan penyimpanan pada masa lalu.
Selain koleksi tersebut, ada juga berbagai alat navigasi. Contohnya sekstan dan lampu mercusuar.
Museum ini juga menyimpan cerita rakyat dan syair lagu yang berkaitan dengan kehidupan para nelayan.
Rekomendasi Aktivitas di Museum Bahari Jakarta
Biar kunjunganmu tidak cuma keliling lalu pulang, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.
- Telusuri ruang pamer secara berurutan.
Cara ini membuat cerita tentang sejarah maritim terasa lebih nyambung. - Cari enam meriam VOC.
Perhatikan lambang dan inisial yang terdapat pada bagian badan meriam. - Kunjungi Menara Syahbandar.
Menara ini berdiri sejak 1839 dan dahulu digunakan untuk mengawasi lalu lintas kapal menuju pelabuhan. - Foto di area bangunan tua.
Pos jaga yang menjadi bagian dari sisa tembok kota lama Batavia bisa menjadi salah satu spot foto.
Kalau ingin naik ke Menara Syahbandar, pastikan dulu informasi tiketnya di loket. Ketentuan kunjungan bisa berubah.
Fasilitas di Sekitar Museum Bahari Jakarta
Kawasan sekitar museum cukup menarik untuk dijelajahi dalam satu hari. Salah satu yang paling dekat adalah Pelabuhan Sunda Kelapa di seberang jalan.
Kamu bisa melihat kawasan dermaga tua yang masih digunakan. Setelah dari museum, perjalanan bisa dilanjutkan ke kawasan Kota Tua.
Beberapa tempat yang bisa masuk rute perjalanan antara lain:
- Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah
- Museum Wayang
- Pelabuhan Sunda Kelapa
- Menara Syahbandar
Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang juga buka dari Selasa sampai Minggu. Jam kunjungnya sekitar pukul 09.00–15.00 WIB.
Tips Berkunjung ke Museum Bahari Jakarta
Kalau ingin lebih nyaman, datanglah sejak pagi. Udara biasanya belum terlalu panas dan waktu kunjunganmu juga lebih leluasa.
Beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan:
- Pakai alas kaki yang nyaman.
- Bawa air minum.
- Gunakan topi atau pelindung dari matahari.
- Cek jam buka terbaru sebelum berangkat.
- Kalau bisa, pilih hari kerja untuk suasana yang lebih tenang.
Setelah selesai di museum, kamu bisa lanjut berjalan-jalan di kawasan Kota Tua. Lokasinya masih cukup dekat, jadi rutenya bisa dibuat sekaligus.
Baca Juga: Mengenal Galeri Indonesia Kaya, Pusat Seni dan Budaya Indonesia
Jelajahi Jakarta Bersama SatuSatu
Kalau masih punya waktu setelah keliling museum, kamu bisa mencari aktivitas lain lewat SatuSatu.com
Setelah perjalanan panjang dengan kereta atau bus, Kokuo Family Massage & Reflexology – Menteng di kawasan Menteng bisa jadi tempat istirahat yang dekat. Pijat dan refleksinya cocok untuk meluruskan badan yang pegal.
Kalau kamu bepergian dengan anak-anak, Tiket Masuk KidZania Jakarta layak masuk daftar. Anak-anak bisa mencoba lebih dari 100 aktivitas bermain peran, dan tiketnya berlaku untuk waktu bermain hingga 5 jam.
Pertanyaan Seputar Museum Bahari Jakarta
Apa itu Museum Bahari Jakarta?
Museum Bahari Jakarta adalah museum di Jakarta Utara yang menyimpan koleksi perahu, alat navigasi, dan peninggalan sejarah maritim Indonesia.
Museum Bahari Jakarta buka hari apa saja?
Museum Bahari Jakarta buka Selasa–Minggu dan tutup setiap Senin. Cek informasi terbaru dari pengelola sebelum berkunjung.
Apakah Museum Bahari Jakarta cocok untuk anak-anak?
Ya, museum ini cocok untuk wisata edukasi anak. Mereka bisa melihat koleksi perahu, meriam, dan miniatur kapal secara langsung.