Kalau liburan ke Banyuwangi, jangan lupa siapkan waktu buat berburu oleh-oleh khas Banyuwangi. Pilihannya bukan cuma camilan, tetapi juga kopi, batik, sampai kerajinan tangan khas daerah.
Banyuwangi memang terkenal dengan Kawah Ijen dan Alas Purwo. Daerah ini juga punya banyak produk lokal yang menarik untuk dibawa pulang.
Biar tidak bingung saat belanja, berikut daftar oleh-oleh khas Banyuwangi yang bisa kamu masukkan ke list. Ada lokasi beli, kisaran harga, dan daya tahannya juga.
Kue Bagiak
📍 Sentra: Gajah Oling, Rumah Kue Gajah Oling, dan toko oleh-oleh di Jalan Imam Bonjol
💰 Harga: Rp15.000–35.000 per kemasan
⏳ Daya tahan: Hingga 2–3 bulan
Bagiak termasuk oleh-oleh khas Banyuwangi yang cukup ikonik. Kue kering ini dibuat dari tepung sagu dengan tekstur renyah dan rasa manis yang pas.
Pilihan rasanya juga cukup beragam. Ada durian, pandan, jahe, hingga keju.
Kalau mau, kamu bisa membeli beberapa rasa sekaligus. Bagiak juga cukup awet selama disimpan dalam wadah tertutup.
Baca Juga: 15 Oleh-Oleh Khas Cirebon, dari Kerupuk Melarat hingga Batik Trusmi
Sale Pisang
📍 Sentra: Pusat oleh-oleh dan pasar tradisional di Banyuwangi kota
💰 Harga: Rp10.000–25.000 per bungkus
⏳ Daya tahan: Sekitar 1–2 bulan untuk versi kering
Banyuwangi pernah mendapat julukan Kota Pisang sejak 1980-an. Tidak heran jika sale pisang menjadi salah satu oleh-oleh khas Banyuwangi yang banyak dicari.
Camilan ini dibuat dari pisang kepok matang yang dijemur. Setelah itu, pisang bisa digoreng atau dipanggang.
Ada versi basah yang terasa lebih legit. Ada juga versi goreng yang teksturnya lebih renyah.
Bolu Kuwuk
📍 Sentra: Toko oleh-oleh di sekitar Bandara Banyuwangi dan pusat kota
💰 Harga: Rp15.000–30.000 per toples
⏳ Daya tahan: Hingga 1–2 bulan
Bolu kuwuk atau kue klemben merupakan kue kering khas suku Osing. Bagian luarnya kering, sedangkan bagian dalamnya terasa lebih lembut.
Bentuknya juga menarik dan cukup beragam. Ada bentuk kura-kura, bunga, hingga ikan.
Rasanya cenderung manis dan gurih. Varian yang tersedia antara lain orisinal, vanila, jahe, dan kayu manis.
Karena teksturnya kering, kue ini cukup praktis untuk dibawa dalam perjalanan jauh.
Kopi Banyuwangi
📍 Sentra: Toko kopi lokal dan pusat oleh-oleh di kawasan Osing
💰 Harga: Rp25.000–60.000 per 200 gram
⏳ Daya tahan: Lebih dari 6 bulan dalam kemasan tertutup rapat
Banyuwangi juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Jawa Timur. Kopi dari dataran tinggi Ijen tersedia dalam jenis robusta dan arabika.
Karakter rasanya cenderung kuat dengan aroma yang khas. Oleh karena itu, kopi Banyuwangi bisa jadi pilihan untuk pencinta kopi.
Kamu bisa membeli kopi bubuk siap seduh. Kalau punya alat penggiling sendiri, tersedia juga pilihan biji kopi utuh.
Kemasan yang kedap udara membuat kopi cukup praktis dibawa pulang.
Durian Merah Banyuwangi
📍 Sentra: Sentra buah dan pasar musiman di kawasan Kalibaru dan Glenmore
💰 Harga: Bervariasi mengikuti musim dan biasanya lebih tinggi dari durian biasa
⏳ Daya tahan: Buah segar sekitar 2–3 hari
Durian merah menjadi salah satu buah yang menarik untuk dicoba saat berada di Banyuwangi. Daging buahnya memiliki warna oranye kemerahan dengan rasa manis dan legit.
Aromanya juga disebut tidak terlalu menyengat dibandingkan durian pada umumnya. Cocok buat kamu yang ingin mencoba jenis durian berbeda.
Kalau ingin dibawa pulang dalam perjalanan jauh, buah segar mungkin kurang praktis. Kamu bisa memilih olahannya seperti dodol durian atau keripik durian.
Batik Gajah Oling
📍 Sentra: Sentra batik di Kecamatan Banyuwangi dan Kabat
💰 Harga: Mulai Rp150.000, tergantung bahan dan ukuran kain
⏳ Daya tahan: Tidak ada batas waktu penyimpanan
Kalau ingin membawa pulang oleh-oleh nonmakanan, batik Gajah Oling bisa masuk daftar. Motif ini dikenal sebagai salah satu motif batik paling ikonik dari Banyuwangi.
Motif Gajah Oling terinspirasi dari bentuk belalai gajah. Motif tersebut juga memiliki makna yang berkaitan dengan kebesaran.
Selain Gajah Oling, ada beberapa motif lain yang bisa ditemukan. Contohnya Kangkung Setingkes, Sembruk Cacing, dan Gedhegan.
Batiknya tersedia dalam bentuk kain, kemeja, hingga aksesori. Jadi, kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Kanggi
📍 Sentra: Toko oleh-oleh resmi dan galeri UMKM Banyuwangi
💰 Harga: Rp50.000–150.000 per paket, tergantung isi
⏳ Daya tahan: Tergantung isi paket, umumnya 1–2 bulan
Kanggi merupakan singkatan dari Keranjang Rasa Banyuwangi. Produk ini berupa paket oleh-oleh dalam kemasan anyaman bambu.
Isinya bisa berupa berbagai produk lokal. Mulai dari kue kering, kopi, batik mini, hingga sabun tradisional.
Kanggi cocok buat kamu yang ingin memberikan beberapa jenis oleh-oleh sekaligus. Kemasannya juga membuatnya terlihat lebih rapi saat diberikan kepada keluarga atau teman.
Anyaman Bambu Gintangan
📍 Sentra: Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi
💰 Harga: Rp20.000–200.000, tergantung ukuran dan bentuk
⏳ Daya tahan: Tidak ada batas waktu penyimpanan
Desa Gintangan dikenal sebagai salah satu sentra anyaman bambu di Banyuwangi. Keterampilan membuat kerajinan ini sudah diwariskan dari generasi ke generasi.
Produknya cukup beragam. Ada keranjang, tas, hingga suvenir berukuran kecil.
Beberapa produk juga memiliki sentuhan musik bambu khas daerah. Kerajinan dari Gintangan bahkan sudah dipasarkan ke Malaysia, Jepang, dan sejumlah negara di Eropa.
Kalau kamu mencari oleh-oleh yang bisa dipakai di rumah, anyaman bambu bisa jadi pilihan menarik.
Untir-Untir
📍 Sentra: Pusat oleh-oleh dan pasar tradisional di Banyuwangi kota
💰 Harga: Rp15.000–25.000 per bungkus
⏳ Daya tahan: Sekitar 1 bulan
Untir-untir dikenal juga dengan nama kue tambang. Bentuknya dipilin seperti tali sehingga mudah dikenali.
Camilan ini dibuat dari tepung dan kacang tanah yang ditumbuk halus. Setelah itu, adonan digoreng hingga renyah.
Rasanya manis dengan sedikit gurih dari kacang. Untir-untir cocok disantap sambil minum teh atau kopi.
Teksturnya yang kering juga membuat camilan ini cukup praktis untuk dibawa perjalanan jauh.
Ladrang Sabrang
📍 Sentra: Toko oleh-oleh di pusat kota Banyuwangi
💰 Harga: Rp15.000–30.000 per bungkus
⏳ Daya tahan: Sekitar 1–2 bulan
Ladrang sabrang dibuat dari ubi ungu. Ubi tersebut diolah menjadi camilan berbentuk stik dengan tekstur renyah.
Warnanya terlihat menarik karena berasal dari warna alami ubi. Rasanya cenderung manis dengan aroma khas ubi.
Camilan ini juga mengandung serat dan beta karoten dari bahan ubinya. Ladrang sabrang bisa dipilih kalau kamu ingin oleh-oleh yang sedikit berbeda.
Rengginang Khas Banyuwangi
📍 Sentra: Pasar tradisional dan toko oleh-oleh lokal
💰 Harga: Rp15.000–35.000 per bungkus
⏳ Daya tahan: Sekitar 1–2 bulan dalam kemasan kedap udara
Rengginang Banyuwangi dibuat dari ketan yang dijemur sebelum digoreng. Hasilnya berupa camilan dengan tekstur garing dan renyah.
Rasanya gurih dengan sentuhan bumbu terasi atau udang. Pilihannya bisa berbeda tergantung varian yang tersedia.
Rengginang termasuk oleh-oleh khas Banyuwangi yang praktis. Camilan ini juga cukup awet untuk dibawa pulang menggunakan pesawat atau kereta.
Kerupuk Rumput Laut Wongsorejo
📍 Sentra: Kawasan pesisir Wongsorejo, Banyuwangi utara
💰 Harga: Rp15.000–30.000 per bungkus
⏳ Daya tahan: Hingga 3 bulan dalam kondisi kering
Wongsorejo dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil rumput laut di Banyuwangi. Salah satu produk olahannya adalah kerupuk rumput laut.
Rasanya gurih dengan tekstur renyah setelah digoreng. Ada sedikit sensasi rasa laut yang membuatnya berbeda dari kerupuk biasa.
Kerupuk ini biasanya masih dalam kondisi mentah saat dijual. Jadi, kamu perlu menggorengnya sendiri sebelum disantap.
Tape Buntut
📍 Sentra: Pusat oleh-oleh dan pasar tradisional Banyuwangi
💰 Harga: Rp10.000–20.000 per bungkus
⏳ Daya tahan: Sekitar 3–5 hari di suhu ruang
Tape buntut merupakan olahan singkong fermentasi khas Banyuwangi. Rasanya manis dan sedikit asam dengan tekstur yang lembut.
Camilan ini punya karakter yang mirip tape pada umumnya. Bedanya, tape buntut memiliki cita rasa lokal yang khas.
Daya tahannya lebih pendek dibandingkan camilan kering. Sebaiknya segera dikonsumsi atau disimpan di kulkas setelah dibeli.
Dodol Salak
📍 Sentra: Kawasan penghasil salak di Banyuwangi dan toko oleh-oleh kota
💰 Harga: Rp15.000–30.000 per bungkus
⏳ Daya tahan: Sekitar 1 bulan
Banyuwangi juga memiliki kawasan penghasil salak. Buah ini kemudian diolah menjadi dodol dengan rasa manis dan legit.
Aroma salaknya masih terasa cukup kuat. Teksturnya kenyal seperti dodol pada umumnya.
Dodol salak bisa jadi pilihan kalau kamu bosan dengan dodol rasa original. Pilihan ini juga menarik buat pencinta olahan buah.
Pia Glenmore
📍 Sentra: Kawasan Glenmore, Banyuwangi barat
💰 Harga: Rp20.000–35.000 per kotak
⏳ Daya tahan: Sekitar 2–3 minggu
Pia Glenmore merupakan versi lokal dari bakpia. Isinya kacang hijau manis dengan kulit tipis yang dipanggang hingga matang.
Pia memang bisa ditemukan di banyak daerah. Pia Glenmore punya ciri khas dari nama daerah asalnya, yaitu kawasan Glenmore.
Harganya juga relatif terjangkau. Kamu bisa membelinya dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga, teman, atau rekan kerja.
Baca Juga: 15 Oleh-Oleh Khas Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba
Jelajahi Indonesia Bersama SatuSatu

Setelah puas berburu oleh-oleh khas Banyuwangi, perjalananmu mungkin masih berlanjut ke kota lain. Kamu bisa cek SatuSatu.com untuk mencari berbagai pengalaman wisata.
Kalau perjalananmu lanjut ke Yogyakarta, salah satu pilihannya adalah Borobudur & Prambanan Temple Tur Sehari. Ada juga Yogyakarta Tur Sehari Pribadi dengan Objek Wisata Utama & Mobil untuk kamu yang ingin jadwal lebih fleksibel.
Pertanyaan Seputar Oleh-Oleh Khas Banyuwangi
Apa oleh-oleh khas Banyuwangi yang paling terkenal?
Kue bagiak dan kopi Banyuwangi termasuk pilihan yang populer, khas, dan cukup tahan lama.
Di mana tempat beli oleh-oleh khas Banyuwangi yang lengkap?
Kamu bisa mencari oleh-oleh khas Banyuwangi di sekitar Jalan Imam Bonjol dan Jalan Letkol Ngurah Rai dengan pilihan camilan, kopi, hingga kerajinan.
Oleh-oleh khas Banyuwangi apa yang tahan lama untuk dibawa naik pesawat?
Bagiak, bolu kuwuk, untir-untir, rengginang, dan kopi bubuk dalam kemasan bisa jadi pilihan karena praktis dan tidak mudah basi.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.