Lompat ke konten
Home » 10 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Wajib Dibawa Pulang

10 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Wajib Dibawa Pulang

Oleh-oleh khas Jogja selalu punya tempat tersendiri di hati wisatawan. Pilihannya pun jauh lebih banyak daripada sekadar bakpia. 

Mulai dari makanan tradisional yang sudah bertahan puluhan tahun, minuman rempah yang menghangatkan, cokelat lokal premium, sampai kerajinan tangan dengan nilai seni tinggi, semuanya bisa kamu temukan di Yogyakarta.

Kalau kamu sedang liburan ke Jogja dan bingung mau membawa pulang apa untuk keluarga atau teman, daftar ini bisa jadi panduan. Ada pilihan oleh-oleh khas Jogja yang cocok untuk camilan, buah tangan praktis, sampai hadiah yang lebih berkesan.

Bakpia Pathok

📍 Kawasan Pathok, sekitar Jalan KS Tubun, dekat Malioboro
💰 Mulai Rp25.000–Rp55.000 per kotak

Kalau membahas oleh-oleh khas Jogja, bakpia pasti jadi nama pertama yang muncul. Kue kecil berbentuk bulat ini sudah menjadi ikon kuliner Yogyakarta sejak lama, bahkan produksinya sudah dimulai sejak 1948.

Bakpia memiliki kulit tipis dengan isian lembut, terutama kacang hijau yang menjadi rasa klasiknya. Sekarang, pilihannya semakin beragam, mulai dari cokelat, keju, hingga green tea.

Beberapa merek yang cukup populer adalah Bakpia Pathok 25 dan Bakpia Pathok 75. Keduanya bisa kamu temukan langsung di kawasan Pathok, tempat yang memang dikenal sebagai pusat bakpia Jogja.

Gudeg Kaleng

📍 Toko oleh-oleh di pusat kota Jogja dan Bandara YIA
💰 Mulai Rp30.000–Rp50.000 per kaleng

Gudeg adalah salah satu makanan paling identik dengan Yogyakarta. Makanan ini dibuat dari nangka muda yang dimasak lama bersama santan dan rempah hingga menghasilkan rasa manis gurih yang khas.

Namun, gudeg segar biasanya tidak tahan lama untuk perjalanan jauh. Karena itu, gudeg kaleng menjadi pilihan praktis bagi wisatawan yang ingin membawa cita rasa Jogja ke rumah.

Dengan kemasan kaleng, gudeg bisa bertahan lebih lama tanpa perlu disimpan di kulkas. Beberapa pilihan yang sering diburu wisatawan adalah Gudeg Kaleng Bu Tjitro dan varian kaleng dari Gudeg Yu Djum.

Cokelat Monggo

📍 Toko Cokelat Monggo, Kotagede; tersedia juga di berbagai toko oleh-oleh
💰 Mulai Rp31.000–Rp100.000 per produk

Cokelat Monggo cocok buat kamu yang mencari oleh-oleh khas Jogja dengan kesan lebih premium. Cokelat ini dibuat dari kakao lokal Indonesia dan dikembangkan oleh ahli cokelat asal Belgia yang menetap di Jogja.

Variannya juga cukup unik. Selain rasa cokelat biasa, ada pilihan seperti dark chocolate, matcha, jahe, hingga rasa yang terinspirasi dari kuliner Indonesia.

Kemasan yang rapi membuat Cokelat Monggo cocok dijadikan hadiah untuk keluarga, teman, atau rekan kerja. Kalau punya waktu lebih, kamu bisa mampir ke tokonya di Kotagede untuk melihat suasana produksi dan mencicipi beberapa pilihan rasa.

Yangko

📍 Kotagede dan pusat oleh-oleh sekitar Malioboro
💰 Rp15.000–Rp30.000 per kotak

Yangko sering disebut sebagai “mochi khas Jogja”, meskipun sebenarnya makanan ini memiliki sejarah dan karakter tersendiri. Jajanan tradisional ini sudah lama menjadi bagian dari kuliner Yogyakarta.

Terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang cincang manis, yangko memiliki tekstur kenyal dan rasa yang lembut. Bentuknya yang kecil dengan warna pastel juga membuatnya terlihat menarik saat dijadikan oleh-oleh.

Sekarang, selain rasa klasik, ada juga variasi rasa buah yang bisa kamu coba.

Wedang Uwuh Instan

📍 Pusat oleh-oleh Malioboro, toko kerajinan, dan pasar lokal
💰 Rp10.000–Rp25.000 per bungkus

Wedang uwuh adalah minuman rempah khas Jogja yang terkenal dengan warna merah cantiknya. Warna tersebut berasal dari kayu secang yang dicampur dengan berbagai rempah seperti jahe, cengkeh, kapulaga, dan daun pala.

Namanya memang terdengar unik, tetapi rasanya justru hangat dan menyegarkan. Dulu wedang uwuh biasa disajikan dalam bentuk rempah kering, tetapi sekarang sudah tersedia versi instan yang lebih mudah dibawa pulang.

Oleh-oleh ini cocok untuk orang tua atau siapa saja yang suka minuman tradisional dengan cita rasa rempah.

Batik Jogja

Oleh-Oleh Khas Jogja

📍 Malioboro, Pasar Beringharjo, dan Kampung Batik Giriloyo
💰 Mulai Rp20.000 per meter untuk batik cap, batik tulis mulai Rp100.000

Batik Jogja bukan hanya kain, tetapi juga bagian dari budaya Yogyakarta. Motifnya memiliki ciri khas dengan warna dominan putih dan hitam serta banyak menggunakan pola klasik seperti parang, kawung, dan sidomukti.

Kamu bisa membeli batik dalam berbagai bentuk, mulai dari kain meteran, pakaian, tas, dompet, hingga aksesori.

Kalau ingin mencari pilihan yang lengkap, Pasar Beringharjo bisa menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi karena tersedia banyak pilihan dengan variasi harga.

Kerajinan Perak Kotagede

📍 Kawasan Kotagede, sekitar 5 km dari pusat Kota Yogyakarta
💰 Mulai Rp20.000 untuk souvenir kecil hingga ratusan ribu untuk perhiasan

Kotagede dikenal sebagai pusat kerajinan perak yang sudah berkembang sejak masa Kerajaan Mataram. Sampai sekarang, kawasan ini masih menjadi tujuan wisatawan yang mencari oleh-oleh bernilai seni.

Di sini kamu bisa menemukan berbagai produk, seperti cincin, gelang, kalung, miniatur candi, hingga dekorasi rumah dengan ukiran yang detail.

Menariknya, beberapa pengrajin juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk melihat proses pembuatannya. Kalau kamu ingin membawa pulang oleh-oleh yang lebih personal dan tahan lama, kerajinan perak bisa menjadi pilihan.

Kaos Dagadu

📍 Yogyatorium Dagadu Djokdja, Jalan Gedongkuning dan outlet resmi lainnya
💰 Mulai Rp50.000–Rp200.000 per produk

Dagadu adalah salah satu produk lokal Jogja yang sudah sangat dikenal. Brand ini berdiri sejak 1994 dan terkenal dengan desain kaos yang mengangkat humor khas Jogja melalui permainan kata yang kreatif.

Nama Dagadu sendiri berasal dari bahasa walikan Jogja yang berarti “matamu”. Karena itu, logo dan desainnya sering berkaitan dengan ciri khas tersebut.

Selain kaos, kamu juga bisa menemukan tote bag, topi, dan berbagai aksesori lainnya. Oleh-oleh ini cocok untuk kamu yang ingin membawa pulang suasana Jogja dengan gaya yang lebih santai.

Geplak

📍 Toko oleh-oleh kawasan Bantul dan pusat oleh-oleh Jogja
💰 Rp10.000–Rp25.000 per bungkus

Geplak adalah jajanan khas Bantul yang mudah dikenali dari warnanya yang cerah. Makanan ini dibuat dari campuran kelapa parut, tepung ketan, dan gula kelapa.

Rasanya manis dengan tekstur yang cukup padat. Karena harganya terjangkau, geplak sering dipilih wisatawan sebagai oleh-oleh untuk dibagikan ke banyak orang.

Kamu bisa menemukan geplak di berbagai toko oleh-oleh Jogja bersama makanan khas lainnya seperti bakpia dan yangko.

Keripik Belut

📍 Kawasan Godean, Kabupaten Sleman
💰 Mulai Rp45.000 per bungkus

Keripik belut termasuk oleh-oleh khas Jogja yang cukup unik. Camilan ini sulit ditemukan di banyak daerah lain sehingga cocok untuk kamu yang ingin membawa sesuatu yang berbeda.

Belut diolah dengan cara digoreng kering menggunakan bumbu rempah hingga menghasilkan tekstur renyah dan rasa gurih. Aroma amisnya juga sudah hilang karena proses pengolahan yang tepat.

Pusat produksi keripik belut banyak ditemukan di kawasan Godean, Sleman. Namun, sekarang produk ini juga mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Jogja.

Liburan di Jogja Bersama SatuSatu

Setelah puas berburu oleh-oleh khas Jogja, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menjelajahi destinasi budaya lainnya melalui SatuSatu.com

Berbagai aktivitas bisa dipesan dalam satu tempat dengan metode pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, dan kartu kredit.

Prambanan Temple cocok untuk kamu yang ingin melanjutkan wisata sejarah setelah berbelanja oleh-oleh. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini menawarkan arsitektur abad ke-9 yang megah dan cerita budaya yang menarik.

Keraton Ratu Boko juga bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana berbeda. Situs peninggalan kerajaan ini terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya yang indah dengan latar Candi Prambanan dan hamparan alam di sekitarnya.

Pertanyaan Seputar Oleh-Oleh Khas Jogja

Apa oleh-oleh khas Jogja yang paling populer?
Bakpia menjadi oleh-oleh khas Jogja yang paling populer. Selain itu, ada gudeg kaleng, Cokelat Monggo, yangko, dan batik.

Di mana tempat terbaik membeli oleh-oleh khas Jogja?
Malioboro dan Pasar Beringharjo menawarkan pilihan oleh-oleh yang lengkap. Untuk produk khas, kunjungi Pathok (bakpia), Kotagede (kerajinan perak), dan Godean (keripik belut).

Oleh-oleh khas Jogja apa yang tahan lama?
Gudeg kaleng, wedang uwuh instan, bakpia kering, Cokelat Monggo, dan keripik belut cocok untuk perjalanan jauh karena lebih awet.