Lompat ke konten
Home » Patung Kuda Jakarta: Ikon Bersejarah di Kawasan Monas

Patung Kuda Jakarta: Ikon Bersejarah di Kawasan Monas

Patung Kuda Jakarta adalah sebutan yang lebih dikenal masyarakat untuk Patung Arjuna Wijaya. 

Monumen berbahan tembaga ini berdiri di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, tepat di kawasan pusat Jakarta.

Sebutan “Patung Kuda” muncul karena monumen ini menampilkan delapan ekor kuda yang menarik kereta perang. 

Padahal, nama resminya diambil dari tokoh Arjuna dalam kisah Mahabharata. Kalau kamu sering melintas di sekitar Monas atau Bundaran HI, pasti sudah tidak asing dengan ikon kota yang satu ini.

Lokasi dan Akses ke Patung Kuda Jakarta

Patung Kuda Jakarta berada di sisi selatan Jalan Medan Merdeka Barat, tepat di persimpangan Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan Budi Kemuliaan.

Lokasinya sangat dekat dengan gerbang utama Monas. Dari Istana Merdeka pun jaraknya hanya beberapa menit berjalan kaki.

Karena berada di pusat kota, akses menuju Patung Kuda Jakarta sangat mudah. Kalau naik TransJakarta, kamu bisa turun di Halte Monas atau Halte Bank Indonesia, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beberapa menit.

Kalau menggunakan MRT, turun di Stasiun Bundaran HI. Dari sana, kamu tinggal berjalan kaki sekitar 10–15 menit menuju lokasi. 

Sementara itu, jika membawa kendaraan pribadi, sebaiknya siapkan waktu lebih karena kawasan ini sering padat, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja maupun akhir pekan.

Jam Terbaik Mengunjungi Patung Kuda Jakarta

Patung Kuda Jakarta berada di ruang publik, jadi kamu bisa melihatnya kapan saja tanpa perlu membeli tiket masuk.

Kalau ingin suasana yang lebih nyaman, datanglah pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore menjelang matahari terbenam. Selain cuacanya lebih bersahabat, kondisi lalu lintas biasanya belum terlalu padat.

Buat kamu yang ingin berburu foto dengan latar lampu kota, malam hari sekitar pukul 19.00 ke atas juga menjadi waktu yang menarik untuk berkunjung.

Namun, perlu diingat bahwa kawasan ini cukup sering menjadi lokasi aksi unjuk rasa atau kegiatan publik, seperti car free day setiap Minggu pagi. Jadi, sebaiknya cek kondisi lalu lintas dan situasi sekitar sebelum berangkat.

Daya Tarik Patung Kuda Jakarta

Patung Kuda Jakarta

Patung Arjuna Wijaya merupakan karya maestro pematung Indonesia, Nyoman Nuarta, dan diresmikan pada 1987 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Pembangunan monumen ini berawal dari keinginan Presiden Soeharto menghadirkan ikon bersejarah di jalan protokol Jakarta setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki. Ia terinspirasi oleh banyaknya monumen yang menghiasi kawasan utama di negara tersebut.

Patung ini menggambarkan adegan dalam kisah Mahabharata saat Arjuna bersama Batara Kresna menaiki kereta perang berkepala garuda yang ditarik delapan ekor kuda untuk menghadapi Adipati Karna dari pihak Kurawa.

Delapan kuda tersebut bukan sekadar elemen dekoratif. Masing-masing melambangkan filosofi kepemimpinan Asta Brata, yaitu delapan sifat alam yang terdiri atas bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan, dan bulan.

Dari segi ukuran, monumen ini juga cukup megah. Panjangnya mencapai sekitar 25,8 meter dengan tinggi figur kuda sekitar 2,87 meter. 

Proses pembuatannya dilakukan di Bandung oleh Nyoman Nuarta bersama sekitar 40 seniman menggunakan teknik cor berbahan tembaga.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Patung Kuda Jakarta

Kalau berkunjung ke kawasan ini, ada beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Berfoto dengan latar Patung Arjuna Wijaya, terutama saat lampu sorot mulai menyala pada malam hari.
  • Mengamati detail delapan kuda yang menjadi simbol Asta Brata dan sering menarik perhatian pengunjung.
  • Berjalan kaki menuju Monas yang lokasinya hanya beberapa menit dari Patung Kuda.
  • Menikmati suasana car free day di Jalan MH Thamrin setiap Minggu pagi yang melewati kawasan ini.

Fasilitas di Sekitar Patung Kuda Jakarta

Karena berada di pusat Jakarta, fasilitas di sekitar Patung Kuda Jakarta cukup lengkap. 

Tersedia halte TransJakarta, jalur pedestrian yang nyaman, serta berbagai gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Di sepanjang Jalan MH Thamrin juga ada banyak kafe dan tempat makan. Kamu bisa mampir untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Monas, Museum Nasional, atau destinasi lain di kawasan Jakarta Pusat.

Tips Berkunjung ke Patung Kuda Jakarta

Kalau ingin menikmati suasana yang lebih nyaman, hindari datang saat jam sibuk pagi dan sore karena lalu lintas di kawasan ini cukup padat.

Kalau tujuan utamamu adalah berfoto, datanglah di luar jam-jam tersebut supaya lebih leluasa mencari sudut terbaik.

Sebelum berangkat, jangan lupa cek kondisi lalu lintas dan informasi terbaru mengenai kegiatan di sekitar Monas. Pasalnya, kawasan Patung Kuda cukup sering digunakan untuk aksi unjuk rasa maupun acara publik. 

Kalau membawa kendaraan pribadi, sebaiknya parkir di area sekitar Monas atau gedung-gedung di Jalan MH Thamrin karena tidak tersedia area parkir di sekitar monumen.

Jelajahi Jakarta Bersama SatuSatu

Kalau sedang menjelajahi kawasan Monas, kamu juga bisa cek SatuSatu.com untuk menemukan berbagai aktivitas seru di Jakarta. 

Salah satu aktivitas yang bisa kamu coba adalah Jakarta Safari Akuarium. Tempat wisata edukatif ini cocok untuk liburan keluarga karena menawarkan pengalaman melihat berbagai biota laut dari dekat. 

Setelah puas berkeliling kawasan Monas dan Patung Kuda Jakarta, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke sini bersama keluarga.

Pertanyaan Seputar Patung Kuda Jakarta

Apa nama asli Patung Kuda Jakarta?
Nama resminya adalah Patung Arjuna Wijaya.

Apakah Patung Kuda Jakarta gratis?
Ya, karena berada di ruang publik dan tidak dipungut biaya.

Mengapa ada delapan ekor kuda?
Melambangkan filosofi Asta Brata, yaitu delapan sifat kepemimpinan.