Perpustakaan Jogja bukan cuma tempat untuk mencari buku atau belajar. Banyak perpustakaan di kota ini yang punya suasana unik dan bisa jadi tujuan wisata literasi yang menarik.
Sebagai kota pelajar, Jogja punya banyak ruang baca dengan konsep yang beragam, mulai dari gedung modern, bangunan bersejarah, sampai tempat baca dengan suasana seperti rumah sendiri.
Kalau kamu ingin mencari tempat yang lebih tenang saat liburan di Jogja, berkunjung ke perpustakaan bisa jadi pilihan seru. Selain menambah wawasan, kamu juga bisa menikmati suasana yang berbeda dari tempat wisata pada umumnya.
Berikut beberapa perpustakaan Jogja yang layak masuk daftar kunjunganmu.
Grhatama Pustaka
📍 Jl. Raya Janti, Wonocatur, Banguntapan, Bantul
🕐 Senin–Kamis 08.00–15.30, Jumat 09.00–14.00, Sabtu–Minggu tutup
Grhatama Pustaka merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Jogja dan termasuk perpustakaan besar di Indonesia. Bangunannya berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektar dengan tiga lantai yang menggabungkan unsur budaya Jawa dan desain modern.
Salah satu ciri khasnya adalah empat menara yang berdiri di bagian atas gedung. Desain ini membuat Grhatama Pustaka terlihat megah dan mudah dikenali. Koleksinya juga sangat lengkap dengan sekitar 180 ribu judul buku, mulai dari buku anak, koleksi umum, hingga koleksi langka dan digital.
Setiap lantai punya fungsi berbeda. Lantai satu cocok untuk anak-anak karena tersedia koleksi bacaan anak. Lantai dua memiliki koleksi braille untuk mendukung akses membaca bagi penyandang disabilitas. Sementara itu, lantai tiga menyimpan koleksi khusus dan layanan digital.
Selain membaca buku, kamu juga bisa menikmati fasilitas lain seperti taman hijau, ruang audio visual, ruang musik, gazebo, dan Wi-Fi gratis. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin membaca sambil menikmati suasana santai.
Jogja Library Center
📍 Jl. Malioboro No. 175, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
🕐 Senin–Kamis 08.00–16.00, Jumat–Sabtu 08.00–14.30
Di tengah ramainya kawasan Malioboro, ada satu tempat menarik yang sering terlewatkan oleh wisatawan, yaitu Jogja Library Center. Perpustakaan ini sudah berdiri sejak 1945 dan menempati gedung bekas toko buku Kolf Bunning yang masih mempertahankan nuansa klasik.
Daya tarik utama Jogja Library Center ada pada koleksi sejarahnya. Di sini kamu bisa menemukan arsip koran dan majalah lama yang terbit sejak tahun 1945. Sebagian koleksi tersebut juga sudah didigitalisasi sehingga lebih mudah diakses.
Selain koleksi sejarah, ada juga Kyoto Book Corner yang memberikan sentuhan berbeda di dalam gedung klasik ini. Tempat ini cocok untuk kamu yang suka sejarah, budaya, atau sekadar ingin mencari suasana tenang setelah berjalan-jalan di Malioboro.
Perpustakaan Kota Yogyakarta
📍 Jl. Suroto No. 9, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta
🕐 Senin–Kamis 08.00–17.00, Jumat 09.00–14.00, Sabtu–Minggu 08.30–12.00
Perpustakaan Kota Yogyakarta menjadi salah satu perpustakaan Jogja yang mudah dijangkau karena lokasinya berada di kawasan Kotabaru. Letaknya juga dekat dengan beberapa toko buku besar, jadi cocok dikunjungi saat kamu sedang menjelajah area pusat kota.
Gedungnya memiliki dua lantai dengan pembagian koleksi yang cukup jelas. Lantai satu berisi koleksi dewasa seperti sastra, hukum, dan filsafat. Sementara itu, lantai dua menyediakan area khusus anak yang lebih nyaman untuk keluarga.
Fasilitasnya juga cukup lengkap, mulai dari loker, ruang diskusi, komputer dengan akses internet, hingga layanan audio visual. Kalau ingin meminjam buku, kamu perlu membuat kartu anggota dengan syarat tertentu.
Ada juga layanan drive-thru yang memudahkan pengunjung mengambil atau mengembalikan buku tanpa harus masuk ke dalam gedung. Fasilitas ini tentu praktis, terutama kalau kamu sedang terburu-buru.
PEVITA (Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan)
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No. 32, Mantrijeron, Kota Yogyakarta
🕐 Senin–Kamis 08.00–17.00, Jumat 08.00–14.30, Sabtu–Minggu 08.00–12.00
PEVITA atau Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan menjadi salah satu perpustakaan Jogja yang cocok untuk kunjungan keluarga. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Alun-Alun Kidul, sehingga bisa kamu jadikan tempat singgah setelah menjelajahi area selatan kota.
Tempat ini punya suasana yang cukup nyaman dengan berbagai fasilitas pendukung. Ada ruang baca anak, playground, ruang diskusi, loker, mushola, bilik internet, hingga kafetaria. Jadi, pengunjung tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga bisa menghabiskan waktu dengan lebih santai.
Koleksi buku di PEVITA juga cukup menarik karena tidak hanya berisi buku umum. Ada banyak buku alternatif yang mungkin sulit ditemukan di perpustakaan lain. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin mencari bacaan berbeda atau sekadar menikmati suasana membaca yang lebih santai.
Hal menarik lainnya, PEVITA menyediakan layanan antar buku bagi anggota yang memenuhi syarat tertentu. Layanan ini membantu warga Jogja yang ingin meminjam buku tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
PEVITA juga sering mengadakan kegiatan edukasi untuk anak melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan literasi. Karena itu, tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini.
Perpustakaan UGM
📍 Jl. Bulaksumur, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman
🕐 Senin–Jumat 08.00–20.00, Sabtu 08.00–12.00
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu perpustakaan Jogja dengan koleksi paling lengkap. Sebagai perpustakaan kampus besar, tempat ini memiliki jutaan koleksi buku dan jurnal dari berbagai bidang ilmu.
Koleksinya mencakup banyak bidang, mulai dari ilmu sosial, humaniora, sains, teknologi, hingga berbagai bahan penelitian seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Karena itu, perpustakaan ini sering menjadi tujuan mahasiswa maupun peneliti yang membutuhkan referensi.
Meski berada di lingkungan kampus, masyarakat umum tetap bisa mengakses perpustakaan ini dengan mengikuti aturan kunjungan yang berlaku. Jadi, kamu tetap bisa datang untuk membaca atau mencari informasi.
Salah satu keunggulannya adalah ruang baca yang nyaman dengan fasilitas modern. Jam operasional hingga malam hari pada hari kerja juga menjadi nilai tambah, terutama bagi kamu yang suka membaca atau mengerjakan sesuatu di sore hingga malam.
Kalau ingin mencari tempat tenang dengan suasana akademik, Perpustakaan UGM bisa menjadi pilihan menarik saat berada di Jogja.
Perpustakaan UII dan Candi Kimpulan
📍 Gedung Moh. Hatta, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km 14,5, Sleman
🕐 Senin–Kamis 08.00–21.00, Jumat 08.00–21.00, Sabtu 08.00–21.00
Perpustakaan UII menjadi salah satu perpustakaan Jogja yang punya daya tarik paling unik. Selain memiliki gedung modern dengan desain setengah lingkaran dan dinding kaca luas, tempat ini juga menyimpan peninggalan sejarah di bagian bawah bangunan.
Daya tarik utamanya adalah Candi Kimpulan, sebuah candi Hindu abad ke-9 yang ditemukan saat proses pembangunan perpustakaan pada 2009. Candi ini memiliki gaya Siwaistik dan menjadi salah satu penemuan arkeologi penting di kawasan Sleman.
Pengunjung bisa melihat area candi yang berada di bawah gedung perpustakaan. Selain itu, terdapat museum kecil yang menyimpan beberapa artefak hasil ekskavasi, seperti benda berbahan emas dan perak.
Menariknya, kamu bisa menikmati dua pengalaman sekaligus di tempat ini: membaca di perpustakaan modern sambil melihat peninggalan sejarah yang usianya sudah ratusan tahun.
Perpustakaan UII terbuka untuk umum dengan mengikuti prosedur kunjungan di bagian masuk. Tempat ini cocok untuk kamu yang suka perpaduan antara literasi, arsitektur, dan sejarah.
Buku Akik
📍 Jl. Kaliurang Km 12, Gg. Besi Raja No. 60D, Candi Karang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman
🕐 Senin–Sabtu 10.15–17.00, Minggu 11.00–17.00
Kalau mencari perpustakaan Jogja dengan suasana yang lebih santai dan unik, Buku Akik bisa masuk daftar kunjunganmu. Meski bukan perpustakaan resmi, tempat ini cukup populer di kalangan pecinta buku karena punya konsep yang berbeda.
Buku Akik menggabungkan toko buku independen dengan ruang baca bernama Rumah Kata. Di sini, pengunjung bisa membaca berbagai koleksi buku secara gratis sambil menikmati suasana yang terasa seperti rumah sendiri.
Interiornya menjadi salah satu daya tarik utama. Ada nuansa vintage, rak buku tinggi, mesin tik antik, dan berbagai dekorasi unik yang membuat tempat ini terasa berbeda dari perpustakaan pada umumnya.
Koleksi bukunya banyak berfokus pada sastra, seni, serta sosial-politik. Selain itu, ada juga buku-buku dari penerbit indie yang jarang ditemukan di tempat lain.
Sebelum masuk, pengunjung diminta melepas alas kaki dan menjaga ketenangan. Aturan sederhana ini justru membuat suasana membaca di Buku Akik terasa lebih nyaman dan intim.
Jelajahi Bersama SatuSatu

Setelah puas menikmati suasana perpustakaan Jogja, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menjelajahi berbagai destinasi budaya dan sejarah di sekitar kota ini.
Kamu bisa langsung pesan pengalaman wisata melalui SatuSatu.com dengan pilihan pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, dan kartu kredit. Kalau ingin melengkapi perjalanan dengan wisata sejarah, Candi Prambanan bisa menjadi pilihan menarik.
Melalui SatuSatu, kamu bisa menikmati pengalaman mengunjungi salah satu warisan budaya terbesar di Indonesia ini dengan lebih nyaman.
Selain itu, Candi Borobudur juga bisa menjadi pilihan untuk menikmati sisi budaya Jawa. Kamu bisa melihat kemegahan bangunan candi secara lebih dekat dan memahami sejarahnya saat berkunjung.
Pertanyaan tentang Perpustakaan Jogja
Apakah perpustakaan Jogja bisa dikunjungi wisatawan dari luar kota?
Ya, sebagian besar perpustakaan Jogja dapat dikunjungi oleh masyarakat umum, termasuk wisatawan dari luar kota. Namun, beberapa layanan seperti peminjaman buku biasanya memiliki aturan khusus, misalnya membutuhkan kartu anggota atau identitas tertentu.
Perpustakaan Jogja mana yang cocok untuk anak-anak?
PEVITA dan Grhatama Pustaka menjadi pilihan yang cocok untuk keluarga dengan anak-anak. Keduanya memiliki area khusus anak dan fasilitas pendukung yang membuat kegiatan membaca terasa lebih menyenangkan.
Perpustakaan Jogja mana yang paling menarik untuk foto?
Buku Akik dan Perpustakaan UII menjadi dua pilihan yang menarik untuk foto. Buku Akik punya suasana vintage yang unik, sementara Perpustakaan UII menawarkan kombinasi arsitektur modern dengan Candi Kimpulan yang bersejarah.