Lompat ke konten
Home » Visa Jepang: Syarat, Biaya, dan Cara Mengurusnya

Visa Jepang: Syarat, Biaya, dan Cara Mengurusnya

Visa Jepang masih wajib dimiliki pemegang paspor biasa Indonesia yang ingin berwisata ke Jepang. Sejak 1 Juli 2026, biaya visa sekali masuk naik lima kali lipat menjadi Rp1.650.000.

Namun, pemegang e-paspor bisa masuk tanpa visa selama 15 hari lewat registrasi gratis. Artikel ini membahas syarat, biaya, dan cara mengurusnya per 20 Oktober 2026.

Apakah WNI Perlu Visa Jepang?

Ya, WNI pemegang paspor biasa perlu visa untuk berwisata ke Jepang. Ada dua jalur yang bisa kamu pilih, yaitu bebas visa lewat registrasi e-paspor dan visa kunjungan sementara.

Baca Juga: Visa Korea Selatan: Syarat, Biaya, dan Cara Mengurusnya

Bebas Visa Jepang untuk Pemegang E-Paspor

E-paspor adalah paspor berlogo chip di sampul. Pemegangnya boleh tinggal sampai 15 hari untuk wisata, bisnis, atau kunjungan keluarga, asalkan sudah registrasi sebelum berangkat.

Registrasi berlaku 3 tahun atau sampai paspor habis masa berlakunya, mana yang lebih pendek. Selama masih aktif, kamu tidak perlu mendaftar ulang di setiap kunjungan.

Kamu bisa mendaftar gratis lewat sistem JAVES di situs resmi Kementerian Luar Negeri Jepang. Kalau mau daftar langsung di JVAC, kamu dikenai biaya layanan Rp170.000.

Saat tiba, tunjukkan “Pemberitahuan Registrasi Pembebasan Visa” di ponselmu. Cetakan dan tangkapan layar tidak diterima.

Memiliki e-paspor saja belum cukup, jadi jangan lupa mendaftar. Kalau pendaftaranmu tidak dikabulkan, kamu harus mengajukan visa biasa.

Visa Elektronik JAPAN eVISA

Per 15 Mei 2026, JAPAN eVISA tersedia untuk orang yang tinggal di Indonesia. Pemohon harus memegang paspor biasa.

Visanya berbentuk elektronik, jadi kamu menunjukkan “Visa issuance notice” lewat perangkat berinternet di bandara. Ajukan hanya lewat situs resmi, karena ada situs palsu yang menyerupainya.

Syarat Visa Jepang untuk Wisata

Daftar ini mengacu pada panduan Kedutaan Besar Jepang untuk visa kunjungan wisata dengan biaya sendiri. Susun dokumen sesuai urutan di bawah sebelum diserahkan di loket.

  • Paspor asli.
  • Formulir visa dan pas foto. Foto berukuran 4,5 x 3,5 cm, diambil dalam 6 bulan terakhir, berlatar polos, dan tanpa editan. Isi formulir ber-QR code lewat Adobe Acrobat Reader.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi kartu mahasiswa atau surat keterangan belajar, kalau kamu masih mahasiswa.
  • Bukti pemesanan tiket yang menunjukkan tanggal masuk dan keluar Jepang.
  • Jadwal perjalanan harian dari hari masuk sampai keluar Jepang.
  • Dokumen hubungan keluarga, misalnya Kartu Keluarga atau akta lahir, kalau kamu mengajukan bersama orang lain.
  • Bukti keuangan, yaitu rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir. Kalau orang tua yang menanggung biaya, lampirkan bukti hubungan dengan penanggung biaya.

Karyawan perusahaan tercatat di bursa saham, BUMN, instansi pemerintah, atau perusahaan afiliasi Jepang tidak perlu melampirkan bukti keuangan. Namun, kedutaan tetap bisa meminta dokumen tambahan.

Menariknya, kedutaan meminta bukti pemesanan tiket, tetapi VFS Global tidak menyarankan membeli tiket sebelum visa disetujui. Jadi, pakai reservasi yang bisa diubah atau dibatalkan.

Untuk visa multiple entry, kamu perlu melampirkan surat penjelasan alasan kunjungan berkali-kali.

Visa Jepang untuk Tur Grup

Ada visa single entry khusus tur grup yang diatur biro perjalanan yang ditunjuk kedutaan. Pemohonnya tidak perlu melampirkan bukti keuangan.

Biaya Visa Jepang per Juli 2026

Pemerintah Jepang menaikkan biaya visa untuk permohonan yang masuk mulai 1 Juli 2026. Ini revisi pertama sejak 1978.

  • Visa single entry: Rp1.650.000 (sebelumnya Rp330.000)
  • Visa multiple entry: Rp3.330.000 (sebelumnya Rp660.000)
  • Visa transit: ditiadakan (sebelumnya Rp80.000)

JVAC menambahkan biaya layanan per orang. Daftar VFS Global terakhir mencantumkan Rp250.000 untuk visa dan Rp170.000 untuk registrasi bebas visa.

Kedutaan meminta pembayaran tunai dengan uang pas, sementara VFS menyebut kartu dan QRIS juga diterima. Jadi, konfirmasi metode bayar ke JVAC sebelum datang.

Cara Mengurus Visa Jepang di JVAC

Kedutaan Besar Jepang pada dasarnya tidak lagi menerima aplikasi visa. Kamu mengajukannya lewat Japan Visa Application Center (JVAC) dengan sistem janji temu.

  1. Cek wilayah JVAC. JVAC menerima pemohon sesuai alamat di KTP. Warga Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta mengajukan di Jakarta, sedangkan warga Jawa Timur di Surabaya.
  2. Buat janji temu online. Lakukan lewat situs VFS Global Jepang untuk Indonesia.
  3. Siapkan dokumen dan biaya. Cek lagi urutan dokumen dan siapkan uang pas.
  4. Datang ke JVAC. JVAC Jakarta ada di Kuningan City lantai 3, Unit L3-75. Pemohon pada prinsipnya datang sendiri. Perwakilan hanya boleh untuk anak di bawah 16 tahun, orang di atas 60 tahun, penyandang disabilitas, atau lewat biro perjalanan yang disetujui.
  5. Tunggu proses. Waktu minimalnya 5 hari kerja di JVAC Bali dan 6 hari kerja di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar, dihitung dari dokumen diterima. Pemeriksaan tambahan bisa memperpanjangnya.

Ajukan visa sekitar sebulan sebelum berangkat supaya ada waktu cadangan. Kedutaan juga menyarankan asuransi perjalanan, karena biaya medis di Jepang bisa tinggi.

Baca Juga: Visa Australia: Syarat, Biaya, Cara Daftar, dan Proses Pengajuannya

Jelajahi Osaka Bersama SatuSatu

Visa Jepang

Visa beres, saatnya susun itinerary Kansai lewat SatuSatu.com 

Untuk keliling Osaka, Kyoto, Nara, dan Kobe, coba JALUR TEMBOK KANSAI, alias Kansai Thru Pass. 

Kartu khusus wisatawan asing ini memberi perjalanan tanpa batas di kereta swasta dan kereta bawah tanah wilayah Kansai. Paket 2 hari tersedia seharga USD 35,47 per 20 Oktober 2026.

Setelah seharian jalan, Tennen Onsen Naniwanoyu di Distrik Kita, Osaka, bisa jadi penutup yang santai. Pemandian ini punya kolam dalam dan luar ruangan, dengan air panas basa lemah dari kedalaman 659 meter. Tiket masuknya mulai USD 2,88.

Pertanyaan Terkait Visa Jepang

Berapa lama masa tinggal dengan visa Jepang untuk turis?
Visa kunjungan sementara bisa sampai 90 hari menurut VFS Global, dan lama tinggal persisnya tertulis di visamu. Jalur bebas visa e-paspor dibatasi 15 hari, jadi ajukan visa kalau rencanamu lebih lama.

Berapa saldo minimal rekening untuk visa Jepang?
Kedutaan tidak menetapkan angka saldo minimal. Saldomu hanya perlu cukup untuk membiayai kebutuhan selama di Jepang, jadi sesuaikan dengan itinerary yang kamu ajukan.

Apakah visa Jepang menjamin saya bisa masuk Jepang?
Tidak, visa hanya rekomendasi untuk masuk ke Jepang. Petugas imigrasi Jepang yang memutuskan saat kamu mendarat.