Lompat ke konten
Home » 10 Baju Adat Betawi yang Menjadi Warisan Budaya Jakarta

10 Baju Adat Betawi yang Menjadi Warisan Budaya Jakarta

Baju adat Betawi adalah busana tradisional masyarakat asli Jakarta yang lahir dari perpaduan budaya Betawi, Tionghoa, Arab, Melayu, dan Eropa. Artikel ini membahas tujuh busana utama dan tiga pelengkap yang membuat tampilan Betawi terasa lengkap.

Kamu bisa melihat langsung busana ini di ajang Abang None dan Pekan Raya Jakarta. SatuSatu juga punya pengalaman budaya yang seru untuk kamu coba.

Kebaya Encim

📍 Dipakai oleh: perempuan Betawi
🧵 Ciri khas: bagian depan meruncing dengan bordir bunga di ujung lengan dan tepi bawah
🎉 Dipakai saat: Abang None, Pekan Raya Jakarta, dan acara adat

Kebaya encim, yang juga disebut kebaya kerancang, adalah baju adat Betawi perempuan yang paling terkenal. Pemerintah DKI Jakarta menetapkannya sebagai salah satu dari delapan ikon Betawi.

Bordir bunga di ujung lengan dan tepi bawahnya jadi ciri yang mudah kamu kenali. Pengaruh Tionghoa terlihat jelas, dan dulu kebaya ini bahkan dikenal sebagai kebaya nyonya yang tergolong mewah.

Baca Juga: Mengenal Galeri Indonesia Kaya, Pusat Seni dan Budaya Indonesia

Kebaya None

📍 Dipakai oleh: para None dalam ajang Abang None Jakarta
🧵 Ciri khas: potongan lebih sederhana, dipadukan kamisol, kain batik, dan selendang
🎉 Dipakai saat: pemilihan Abang None dan acara budaya

Kebaya none tampil lebih sederhana dibanding kebaya encim. Sebagian sumber menyebutnya sebagai kebaya asli Betawi.

Pemakainya biasanya mengenakan kamisol di dalam kebaya. Kain atau sarung batik melengkapi bawahannya, sedangkan selendang bisa berfungsi sebagai kerudung.

Baju Sadariah

📍 Dipakai oleh: pria Betawi
🧵 Ciri khas: baju koko putih lengan panjang berkerah tertutup, celana komprang, sarung, dan peci
🎉 Dipakai saat: Abang None, Pekan Raya Jakarta, dan acara keagamaan

Baju sadariah adalah pasangan kebaya encim untuk pria Betawi. Bentuknya mirip baju koko dengan kerah tertutup bergaya Shanghai, jadi pengaruh Tionghoa juga terasa di sini.

Pemerintah DKI Jakarta juga menetapkannya sebagai salah satu ikon Betawi. Tampilannya sederhana, tapi mencerminkan nilai religius dan kesopanan yang kuat.

Baju Pangsi

📍 Dipakai oleh: jawara atau pendekar Betawi
🧵 Ciri khas: set baju tikim dan celana pangsi, leher bundar, lengan panjang, dan potongan longgar
🎉 Dipakai saat: aktivitas sehari-hari dan pertunjukan silat

Baju pangsi identik dengan jawara Betawi yang menunjukkan jiwa pejuang. Setelannya terdiri dari baju tikim di atas dan celana pangsi di bawah.

Warnanya umumnya putih, hitam, atau merah. Merah dikaitkan dengan orang yang mahir silat sekaligus punya ilmu agama tinggi, dan sarung biasanya terlipat rapi di leher.

Baju Ujung Serong

📍 Dipakai oleh: bangsawan dan demang Betawi
🧵 Ciri khas: jas, celana senada, kemeja putih, dan kain yang dililit serong
🎉 Dipakai saat: acara resmi

Nama “serong” berasal dari kain di dalam jas yang sengaja terlihat sekitar 8 cm dan dipotong serong. Gayanya mirip busana pria Melayu.

Dulu hanya bangsawan dan kaum demang yang memakainya. Sekarang pegawai negeri di lingkungan DKI Jakarta juga mengenakannya pada momen tertentu.

Dandanan Care Haji

📍 Dipakai oleh: pengantin pria Betawi
🧵 Ciri khas: jubah panjang dan penutup kepala merah
🎉 Dipakai saat: pernikahan adat Betawi

Dandanan care haji adalah busana pengantin pria dalam tradisi Betawi. Jubah panjangnya membuat penampilan mempelai terlihat berwibawa.

Penutup kepala merahnya jadi pembeda paling mencolok. Jadi, kamu langsung bisa mengenalinya di antara baju adat Betawi lain.

Dandanan Care None Pengantin Cine

📍 Dipakai oleh: pengantin wanita Betawi
🧵 Ciri khas: blus bergaya Cina, rok panjang bergaya duyung, mahkota, dan perhiasan
🎉 Dipakai saat: pernikahan adat Betawi

Busana ini sering disebut rias besar dandanan care none pengantin cine. Namanya menunjukkan pengaruh Tionghoa yang kuat dalam tradisi pernikahan Betawi.

Tampilannya mewah dengan atasan, bawahan, mahkota, dan perhiasan yang berkilau. Bagi banyak orang, inilah busana adat Betawi yang paling meriah.

Kain Rebung dan Tumpal

📍 Dipakai oleh: perempuan Betawi sebagai bawahan kebaya
🧵 Ciri khas: motif geometris rebung atau tumpal
🎉 Dipakai saat: acara adat dan busana kebaya encim

Kain bermotif rebung atau tumpal adalah pasangan klasik kebaya kerancang. Motifnya sederhana, tapi membuat tampilan kebaya terasa lebih lengkap.

Kamu bisa menemukan variasi warna dan corak yang beragam. Pilih kain yang kontras dengan kebaya agar bordirnya semakin menonjol.

Sarung

📍 Dipakai oleh: pria Betawi
🧵 Ciri khas: diselempangkan di bahu atau dilipat di leher
🎉 Dipakai saat: acara adat dan ibadah

Sarung adalah pelengkap penting baju adat Betawi, terutama untuk busana pria. Pada sadariah, sarung biasanya diselempangkan, sedangkan pada pangsi, sarung terlipat di leher.

Selain jadi pelengkap busana, sarung juga dipakai saat ibadah. Fungsi ganda ini membuatnya sangat akrab di keseharian masyarakat Betawi.

Peci

📍 Dipakai oleh: pria Betawi
🧵 Ciri khas: penutup kepala yang selalu melengkapi baju adat
🎉 Dipakai saat: hampir semua acara adat dan keagamaan

Peci hampir selalu melengkapi busana pria Betawi saat memakai baju adat. Tanpanya, tampilan sadariah terasa belum lengkap.

Peci juga dikaitkan dengan identitas religius. Karena itu, banyak orang memakainya sebagai simbol kesopanan sekaligus kebanggaan budaya.

Baca Juga: 15 Baju Adat Malaysia Lengkap dengan Keunikannya

Jelajahi Bersama SatuSatu

Baju Adat Betawi

Penasaran ingin merasakan budaya Indonesia secara langsung? Kamu bisa cek pilihan pengalamannya di SatuSatu.com lengkap dengan pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, dan kartu kredit.

Untuk menikmati seni pertunjukan tradisional, coba Kecak Fire Dance Uluwatu. Pertunjukan di Bali ini cocok untuk kamu yang tertarik dengan tarian dan kostum tradisional, dan kamu bisa cek ketersediaan same-day booking di halaman produknya.

Kalau ingin melihat kehidupan desa adat, ada Penglipuran Village Tur Sehari di Bali oleh Anashwara Arta. Tur sehari ini pas untuk kamu yang ingin menggali tradisi lokal setelah mengenal baju adat Betawi.

Pertanyaan tentang Baju Adat Betawi

Apa saja baju adat Betawi?
Baju adat Betawi meliputi kebaya encim, kebaya none, baju sadariah, baju pangsi, dan baju ujung serong. Untuk pernikahan, ada dandanan care haji bagi pria dan dandanan care none pengantin cine bagi wanita.

Apa perbedaan kebaya encim dan kebaya none?
Kebaya encim memiliki bordir bunga di ujung lengan dan tepi bawah dengan bagian depan meruncing. Kebaya none cenderung lebih sederhana dan biasanya dipadukan dengan kamisol, kain batik, serta selendang.

Kapan baju adat Betawi dipakai?
Baju adat Betawi digunakan dalam acara penting, seperti pernikahan, festival budaya, pemilihan Abang None, dan Pekan Raya Jakarta. Kebaya encim juga kerap dikenakan sebagai seragam atau busana untuk acara resmi.