Lompat ke konten
Home » Colokan Listrik Jepang: Tipe, Bentuk, dan Tips untuk Wisatawan Indonesia

Colokan Listrik Jepang: Tipe, Bentuk, dan Tips untuk Wisatawan Indonesia

Kalau kamu mau liburan ke Jepang, jangan lupa cek colokan listrik Jepang sebelum berangkat. Bentuk colokannya berbeda dari yang biasa kamu temukan di Indonesia.

Jepang menggunakan colokan tipe A dan B dengan pin pipih. Sementara itu, Indonesia umumnya menggunakan colokan tipe C dan F dengan pin bulat.

Jadi, charger HP, laptop, atau kamera yang kamu bawa belum tentu bisa langsung dicolokkan ke stopkontak di Jepang. Untungnya, masalah ini cukup mudah diatasi dengan adaptor yang tepat.

Tipe Colokan Listrik di Jepang: A dan B

Colokan Listrik Jepang

Jepang menggunakan dua jenis colokan, yaitu tipe A dan tipe B. Keduanya punya pin yang pipih dan bentuknya cukup mirip dengan colokan yang digunakan di Amerika Serikat.

Colokan Tipe A

Colokan tipe A memiliki dua pin pipih yang posisinya sejajar. Jenis ini merupakan salah satu bentuk colokan yang paling umum kamu temukan di Jepang.

Biasanya, tipe A bisa ditemukan di:

  • Hotel dan penginapan
  • Kafe dan restoran
  • Bandara
  • Stasiun
  • Area publik tertentu

Colokan Tipe B

Tipe B sebenarnya mirip dengan tipe A. Bedanya, tipe B memiliki tambahan satu pin bulat untuk grounding.

Beberapa perangkat elektronik yang membutuhkan grounding dapat menggunakan tipe ini. Namun, untuk kebutuhan wisata sehari-hari, tipe A biasanya lebih sering kamu temui.

Baca Juga: Colokan Singapore Pakai Tipe Apa? Ini Panduan untuk Wisatawan Indonesia

Jadi, harus bawa adaptor yang mana?

Kalau kamu berangkat dari Indonesia, paling praktis bawa adaptor yang mendukung colokan tipe A. Kalau ingin lebih fleksibel, kamu juga bisa menggunakan universal travel adapter yang mendukung beberapa jenis colokan sekaligus.

Tegangan Listrik Jepang Berapa Volt?

Selain bentuk colokan, kamu juga perlu memperhatikan tegangan listrik. Jepang menggunakan tegangan 100 volt, sedangkan Indonesia menggunakan sekitar 230 volt.

Perbedaan ini penting karena adaptor hanya mengubah bentuk colokan. Adaptor tidak mengubah tegangan listrik.

Jepang juga memiliki dua frekuensi listrik:

  • 50 Hz di wilayah timur, termasuk Tokyo dan Yokohama.
  • 60 Hz di wilayah barat, termasuk Osaka dan Kyoto.

Untuk sebagian besar charger modern, perbedaan frekuensi ini bukan masalah besar. Namun, perangkat tertentu yang menggunakan motor listrik sebaiknya tetap dicek spesifikasinya sebelum dibawa.

Bedanya Colokan Listrik Jepang dan Indonesia

Perbedaan colokan listrik Jepang dan Indonesia bisa kamu lihat dari beberapa hal berikut:

  • Tipe colokan Jepang: Tipe A dan B
  • Tipe colokan Indonesia: Tipe C dan F
  • Bentuk pin Jepang: Pipih
  • Bentuk pin Indonesia: Bulat
  • Tegangan listrik Jepang: 100 V
  • Tegangan listrik Indonesia: Sekitar 230 V
  • Frekuensi listrik Jepang: 50 Hz atau 60 Hz
  • Frekuensi listrik Indonesia: 50 Hz

Karena bentuk pinnya berbeda, charger dari Indonesia biasanya tidak bisa langsung masuk ke stopkontak Jepang. Jadi, sebaiknya siapkan adaptor tipe A sebelum berangkat.

Apakah Perlu Adaptor ke Jepang?

Jawabannya tergantung perangkat yang kamu bawa. Untuk kebanyakan wisatawan Indonesia, membawa satu adaptor tipe A sudah menjadi langkah paling praktis.

Sebelum membeli adaptor, cek tulisan di charger atau adaptor perangkatmu. Biasanya informasi ini bisa ditemukan di bagian belakang charger.

Kalau tertulis:

Input: 100–240V, 50/60Hz

artinya charger tersebut mendukung rentang tegangan internasional. Kamu cukup menggunakan adaptor untuk mengubah bentuk pin.

Perangkat yang biasanya sudah mendukung rentang tegangan tersebut antara lain:

  • Charger HP
  • Charger tablet
  • Charger laptop
  • Charger kamera
  • Beberapa charger smartwatch
  • Adaptor perangkat elektronik modern lainnya

Kapan Butuh Voltage Converter?

Situasinya berbeda kalau perangkatmu hanya mendukung tegangan 220–230 volt. Perangkat seperti ini tidak bisa begitu saja digunakan pada listrik Jepang yang hanya 100 volt.

Contohnya bisa berupa beberapa:

  • Catokan rambut
  • Pengering rambut
  • Alat cukur tertentu
  • Peralatan dengan motor listrik
  • Perangkat elektronik lama

Kalau perangkat hanya mendukung 220–230 volt, kamu mungkin membutuhkan step-down converter. Alat ini berfungsi menurunkan tegangan dari listrik yang tersedia agar sesuai dengan kebutuhan perangkat.

Namun, jangan langsung membeli converter tanpa mengecek spesifikasi alat. Lihat dulu bagian Input Voltage pada perangkat yang ingin kamu bawa.

Travel Adapter dan Voltage Converter Itu Beda

Banyak orang masih mengira travel adapter dan voltage converter adalah alat yang sama. Padahal, fungsinya berbeda.

Travel adapter hanya mengubah bentuk colokan. Alat ini tidak mengubah tegangan listrik.

Voltage converter mengubah tegangan listrik. Alat ini dibutuhkan jika perangkat tidak kompatibel dengan tegangan negara tujuan.

Singkatnya:

  • Colokan tidak cocok → butuh travel adapter
  • Tegangan perangkat tidak cocok → butuh voltage converter
  • Colokan dan tegangan tidak cocok → mungkin butuh keduanya

Tips Membawa Gadget ke Jepang

Supaya tidak repot setelah tiba di Jepang, cek semua perangkat sebelum berangkat. Kamu bisa membuat daftar kecil agar tidak ada charger yang tertinggal.

Sebelum berangkat

  • Cek tipe colokan setiap perangkat.
  • Cek tulisan input voltage pada charger.
  • Pastikan charger mendukung 100–240 V jika ingin langsung digunakan.
  • Siapkan adaptor tipe A.
  • Bawa universal adapter jika sering bepergian ke berbagai negara.
  • Bawa power bank untuk perjalanan panjang.
  • Hindari membawa alat elektronik berdaya tinggi jika memang tidak diperlukan.

Kalau membawa beberapa gadget sekaligus, adaptor dengan beberapa port USB juga bisa lebih praktis. Kamu jadi tidak perlu membawa banyak kepala charger.

Perlu Bawa Adaptor dari Indonesia?

Sebaiknya iya, terutama kalau kamu ingin langsung menggunakan HP setelah mendarat. Membawa adaptor dari rumah juga membuatmu tidak perlu mencari toko setelah sampai di Jepang.

Kalau lupa membawanya, kamu masih bisa mencari adaptor di berbagai toko elektronik atau toko kebutuhan perjalanan di Jepang. 

Namun, membeli sebelum berangkat biasanya terasa lebih praktis karena kamu sudah tahu jenis adaptor yang dibutuhkan.

Sebelum memasukkan charger ke stopkontak, tetap cek spesifikasinya. Jangan memaksakan perangkat yang hanya mendukung 220–230 V ke listrik 100 V tanpa alat yang sesuai.

Checklist Colokan Listrik Jepang

Biar lebih gampang, kamu bisa cek beberapa hal ini sebelum berangkat:

  • untickedCharger HP sudah dicek.
  • untickedCharger laptop sudah dicek.
  • untickedCharger kamera sudah dicek.
  • untickedSemua charger dicek bagian input voltage-nya.
  • untickedSudah menyiapkan adaptor tipe A.
  • untickedSudah memastikan perangkat yang dibawa mendukung 100 V.
  • untickedSudah menyiapkan power bank.
  • untickedSudah mengecek perangkat yang membutuhkan voltage converter.

Jelajahi Bersama SatuSatu

Kalau kamu ingin menikmati pengalaman bertema Jepang tanpa harus menunggu sampai liburan berikutnya, kamu bisa mencoba Pengalaman Bersantap ala Jepang di Shichirin Canggu lewat SatuSatu.com 

Pengalaman ini menawarkan aktivitas seperti membuat sushi bersama koki, sesi mixologi, pilihan menu Jepang, dan pertunjukan api teppanyaki.

Pengalaman ini cocok untuk pasangan, keluarga, teman, atau kamu yang memang suka kuliner Jepang. 

Lokasinya berada di Canggu, Bali, jadi bisa jadi pilihan kalau kamu ingin mencicipi pengalaman kuliner Jepang sebelum atau setelah perjalanan.

Baca Juga: Panduan Colokan Listrik Malaysia: Jenis Colokan, Voltase, dan Adaptor

Pertanyaan Seputar Colokan Listrik Jepang

Colokan listrik Jepang tipe apa?
Jepang menggunakan colokan tipe A dan B dengan pin pipih. Tipe A paling umum.

Apakah colokan Jepang sama dengan Indonesia?
Tidak. Jepang memakai tipe A dan B, sedangkan Indonesia umumnya tipe C dan F.

Apakah HP dan laptop dari Indonesia perlu converter di Jepang?
Tidak jika charger mendukung 100–240 V. Kamu cukup membawa adaptor.

Apakah perlu membawa adaptor ke Jepang?
Sebaiknya iya, terutama untuk perangkat dengan colokan tipe Indonesia.

Apakah catokan dan hair dryer bisa dipakai di Jepang?
Tergantung voltasenya. Perangkat 220–230 V tidak bisa langsung digunakan pada listrik Jepang 100 V.

Apa beda travel adapter dan voltage converter?
Travel adapter mengubah bentuk colokan, sedangkan voltage converter mengubah tegangan listrik.