Lompat ke konten
Home » Mengenal Roma, Ibu Kota Italia yang Jadi Pusat Sejarah Dunia

Mengenal Roma, Ibu Kota Italia yang Jadi Pusat Sejarah Dunia

Roma adalah ibu kota Italia yang sudah menjadi bagian penting dari sejarah dunia selama ribuan tahun. 

Kota ini terkenal dengan peninggalan Romawi kuno, bangunan bersejarah, seni, dan budaya yang masih terasa sampai sekarang.

Menariknya, suasana kuno dan modern bisa ditemukan berdampingan di Roma. Kamu bisa melihat reruntuhan bangunan berusia ribuan tahun, lalu berjalan sedikit dan menemukan kafe atau restoran yang ramai.

Buat kamu yang suka liburan sambil mengenal sejarah, Roma bisa jadi destinasi yang menarik. Ada Colosseum, Vatikan, Pantheon, sampai Air Mancur Trevi yang ikonik.

Sejarah Singkat Roma sebagai Pusat Peradaban Dunia

Menurut legenda, Roma didirikan pada 753 SM oleh Romulus. Kota ini dibangun di atas tujuh bukit yang berada di sekitar Sungai Tiber.

Dari sinilah muncul julukan “Kota Tujuh Bukit” dan “Kota Abadi” atau The Eternal City. Julukan tersebut menggambarkan Roma yang terus bertahan dan berkembang selama ribuan tahun.

Pada masa Kekaisaran Romawi, Roma menjadi pusat politik, hukum, dan militer. Pengaruhnya bahkan meluas ke sebagian besar Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Jejak kejayaan tersebut masih bisa dilihat sampai sekarang. Beberapa yang paling terkenal adalah:

  • Colosseum, amfiteater raksasa yang menjadi salah satu simbol Roma.
  • Forum Romawi, kawasan yang dulunya menjadi pusat kehidupan masyarakat Romawi.
  • Pantheon, bangunan kuno dengan arsitektur yang masih mengagumkan.
  • Roman Forum, tempat yang dahulu menjadi pusat kegiatan politik dan sosial.
  • Berbagai bangunan Barok dan Renaisans, yang memperlihatkan perkembangan seni dan arsitektur Italia.

Roma juga punya hubungan erat dengan perkembangan seni. Kota ini pernah menjadi tempat berkarya seniman besar seperti Michelangelo dan Bernini.

Karena kekayaan sejarah dan budayanya, pusat bersejarah Roma juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Baca Juga: Mengenal Ankara, Ibu Kota Turki yang Kaya Sejarah

Letak Roma dan Cara ke Roma dari Indonesia

Roma berada di bagian tengah Italia, tidak jauh dari Laut Tirenia. Sungai Tiber juga mengalir melewati kota ini.

Roma merupakan salah satu kota terbesar di Italia. Kota ini juga menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Eropa.

Kalau berangkat dari Indonesia, kamu perlu melakukan penerbangan transit. Saat ini, belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Roma.

Beberapa kota yang bisa menjadi lokasi transit antara lain:

  • Dubai
  • Doha
  • Abu Dhabi

Maskapai seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad juga melayani rute dari Indonesia menuju Roma dengan transit.

Total perjalanan biasanya sekitar 19–21 jam, tergantung rute dan lama transit.

Penerbangan internasional akan tiba di Bandara Fiumicino (FCO). Bandara ini berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat Roma.

Dari bandara, kamu bisa memilih beberapa transportasi:

  • Leonardo Express, kereta yang menghubungkan Fiumicino dengan Stasiun Termini.
  • Taksi, dengan waktu perjalanan sekitar 40 menit tergantung kondisi lalu lintas.
  • Transportasi umum lainnya, yang bisa menjadi pilihan jika ingin menekan biaya perjalanan.

Apakah WNI Perlu Visa untuk ke Roma?

Ya, wisatawan Indonesia perlu mengurus visa Schengen sebelum berangkat ke Roma. Italia termasuk negara yang berada dalam kawasan Schengen.

Untuk visa, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Salah satunya adalah asuransi perjalanan dengan cakupan minimal €30.000.

Biaya visa dan waktu pemrosesan bisa berubah. Jadi, sebaiknya cek persyaratan terbaru sebelum mengajukan visa.

Tempat Ikonik yang Wajib Dikunjungi di Roma

Roma

Roma punya banyak tempat wisata yang berhubungan dengan sejarah. Beberapa di antaranya bahkan sudah menjadi ikon kota ini.

Kalau baru pertama kali ke Roma, beberapa tempat berikut bisa masuk daftar kunjungan:

1. Colosseum

Colosseum bisa dibilang sebagai salah satu bangunan yang paling identik dengan Roma. Amfiteater kuno ini sudah berusia hampir 2.000 tahun.

Dahulu, Colosseum digunakan untuk berbagai pertunjukan dan hiburan masyarakat Romawi. Sekarang, bangunan ini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Italia.

2. Kota Vatikan

Kota Vatikan berada di dalam wilayah Roma dan merupakan negara merdeka terkecil di dunia.

Di sini terdapat beberapa tempat terkenal, seperti:

  • Basilika Santo Petrus
  • Museum Vatikan
  • Kapel Sistina

Kapel Sistina juga terkenal dengan lukisan langit-langit karya Michelangelo.

3. Pantheon

Pantheon merupakan salah satu bangunan Romawi kuno yang masih berdiri dengan sangat baik.

Bagian yang paling menarik adalah kubahnya. Desain bangunan ini menunjukkan betapa majunya kemampuan arsitektur masyarakat Romawi pada masa itu.

4. Air Mancur Trevi

Kalau mencari tempat yang ikonik dan cocok untuk foto, mampirlah ke Air Mancur Trevi.

Air mancur bergaya Barok ini menjadi salah satu tempat wisata paling terkenal di Roma. Banyak wisatawan juga punya tradisi melempar koin ke dalam air sambil membuat permohonan.

5. Piazza Navona

Piazza Navona merupakan alun-alun bersejarah yang dikelilingi bangunan cantik, kafe, dan berbagai aktivitas jalanan.

Di sini kamu juga bisa menemukan air mancur karya Bernini. Suasananya cocok buat jalan santai sambil menikmati suasana kota Roma.

Kuliner Khas Roma yang Wajib Dicoba

Liburan ke Roma tentu belum lengkap tanpa mencicipi makanan khasnya. Ada beberapa hidangan sederhana yang justru menjadi favorit wisatawan.

Beberapa makanan yang bisa kamu coba antara lain:

  • Cacio e pepe, pasta dengan keju pecorino dan lada hitam.
  • Carbonara, pasta dengan telur, keju, dan guanciale.
  • Supplì, camilan berbentuk bulat dengan isian keju mozzarella.
  • Gelato, es krim khas Italia dengan tekstur lembut dan rasa yang kuat.

Untuk makan di restoran kasual, harganya bisa berada di kisaran €10–20 per porsi. Area yang dekat dengan tempat wisata biasanya punya harga yang lebih tinggi.

Kalau ingin lebih hemat, kamu bisa mencari trattoria kecil yang lokasinya agak jauh dari kawasan wisata utama. Biasanya pilihan seperti ini punya harga yang lebih ramah di kantong.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Roma

Roma bisa dikunjungi sepanjang tahun. Namun, ada beberapa musim yang biasanya lebih nyaman untuk wisata.

Musim Semi

April–Mei bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin menikmati cuaca yang relatif nyaman. Suhu juga biasanya tidak sepanas musim panas.

Musim Gugur

September–Oktober juga menarik untuk dipertimbangkan. Cuacanya cenderung nyaman untuk berjalan kaki dan menjelajahi berbagai tempat wisata.

Musim Panas

Juli–Agustus biasanya menjadi periode yang cukup ramai. Suhu juga bisa mencapai lebih dari 32°C.

Selain cuaca panas, beberapa tempat wisata populer bisa dipenuhi wisatawan. Antrean pun biasanya lebih panjang.

Musim Dingin

Kalau ingin suasana yang lebih sepi, November–Februari bisa menjadi pilihan.

Harga tiket pesawat dan hotel berpotensi lebih terjangkau. Namun, kamu perlu menyiapkan pakaian hangat dan perlengkapan untuk menghadapi hujan.

Tips Liburan ke Roma

Supaya perjalanan lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

  • Pesan tiket tempat wisata lebih awal, terutama untuk Colosseum dan Museum Vatikan.
  • Gunakan sepatu yang nyaman, karena banyak tempat di Roma lebih enak dijelajahi dengan berjalan kaki.
  • Waspadai pencopetan, terutama di stasiun, transportasi umum, dan kawasan yang ramai.
  • Pertimbangkan Roma Pass jika kamu ingin menggunakan transportasi umum dan mengunjungi beberapa tempat wisata.
  • Pelajari beberapa kata bahasa Italia sederhana, seperti buongiorno untuk menyapa dan grazie untuk mengucapkan terima kasih.
  • Siapkan itinerary yang realistis, karena banyak tempat wisata Roma yang letaknya berdekatan dan bisa membuat kamu ingin mengunjungi semuanya sekaligus.

Jelajahi Destinasi Internasional Bersama SatuSatu

Kalau lagi mencari inspirasi liburan ke luar negeri, kamu bisa melihat berbagai pilihan wisata internasional di SatuSatu.com 

Ada berbagai pilihan aktivitas dan hiburan yang bisa disesuaikan dengan rencana perjalanan. Kamu juga bisa menemukan destinasi populer seperti Singapura yang cocok untuk liburan keluarga.

Salah satunya adalah Universal Studios Singapura. Tempat ini menawarkan berbagai wahana bertema film yang bisa dinikmati pengunjung dari berbagai usia.

Ada juga Oceanarium Singapura yang cocok buat kamu yang ingin menikmati wisata edukatif. Jadi, sebelum atau sesudah menjelajahi kota bersejarah seperti Roma, kamu bisa memasukkan destinasi lain ke dalam itinerary.

Baca Juga: Mengenal Beijing, Ibu Kota China dengan Sejarah Panjang

Pertanyaan Seputar Roma

Apa julukan Roma?
Roma dikenal sebagai “Kota Abadi” dan “Kota Tujuh Bukit”.

Berapa lama waktu tempuh dari Jakarta ke Roma?
Perjalanan dari Jakarta ke Roma biasanya sekitar 19–21 jam, tergantung rute dan transit.

Apakah WNI perlu visa untuk ke Roma?
Ya, WNI membutuhkan visa Schengen untuk berkunjung ke Italia.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.