Lompat ke konten
Home » 7 Rumah Adat Kalimantan Selatan dan Ciri Khasnya

7 Rumah Adat Kalimantan Selatan dan Ciri Khasnya

Rumah adat Kalimantan Selatan punya banyak bentuk dengan fungsi yang berbeda. Sebagian besar rumah tradisional ini merupakan warisan masyarakat Banjar.

Bangunannya banyak menggunakan kayu ulin yang dikenal kuat dan tahan terhadap kondisi lembap. Bentuk rumah panggung juga menyesuaikan lingkungan Kalimantan Selatan yang dekat dengan sungai.

Pada masa lalu, jenis rumah juga bisa menunjukkan status sosial penghuninya. Ada rumah yang digunakan keluarga kerajaan, prajurit, hingga tokoh agama.

Berikut tujuh rumah adat Kalimantan Selatan yang menarik untuk kamu kenali.

Bubungan Tinggi

Rumah Adat Kalimantan Selatan

🏛️ Bentuk: Rumah panggung dengan kolong sekitar 1,5–2 meter
🪵 Material: Kayu ulin dan kayu galam
🎯 Fungsi: Kediaman sultan dan pusat keraton

Bubungan Tinggi menjadi salah satu rumah adat Kalimantan Selatan yang paling dikenal. Rumah ini juga sering dianggap sebagai ikon arsitektur tradisional Banjar.

Ciri utamanya terlihat dari atap yang menjulang tinggi. Kemiringannya sekitar 45 derajat agar air hujan lebih cepat mengalir.

Bentuk atap tersebut juga punya makna filosofis. Bentuknya melambangkan Pohon Hayat yang menjulang ke langit.

Pada masa lalu, Bubungan Tinggi juga berkaitan dengan lingkungan kesultanan. Rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal sultan sekaligus pusat keraton.

Baca Juga: Mengenal Rumah Adat Joglo, Rumah Tradisional Jawa yang Penuh Filosofi

Balai Laki

🏛️ Bentuk: Atap pelana seperti pelana kuda
🪵 Material: Sirap dari kayu ulin
🎯 Fungsi: Tempat tinggal prajurit atau pengawal kerajaan

Balai Laki memiliki bentuk yang lebih sederhana dibandingkan Bubungan Tinggi. Rumah ini dahulu digunakan oleh prajurit atau pengawal kesultanan.

Ciri khasnya terlihat dari atap pelana yang menyerupai pelana kuda. Atap tersebut membuat bentuk Balai Laki mudah dibedakan dari rumah Banjar lainnya.

Di sekitar pintu depan biasanya terdapat jendela di sisi kiri dan kanan. Bagian ini juga menjadi salah satu ciri yang bisa dikenali dari Balai Laki.

Balai Bini

🏛️ Bentuk: Atap perisai atau atap gajah
🪵 Ciri khas: Teras dengan pagar besi atau randang
🎯 Fungsi: Kediaman putri sultan dan perempuan kerajaan

Kalau Balai Laki digunakan prajurit, Balai Bini memiliki fungsi yang berbeda. Rumah ini dahulu diperuntukkan bagi putri sultan dan perempuan di lingkungan kerajaan.

Atapnya berbentuk perisai yang dikenal sebagai atap gajah. Bentuk tersebut dimaknai sebagai simbol perlindungan bagi penghuni rumah.

Salah satu Balai Bini yang masih berdiri berada di Banua Anyar, Banjarmasin. Bangunan ini disebut telah berdiri sejak 1842 dan masih dipertahankan bentuk aslinya.

Palimasan

🏛️ Bentuk: Atap limas
🪵 Material: Kayu ulin berukuran besar dan kuat
🎯 Fungsi: Kediaman bendaharawan kerajaan

Palimasan memiliki bentuk atap yang menyerupai limas. Bentuk ini membuatnya cukup mudah dibedakan dari rumah Banjar lainnya.

Pada masa lalu, rumah ini digunakan sebagai kediaman bendaharawan kerajaan. Fungsinya juga berkaitan dengan penyimpanan emas dan perak milik sultan.

Karena berkaitan dengan harta kerajaan, bangunan Palimasan menggunakan kayu ulin yang kuat. Rumah ini juga menggambarkan kehati-hatian dalam menjaga kekayaan kerajaan.

Palimbangan

🏛️ Bentuk: Atap pelana dengan hiasan tawing layar
🪵 Ciri khas: Hiasan bermotif anak catur
🎯 Fungsi: Tempat tinggal ulama dan tokoh agama Islam

Palimbangan memiliki karakter yang cukup berbeda dari rumah adat Kalimantan Selatan lainnya. Rumah ini kental dengan nilai-nilai keislaman.

Pada masa lalu, Palimbangan digunakan oleh ulama dan tokoh agama. Karena itu, bentuk dan hiasannya juga memiliki ciri tersendiri.

Salah satu hiasan yang dikenal adalah motif anak catur. Motif ini menjadi bagian dari hiasan pada mahkota bubungan.

Palimbangan juga memiliki dua jenis. Ada yang dilengkapi anjung di bagian samping dan ada pula yang tidak memiliki anjung.

Gajah Baliku

🏛️ Bentuk: Mirip Bubungan Tinggi tetapi lebih sederhana
🪵 Ciri khas: Ruang tamu dibuat rata tanpa jenjang
🎯 Fungsi: Tempat tinggal kerabat dekat kesultanan

Gajah Baliku sering dianggap mirip dengan Bubungan Tinggi. Keduanya memang memiliki bentuk dasar yang hampir serupa.

Perbedaannya terlihat pada ruang tamu. Pada Gajah Baliku, ruang tamunya dibuat rata tanpa jenjang.

Sementara itu, Bubungan Tinggi memiliki ruang tamu bertingkat. Perbedaan tersebut dahulu berkaitan dengan posisi dan status sosial penghuni rumah.

Gajah Baliku umumnya digunakan oleh kerabat dekat kesultanan. Bentuknya pun dibuat lebih sederhana dibandingkan rumah untuk sultan.

Lanting

🏛️ Bentuk: Rumah rakit yang mengapung di sungai
🪵 Material: Susunan batang pohon besar
🎯 Fungsi: Tempat tinggal dan penyimpanan barang

Lanting memiliki bentuk yang paling berbeda dibandingkan enam rumah sebelumnya. Rumah ini tidak berdiri di atas tanah, tetapi mengapung di atas sungai.

Bagian dasarnya berupa rakit yang dibuat dari susunan batang kayu besar. Bentuk ini menyesuaikan kehidupan masyarakat Banjar yang dekat dengan sungai.

Lanting tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal. Rumah ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai barang berharga.

Beberapa barang yang disebut disimpan di dalamnya adalah alat musik dan senjata tradisional. Keberadaan Lanting menunjukkan eratnya hubungan masyarakat Banjar dengan kehidupan sungai.

Baca Juga: 5 Rumah Adat Maluku dan Keunikannya

Jelajahi Budaya Indonesia Bersama SatuSatu

Kalau kamu tertarik mengenal lebih banyak warisan budaya Indonesia, kamu bisa merencanakan perjalanan ke berbagai daerah melalui SatuSatu.com 

Salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi adalah Candi Borobudur. Situs warisan budaya ini juga menjadi contoh kekayaan arsitektur Nusantara dari masa lalu.

Kalau ingin menikmati budaya khas Bali, kamu bisa memasukkan Kecak Fire Dance Uluwatu ke dalam itinerary. Pertunjukan tari tradisional ini semakin menarik dengan latar sunset di kawasan tebing Uluwatu.

Pertanyaan Terkait Rumah Adat Kalimantan Selatan

Apa rumah adat Kalimantan Selatan yang paling terkenal?
Bubungan Tinggi merupakan salah satu rumah adat Kalimantan Selatan yang paling terkenal, dengan ciri khas atap yang menjulang tinggi.

Kenapa rumah adat Kalimantan Selatan berbentuk panggung?
Bentuk panggung menyesuaikan kondisi lingkungan yang lembap dan dekat dengan sungai, sekaligus membantu melindungi rumah dari tanah yang basah.

Apa rumah adat Kalimantan Selatan yang mengapung di air?
Rumah Lanting merupakan rumah berbentuk rakit yang mengapung di sungai dan berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Banjar di sekitar sungai.

SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih. 

Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B  untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.

Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.

Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.

Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.

Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.