Rumah adat Maluku dikenal dengan sebutan Baileo. Bangunan ini biasanya berbentuk terbuka tanpa dinding dan jendela.
Baileo bukan tempat tinggal seperti rumah pada umumnya. Bangunan ini digunakan untuk musyawarah, menyimpan benda pusaka, dan menggelar berbagai upacara adat.
Setiap negeri di Maluku punya baileo dengan cerita dan ciri khas masing-masing. Meski bentuk dasarnya mirip, fungsi dan tradisinya bisa berbeda.
Kalau kamu tertarik dengan budaya Maluku, lima rumah adat berikut bisa masuk daftar tempat yang ingin kamu kenali.
Berikut lima baileo dari berbagai negeri di Maluku. Masing-masing punya keunikan yang membuatnya menarik untuk diketahui.
Baileo Samasuru Soya

📍 Lokasi: Negeri Soya, Kota Ambon
💰 Tiket: Tidak ada tiket masuk
🕐 Waktu kunjungan: Ramai saat upacara adat Cuci Negeri setiap Desember
Baileo Samasuru punya bentuk yang cukup berbeda dari rumah adat pada umumnya. Bangunannya bukan berupa rumah, tetapi tanah lapang dengan susunan batu.
Tidak ada atap atau dinding di tempat ini. Lokasinya menjadi salah satu pusat pelaksanaan tradisi Cuci Negeri.
Tradisi tersebut merupakan ritual tahunan masyarakat Soya. Proses membersihkan lokasi dilakukan oleh perempuan dewasa yang sudah menikah atau disebut mata ina.
Menariknya, proses pembersihan dilakukan dengan tangan. Tidak digunakan alat mesin dalam ritual tersebut.
Tradisi Cuci Negeri Soya juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak 2015.
Baca Juga: 10 Rumah Adat Sumatra Utara dan Keunikan Arsitekturnya
Baileo Negeri Ihamahu
📍 Lokasi: Negeri Ihamahu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah
💰 Tiket: Tidak ada tiket resmi
🕐 Waktu kunjungan: Menyesuaikan kegiatan adat di negeri
Baileo Negeri Ihamahu punya nama khusus, yaitu Umatoru. Nama tersebut berarti rumah tiga rumpun.
Tiga rumpun yang dimaksud berkaitan dengan tiga marga pendiri Negeri Ihamahu. Bentuk bangunannya berupa rumah panggung dengan tangga di bagian depan.
Dindingnya dihiasi berbagai ornamen khas. Hiasan tersebut menjadi salah satu pembeda dengan baileo di negeri lainnya.
Baileo ini juga masih digunakan untuk kegiatan adat. Salah satunya adalah Kain Berkat, ritual yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur negeri.
Baileo Negeri Haria
📍 Lokasi: Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah
💰 Tiket: Tidak ada tiket resmi
🕐 Waktu kunjungan: Digunakan saat upacara adat tertentu
Ada satu hal yang membuat Baileo Negeri Haria cukup menarik. Lantainya menggunakan pasir pantai asli, bukan papan kayu.
Bagian atapnya tetap menggunakan daun sagu kering. Bentuk ini masih mengikuti konstruksi baileo tradisional.
Baileo Negeri Haria masih digunakan dalam berbagai kegiatan adat. Salah satunya adalah upacara pelantikan raja negeri.
Bangunan ini juga digunakan dalam kegiatan yang berkaitan dengan tradisi sasi. Letaknya yang menghadap laut membuat suasananya terasa semakin khas.
Baileo Suku Huaulu
📍 Lokasi: Kaki Gunung Binaiya, Pulau Seram bagian utara, Kabupaten Maluku Tengah
💰 Tiket: Tidak ada tiket resmi
🕐 Waktu kunjungan: Sebaiknya berkoordinasi dengan pemandu lokal
Baileo Suku Huaulu merupakan rumah adat masyarakat asli Pulau Seram. Masyarakat Huaulu masih menjaga berbagai tradisi leluhur hingga sekarang.
Pada masa lalu, baileo digunakan sebagai tempat berkumpul warga. Tempat ini juga menjadi lokasi untuk membahas berbagai persoalan, termasuk strategi menghadapi musuh.
Sekarang, fungsinya lebih banyak digunakan untuk kegiatan warga dan upacara adat. Perannya kurang lebih seperti balai pertemuan masyarakat.
Lokasinya berada di kawasan kaki Gunung Binaiya. Suasananya pun terasa lebih terpencil dibandingkan baileo yang berada di kawasan pesisir.
Baileo Negeri Hila
📍 Lokasi: Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah
💰 Tiket: Tidak ada tiket resmi untuk melihat rumah adat
🕐 Waktu kunjungan: Bisa dikunjungi sambil menjelajahi kawasan Benteng Amsterdam
Baileo Negeri Hila berada di kawasan yang juga punya nilai sejarah. Lokasinya berdekatan dengan Benteng Amsterdam, peninggalan VOC yang sudah berusia ratusan tahun.
Negeri Hila juga punya kaitan erat dengan sejarah perdagangan rempah. Kawasan ini dikenal dalam cerita tentang jalur perdagangan pala dan cengkih di Maluku.
Selain baileo, kamu bisa melihat lingkungan negeri yang masih mempertahankan suasana budaya tradisional. Hal ini membuat Hila menarik untuk kamu yang ingin menggabungkan wisata budaya dan sejarah.
Pada 2022, Negeri Hila juga meraih juara pertama Anugerah Desa Wisata Indonesia untuk kategori pengelola homestay. Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan menarik dari perkembangan wisata di kawasan ini.
Baca Juga: 10 Rumah Adat Lampung dan Ciri Khasnya
Jelajahi Budaya Nusantara Bersama SatuSatu
Suka menjelajahi budaya Indonesia seperti rumah adat Maluku? Kamu bisa lanjut mengenal berbagai pengalaman budaya Nusantara lewat SatuSatu.com
Salah satunya adalah Devdan Show – Treasure of the Archipelago di Nusa Dua, Bali. Pertunjukan ini menampilkan tari, musik, dan kostum dari berbagai daerah Indonesia.
Pertunjukannya dikemas dalam satu panggung dengan konsep yang modern dan atraktif. Cocok buat kamu yang ingin menikmati keberagaman budaya Indonesia dengan cara yang lebih seru.
Pertanyaan Seputar Rumah Adat Maluku
Apa nama rumah adat Maluku dan apa fungsinya?
Rumah adat Maluku disebut Baileo, yang digunakan untuk musyawarah, menyimpan benda pusaka, dan upacara adat.
Kenapa rumah adat Maluku tidak memiliki dinding dan jendela?
Bentuk terbuka melambangkan keterbukaan, memudahkan warga berkumpul, serta memiliki nilai spiritual dan hubungan dengan leluhur.
Rumah adat Maluku mana yang mudah dikunjungi wisatawan?
Baileo Negeri Hila bisa menjadi pilihan karena dekat dengan Benteng Amsterdam dan kawasan bersejarah Negeri Hila.