Lompat ke konten
Home » 5 Rumah Adat Kalimantan Timur dan Ciri Khasnya

5 Rumah Adat Kalimantan Timur dan Ciri Khasnya

Rumah adat Kalimantan Timur mencerminkan kekayaan budaya masyarakat yang tinggal di wilayah ini. Ada rumah adat dari suku Dayak, Kutai, Paser, hingga Bulungan.

Banyak rumah adat di Kalimantan Timur berbentuk panggung. Bentuk ini menyesuaikan kondisi lingkungan yang dekat dengan sungai dan kawasan hutan.

Selain menjadi tempat tinggal, beberapa rumah adat juga digunakan untuk kegiatan sosial dan adat. Yuk, kenalan dengan lima rumah adat Kalimantan Timur beserta ciri khasnya.

Rumah Lamin

📍 Wilayah: Kutai Barat dan wilayah suku Dayak
🪵 Material utama: Kayu ulin

Rumah Lamin merupakan salah satu rumah adat Kalimantan Timur yang paling terkenal. Rumah ini juga menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Dayak di provinsi tersebut.

Ukurannya sangat besar dan memanjang. Panjangnya bisa mencapai sekitar 300 meter dengan lebar sekitar 15 meter.

Rumah Lamin juga dapat dihuni banyak keluarga sekaligus. Dalam satu bangunan, sekitar 25–30 kepala keluarga bisa tinggal bersama.

Rumah ini biasanya berdiri di atas tiang kayu ulin. Ketinggiannya bisa mencapai sekitar 3 meter dari permukaan tanah.

Bentuk panggung tersebut membantu melindungi penghuni dari banjir dan hewan liar. Bagian rumahnya juga dihiasi berbagai ukiran khas Dayak.

Salah satu cirinya adalah bagian atap yang disebut berlubung umaq. Ada juga ukiran naga yang menggambarkan keagungan dan kepahlawanan.

Rumah Adat Bulungan

📍 Wilayah: Tanjung Selor dan kawasan Bulungan
🪵 Fungsi: Kediaman bangsawan dan pusat pemerintahan Kesultanan Bulungan

Rumah Adat Bulungan punya tampilan yang berbeda dari rumah adat Dayak pada umumnya. Arsitekturnya mendapat pengaruh budaya Melayu dan Dayak.

Dahulu, bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal bangsawan. Rumah ini juga berkaitan dengan pusat pemerintahan Kesultanan Bulungan.

Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah penggunaan warna-warna cerah. Merah, hijau, dan kuning menjadi beberapa warna yang sering terlihat pada bangunannya.

Ornamennya juga cukup beragam, mulai dari motif bunga hingga bentuk tanduk di bagian atap. Pengaruh Islam terlihat dari sejumlah ornamen dan ukiran bernuansa Arab.

Perpaduan tersebut membuat Rumah Adat Bulungan punya karakter yang unik. Rumah ini menjadi salah satu contoh pertemuan budaya Melayu, Dayak, dan Islam di Kalimantan bagian utara.

Rumah Betang

📍 Wilayah: Pedalaman Kalimantan dan kawasan masyarakat Dayak
🪵 Fungsi: Hunian bersama atau komunal

Rumah Betang merupakan rumah panjang yang digunakan sebagai tempat tinggal bersama. Bentuknya memanjang dan dapat menampung banyak penghuni.

Bangunannya bisa mencapai panjang sekitar 150 meter. Lebarnya juga bisa mencapai sekitar 30 meter.

Dalam satu rumah, jumlah penghuninya dapat mencapai puluhan hingga lebih dari seratus orang. Karena itu, Rumah Betang sering dikaitkan dengan kehidupan komunal masyarakat Dayak.

Salah satu ciri menariknya adalah bagian tangga. Tangga dibuat cukup sempit sehingga hanya dapat dilewati satu orang dalam satu waktu.

Tangga tersebut juga dapat diangkat pada malam hari. Tujuannya untuk membantu menjaga keamanan penghuni dari orang asing yang ingin masuk.

Rumah Adat Dayak Kayan

📍 Wilayah: Desa Miau Baru, Kutai Timur
🪵 Material utama: Kayu besi dan papan kayu meranti

Rumah Adat Dayak Kayan dikenal juga dengan nama Lakeq Bilung Jau. Bangunan ini menarik perhatian karena dihiasi banyak warna dan ukiran khas Dayak Kayan.

Hampir seluruh bagian rumah dipenuhi ornamen. Ukiran dan lukisan dapat ditemukan di bagian depan, belakang, hingga bagian dalam rumah.

Bagian tiangnya juga menjadi salah satu daya tarik utama. Puluhan tiang kayu besi digunakan untuk menopang bangunan.

Tiang-tiang tersebut dihiasi ukiran berbentuk wajah manusia. Bentuknya dibuat dengan gaya ekspresif dan memiliki detail yang khas.

Masyarakat Dayak Kayan sendiri dikenal memiliki keterampilan dalam membuat ukiran. Salah satunya adalah ukiran tiga dimensi dengan bentuk yang detail dan unik.

Rumah Adat Paser

📍 Wilayah: Kawasan dekat sungai
🪵 Material utama: Kulit kayu sungkai dan daun nipah

Rumah Adat Paser merupakan rumah tradisional masyarakat Paser yang banyak ditemukan di kawasan dekat sungai. Bentuknya dibuat menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.

Bangunannya berbentuk persegi panjang dengan atap limas. Kemiringan atapnya sekitar 45 derajat pada setiap sisi.

Rumah ini juga dibuat berbentuk panggung. Ketinggiannya bisa mencapai sekitar 2 meter dari permukaan tanah.

Posisi tersebut membantu melindungi rumah ketika air sungai meluap. Material yang digunakan juga berasal dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Bagian lantainya dapat dibuat dari pohon niung atau bambu. Material tersebut kemudian dirangkai menggunakan rotan dan kayu bundar.

Dalam satu rumah, biasanya dapat tinggal dua hingga tiga kepala keluarga. Penghuninya bisa terdiri dari orang tua, anak, hingga menantu.

Baca Juga: 7 Rumah Adat Jawa Barat dan Keunikannya

Jelajahi Budaya Nusantara Bersama SatuSatu

Rumah Adat Kalimantan Timur

Kalau ingin melihat berbagai bentuk rumah tradisional Indonesia dalam satu tempat, kamu bisa mampir ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta lewat SatuSatu.com 

Di sini, kamu bisa menjelajahi paviliun daerah yang menampilkan arsitektur dan budaya dari berbagai wilayah Indonesia tanpa harus berkeliling ke banyak daerah.

Baca Juga: 7 Rumah Adat Jawa Tengah dan Ciri Khasnya

Pertanyaan Seputar Rumah Adat Kalimantan Timur

Apa rumah adat paling terkenal dari Kalimantan Timur?
Rumah Lamin merupakan salah satu rumah adat Kalimantan Timur yang paling terkenal dan menjadi identitas budaya masyarakat Dayak.

Kenapa rumah adat Kalimantan Timur banyak berbentuk panggung?
Bentuk panggung menyesuaikan lingkungan sekitar sungai dan hutan serta membantu melindungi penghuni dari banjir dan hewan liar.

Rumah adat Kalimantan Timur mana yang mendapat pengaruh budaya Melayu dan Islam?
Rumah Adat Bulungan memadukan unsur Melayu, Dayak, dan Islam yang terlihat pada arsitektur serta ornamen bangunannya.