Lompat ke konten
Home » 5 Rumah Adat Sulawesi Selatan dan Keunikannya

5 Rumah Adat Sulawesi Selatan dan Keunikannya

Rumah adat Sulawesi Selatan punya cerita yang menarik di balik bentuk dan fungsinya. Ada yang berkaitan dengan kerajaan, status sosial, sampai kepercayaan leluhur.

Sulawesi Selatan sendiri dihuni beberapa suku besar, seperti Toraja, Bugis, Makassar, dan Luwu. Jadi, wajar kalau rumah adatnya punya bentuk dan karakter yang beragam.

Kalau kamu suka wisata budaya, ada beberapa rumah adat yang menarik untuk dikunjungi. Berikut lima di antaranya.

Setiap rumah punya bentuk, sejarah, dan fungsi yang berbeda. Beberapa di antaranya juga masih berkaitan erat dengan tradisi masyarakat setempat.

Tongkonan

Rumah Adat Sulawesi Selatan

📍 Lokasi: Kete Kesu, Kecamatan Kesu, Toraja Utara, sekitar 5 km dari Rantepao
💰 Tiket: Sekitar Rp10.000–Rp15.000 per orang
🕐 Jam kunjungan: Bisa dikunjungi setiap hari

Tongkonan adalah rumah adat suku Toraja yang paling mudah dikenali. Ciri khasnya ada pada atap melengkung yang terlihat seperti perahu terbalik.

Di Kete Kesu, kamu bisa melihat deretan tongkonan yang berdiri berhadapan dengan lumbung padi. Beberapa di antaranya bahkan sudah berusia lebih dari 300 tahun.

Dinding rumah dihiasi berbagai ukiran khas Toraja. Ukiran seperti ne’ limbongan dan pa’tedong punya makna yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Toraja.

Ada juga tanduk kerbau yang dipasang di bagian depan rumah. Jumlahnya bisa menjadi penanda status sosial pemilik rumah.

Baca Juga: 10 Rumah Adat Lampung dan Ciri Khasnya

Balla Lompoa

📍 Lokasi: Sungguminasa, Kabupaten Gowa
💰 Tiket: Bersifat sukarela
🕐 Jam kunjungan: Senin–Kamis 08.00–13.00, Jumat 08.00–11.00, Sabtu 08.00–12.00 WITA, tutup Minggu

Balla Lompoa dulunya merupakan istana resmi Raja Gowa. Bangunan ini didirikan pada era 1930-an menggunakan kayu jati.

Luas bangunannya mencapai sekitar 1.144 meter persegi. Sekarang, Balla Lompoa digunakan sebagai museum.

Di dalamnya tersimpan sekitar 140 koleksi pusaka kerajaan. Salah satu yang paling menarik adalah salokoa, yaitu mahkota emas murni dengan berat sekitar 1.766 gram.

Mahkota tersebut digunakan dalam pelantikan raja. Museum Balla Lompoa juga menjadi lokasi upacara adat accera kalompoang setiap tahun.

Bola Soba

📍 Lokasi: Watampone, Kabupaten Bone
💰 Tiket: Belum ada tiket resmi, cukup meminta izin kepada penjaga
🕐 Jam kunjungan: Sebaiknya konfirmasi langsung kepada pengelola

Bola Soba dikenal juga dengan nama Saoraja Petta Ponggawae. Rumah panggung ini dibangun sekitar tahun 1890 pada masa Raja Bone ke-31.

Awalnya, bangunan ini merupakan rumah panglima perang Kerajaan Bone. Bola Soba kemudian digunakan sebagai tempat menginap tamu penting, termasuk pejabat Belanda.

Nama Bola Soba sendiri berarti “rumah persahabatan”. Saat ini, bangunan tersebut menyimpan silsilah raja-raja Bone dan beberapa meriam tua.

Halaman Bola Soba juga terkadang digunakan sebagai tempat latihan tari tradisional Bugis. Jadi, kamu bisa melihat sisi sejarah sekaligus kesenian lokal di satu tempat.

Istana Langkanae

📍 Lokasi: Jalan Landau No. 18, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo
💰 Tiket: Gratis, donasi diperbolehkan
🕐 Jam kunjungan: Umumnya buka sore hari, sebaiknya cek jadwal terbaru

Istana Langkanae merupakan bekas kediaman Datu atau raja Luwu. Bangunan aslinya berdiri di atas 88 tiang kayu.

Sayangnya, bangunan asli sempat dibakar dalam operasi militer Hindia-Belanda. Bangunan yang berdiri sekarang kemudian memadukan arsitektur Eropa dengan struktur rumah kayu tradisional.

Di sekitar istana, kamu juga bisa menemukan miniatur Saoraja. Ada pula monumen tangan yang memegang badik dengan tulisan “Toddo Puli Temmalara”.

Monumen tersebut menjadi salah satu simbol keberanian masyarakat Luwu dalam memperjuangkan kebenaran.

Balla To Kajang

📍 Lokasi: Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, sekitar 56 km dari pusat Kota Bulukumba
💰 Tiket: Tidak ada tiket resmi, tetapi wisatawan harus mengikuti aturan adat
🕐 Jam kunjungan: Sebaiknya didampingi pemandu atau warga setempat

Balla To Kajang merupakan rumah panggung masyarakat adat Ammatoa. Masyarakat di kawasan ini masih memegang teguh aturan kamase-mase atau hidup sederhana.

Rumahnya menghadap ke Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang. Bahan yang digunakan juga berasal dari alam, seperti bambu, daun nipa, dan ijuk.

Menariknya, rumah di kawasan ini tidak menggunakan listrik. Posisi dapurnya juga punya makna tersendiri.

Dapur biasanya berada di bagian depan rumah dan menghadap jalan. Hal ini menjadi simbol keterbukaan kepada orang lain.

Kalau ingin berkunjung, kamu perlu mengikuti aturan adat yang berlaku. Salah satunya adalah melepas alas kaki dan mengenakan pakaian serba hitam sebelum masuk kawasan adat.

Baca Juga: 10 Rumah Adat Kalimantan Barat dan Ciri Khasnya

Jelajahi Budaya Nusantara Bersama SatuSatu

Suka menjelajahi warisan budaya seperti rumah adat Sulawesi Selatan? Kamu bisa lanjut mengeksplorasi budaya Nusantara lewat SatuSatu.com 

Salah satu pengalaman budaya yang bisa kamu coba adalah Kecak Fire Dance Uluwatu. Pertunjukan ini berlangsung di tebing Uluwatu, Bali, dengan latar pemandangan matahari terbenam.

Pertunjukan tersebut mengangkat kisah Ramayana lewat nyanyian puluhan penari. Atraksinya kemudian ditutup dengan pertunjukan api yang dramatis.

Kalau kamu lebih suka wisata sejarah, ada juga Borobudur & Prambanan Tur Sehari. Tur ini mengajak kamu mengunjungi dua candi bersejarah dalam satu hari.

Pertanyaan Seputar Rumah Adat Sulawesi Selatan

Apa saja nama rumah adat Sulawesi Selatan yang terkenal?
Rumah adat Sulawesi Selatan yang terkenal antara lain Tongkonan, Balla Lompoa, Saoraja atau Bola Soba, Istana Langkanae, dan Balla To Kajang.

Kenapa rumah adat Sulawesi Selatan berbentuk rumah panggung?
Rumah panggung memiliki fungsi praktis untuk mengurangi kelembapan dan melindungi dari binatang. Bentuknya juga memiliki makna filosofis tentang tiga alam.

Rumah adat Sulawesi Selatan mana yang cocok untuk wisatawan pemula?
Kete Kesu di Toraja Utara cocok untuk pemula karena aksesnya relatif mudah dan memiliki kawasan wisata budaya, tongkonan, serta toko suvenir.