Rumah adat Riau punya ciri khas yang kuat dengan budaya Melayu.
Bentuknya beragam, mulai dari rumah panggung sampai bangunan dengan atap yang melengkung atau bertingkat.
Beberapa rumah adat juga tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal.
Ada yang berfungsi sebagai balai untuk musyawarah adat dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Yuk, kenalan dengan lima rumah adat Riau beserta keunikan arsitekturnya!
Rumah Selaso Jatuh Kembar
📍 Riau dan Kepulauan Riau
🪵 Fungsi: balai musyawarah adat
Rumah Selaso Jatuh Kembar dikenal juga sebagai Balai Selaso Jatuh.
Berbeda dari rumah tinggal pada umumnya, bangunan ini digunakan sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah dalam urusan adat.
Ciri khasnya ada pada bagian selasar yang mengelilingi bangunan.
Lantai selasar tersebut dibuat lebih rendah daripada ruang tengah sehingga disebut “jatuh”.
Bagian atapnya juga memiliki ornamen khas Melayu bernama selembayung atau sulo buyung.
Beberapa ciri khas rumah ini antara lain:
- Memiliki selasar di sekeliling bangunan
- Lantai bagian selasar lebih rendah
- Digunakan untuk musyawarah adat
- Memiliki ornamen selembayung
- Kental dengan filosofi budaya Melayu
Rumah Melayu Atap Lontik
📍 Lima Koto, Kampar, Rantau Kuantan, dan sebagian Rokan
🪵 Fungsi: tempat tinggal
Rumah Melayu Atap Lontik paling mudah dikenali dari bentuk atapnya yang melengkung ke atas di kedua ujung.
Bentuk tersebut sekilas terlihat seperti tanduk kerbau.
Rumah ini memiliki nilai filosofi yang berkaitan dengan kehidupan manusia dan hubungan dengan Tuhan.
Lengkungan pada atap dipercaya menggambarkan perjalanan hidup manusia yang pada akhirnya kembali kepada Tuhan.
Anak tangga rumah ini juga biasanya berjumlah ganjil.
Jumlah lima sering digunakan dan dikaitkan dengan rukun Islam.
Keunikan lainnya bisa dilihat dari:
- Atap yang melengkung di kedua ujung
- Bentuk rumah panggung
- Tangga dengan jumlah ganjil
- Ornamen khas budaya Melayu
- Filosofi yang berkaitan dengan kehidupan
Rumah Belah Bubung
📍 Riau dan Kepulauan Riau
🪵 Fungsi: tempat tinggal
Rumah Belah Bubung merupakan salah satu rumah tradisional Melayu yang banyak dikenal di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Nama “belah bubung” berkaitan dengan bentuk atapnya yang terbagi menjadi dua bagian oleh perabung di bagian atas.
Rumah ini biasanya dibuat berbentuk panggung dengan tiang yang cukup tinggi.
Ketinggian tiangnya bisa mencapai sekitar 1,5 hingga 2,4 meter.
Selain sebagai tempat tinggal, ukuran rumah juga dahulu bisa menunjukkan kondisi ekonomi pemiliknya.
Semakin besar rumah yang dibangun, biasanya semakin tinggi pula status sosial pemiliknya.
Ciri khas Rumah Belah Bubung meliputi:
- Bentuk rumah panggung
- Atap terbagi menjadi dua bagian
- Memiliki perabung di bagian puncak
- Tiang rumah cukup tinggi
- Ukuran rumah dapat menunjukkan status sosial
Rumah Melayu Atap Limas Potong
📍 Kepulauan Riau, termasuk Batam
🪵 Fungsi: tempat tinggal
Sesuai namanya, Rumah Melayu Atap Limas Potong memiliki atap berbentuk limas dengan bagian atas yang terlihat seperti dipotong.
Rumah ini memiliki ukuran yang beragam sesuai dengan kemampuan pemiliknya.
Dahulu, rumah berukuran besar dan memiliki bentuk lebih lengkap biasanya dimiliki oleh keluarga dengan status sosial tinggi.
Bahkan, beberapa di antaranya berkaitan dengan keluarga bangsawan atau kesultanan.
Beberapa cirinya yaitu:
- Atap berbentuk limas
- Bagian atas atap terlihat terpotong
- Berbentuk rumah panggung
- Ukurannya bisa berbeda-beda
- Memiliki pengaruh kuat dari arsitektur Melayu
Rumah ini juga dikenal memiliki tampilan yang cukup sederhana, tetapi tetap menonjolkan karakter arsitektur Melayu.
Rumah Melayu Atap Lipat Kajang
📍 Kawasan pesisir Riau
🪵 Fungsi: tempat tinggal
Rumah Melayu Atap Lipat Kajang banyak berkembang di kawasan pesisir Riau.
Rumah ini juga berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah perairan, termasuk para nelayan.
Ciri paling mudah dikenali ada pada bentuk atapnya yang landai.
Desain tersebut membantu air hujan mengalir turun sehingga sesuai dengan kondisi wilayah yang memiliki curah hujan cukup tinggi.
Bagian rumah juga dapat dihiasi dengan berbagai ukiran khas Melayu.
Motif yang digunakan antara lain:
- Tumbuhan
- Bunga
- Hewan
- Bentuk geometris
Dibandingkan Rumah Lipat Pandan, atap Rumah Lipat Kajang memiliki kemiringan yang lebih landai.
Baca Juga: 7 Rumah Adat Jawa Barat dan Keunikannya
Jelajahi Budaya Nusantara Bersama SatuSatu

Kalau ingin melihat beragam rumah adat Indonesia tanpa harus langsung mengunjungi banyak provinsi, kamu bisa mulai dari destinasi yang menghadirkan budaya Nusantara dalam satu kawasan bersama SatuSatu.com
Salah satunya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta. Di sini, kamu bisa melihat berbagai anjungan daerah yang menampilkan rumah adat, budaya, dan kesenian dari berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: 5 Jenis Rumah Adat Aceh dan Keunikannya
Pertanyaan Seputar Rumah Adat Riau
Apa nama rumah adat resmi Provinsi Riau?
Rumah Selaso Jatuh Kembar atau Balai Selaso Jatuh dikenal sebagai rumah adat Provinsi Riau.
Kenapa rumah adat Riau berbentuk panggung?
Bentuk panggung menyesuaikan kondisi lingkungan Riau yang memiliki banyak sungai, rawa, dan hutan.
Rumah adat Riau mana yang banyak ditemukan di kawasan pesisir?
Rumah Melayu Atap Lipat Kajang banyak berkembang di kawasan pesisir dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat.