Baju adat Dayak adalah pakaian tradisional suku Dayak di Kalimantan yang dulu dibuat dari kulit kayu dan serat tumbuhan. Bentuk, bahan, dan hiasannya berbeda di tiap daerah.
Di artikel ini kamu akan mengenal lima baju adat Dayak dari Kalimantan Barat, Timur, dan Tengah. Mulai dari King Baba sampai Baju Sangkarut, semuanya punya cerita dan fungsi masing-masing.
King Baba dan King Bibinge
📍 Asal: Kalimantan Barat
🧵 Bahan: Kulit kayu ampuro (kapuo) yang dipukul sampai lentur
🎉 Dipakai saat: Upacara adat dan acara budaya
King berarti pakaian dan baba berarti laki-laki dalam bahasa Dayak. Jadi, King Baba adalah busana adat untuk pria.
Bentuknya seperti rompi tanpa lengan dengan lukisan khas Dayak, sering bergambar burung enggang. Manik-manik jingga dan merah menambah hiasannya.
Pria biasanya melengkapinya dengan ikat kepala berbulu enggang dan mandau. Pasangannya, King Bibinge, dipakai perempuan dan modelnya lebih tertutup.
King Kabo
📍 Asal: Kalimantan Barat
🧵 Bahan: Kulit kayu dipadukan dengan kain sungkit
🎉 Dipakai saat: Upacara adat, acara budaya, dan pernikahan
King Kabo adalah pengembangan dari King Baba. Bedanya, kulit kayu di sini dipadukan dengan kain sungkit.
Bentuk dan ukiran khas Dayak tetap dipertahankan, jadi identitasnya tidak hilang. Pita kain merah dengan sulaman bermotif ukiran Dayak menghiasi bagian tepinya.
Namanya merujuk pada hantu raksasa dalam kepercayaan suku Dayak.
Baca juga: 10 Jenis Pakaian Adat Papua dari Berbagai Suku
Ta’a dan Sapei Sapaq
📍 Asal: Kalimantan Timur (suku Dayak Kenyah)
🧵 Bahan: Beludru hitam berhias manik-manik bermotif
🎉 Dipakai saat: Penyambutan tamu dan perayaan adat
Ta’a dikenakan perempuan, sedangkan Sapei Sapaq dipakai laki-laki. Keduanya berasal dari suku Dayak Kenyah.
Busana perempuan terdiri atas atasan sapei inoq, rok ta’a, dan ikat kepala da’a dari pandan berhias bulu burung. Karena tampilannya mencolok, baju adat Dayak ini termasuk yang paling mudah dikenali.
Pria memadukan Sapei Sapaq dengan celana pendek, mandau, dan talawang, yaitu tameng dari kayu besi.
Baju Sangkarut
📍 Asal: Kalimantan Tengah (suku Dayak Ngaju)
🧵 Bahan: Serat daun nanas, daun lemba, tengang, dan nyamu
🎉 Dipakai saat: Pernikahan adat (dulu juga saat berperang)
Baju Sangkarut, yang juga disebut baju basulau, adalah rompi pria Dayak Ngaju. Suku ini bermukim di sekitar Sungai Kapuas.
Hiasannya unik, yaitu kerang (sulau), tempelan kulit trenggiling, kancing, uang logam, dan manik-manik. Perpaduan itu membuatnya tampil sangat berbeda dari baju adat Dayak lain.
Salah satu koleksinya tersimpan di Museum Balanga, Kalimantan Tengah.
Baju Bulang Burai King
📍 Asal: Kalimantan Timur
🧵 Bahan: Kain berhias manik-manik warna-warni
🎉 Dipakai saat: Upacara adat penting dan pertunjukan tari
Baju ini sering dipakai tokoh adat atau penari tradisional. Menurut sejumlah sumber, hampir setiap keluarga Dayak memilikinya.
Pengrajin menjahit manik-manik warna-warni itu satu per satu. Makanya, pembuatannya butuh ketelitian dan masih dikerjakan secara manual.
Motifnya menyimpan makna spiritual dan cerita tentang leluhur.
Baca juga: 10 Nama Baju Adat Jawa Timur dan Keunikan Tradisinya
Jelajahi Bersama SatuSatu

Belum sempat ke Kalimantan, tapi ingin merasakan pengalaman budaya lokal dulu? Kamu bisa pesan lewat SatuSatu.com tersedia pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, dan kartu kredit.
Penglipuran Village Tur Sehari di Bali cocok kalau kamu suka berfoto dengan busana tradisional. Paketnya sudah termasuk tiket masuk, penyewaan kostum, fotografer, dan makan siang lokal.
Kalau ingin menikmati seni pertunjukan, ada Kecak Fire Dance Uluwatu. Pertunjukan ini menampilkan tari kecak di Uluwatu, jadi pas buat kamu yang ingin mengenal budaya Nusantara lewat panggung.
Pertanyaan tentang Baju Adat Dayak
Apa itu baju adat Dayak?
Baju adat Dayak adalah pakaian tradisional suku Dayak di Kalimantan. Model dan motifnya berbeda-beda, seperti King Baba di Kalimantan Barat dan Baju Sangkarut di Kalimantan Tengah.
Baju adat Dayak terbuat dari bahan apa?
Awalnya dibuat dari kulit kayu dan serat tumbuhan, seperti ampuro dan nyamu. Kini, pengrajin juga menggunakan beludru dan satin.
Kapan orang memakai baju adat Dayak?
Baju adat Dayak dikenakan saat upacara adat, pernikahan, penyambutan tamu, dan acara budaya. Dahulu, beberapa jenisnya juga digunakan sehari-hari.