Lompat ke konten
Home » 7 Pakaian Adat Lampung dan Keistimewaan Setiap Busananya

7 Pakaian Adat Lampung dan Keistimewaan Setiap Busananya

Pakaian adat Lampung terbagi menjadi dua rumpun besar, yaitu Saibatin di pesisir dan Pepadun di pedalaman. Keduanya sama-sama memakai kain tapis, tetapi warna dan aksesorinya berbeda.

Dari siger sampai kain tapis, setiap busana adat Lampung punya makna sendiri. SatuSatu merangkum 7 di antaranya, lengkap dengan keistimewaannya.

Pakaian Adat Saibatin

📍 Asal daerah: pesisir Lampung, seperti Krui, Liwa, Kota Agung, dan Padang Cermin
🧵 Ciri khas: warna merah menyala dengan perhiasan emas
🎉 Dipakai untuk: pernikahan adat
✨ Keistimewaan: tampil mewah dan megah

Saibatin berarti satu penguasa atau raja, sehingga pakaian adat Lampung ini tampil megah dengan warna merah menyala. Semua perhiasannya terbuat dari emas.

Pengantin perempuan memakai siger bersiku tujuh dengan hiasan bunga melur dan bunga daun bambu. Pengantin laki-laki menyelipkan keris di pinggang kanan, yang melambangkan kejantanan dan semangat perjuangan.

Pakaian Adat Pepadun

📍 Asal daerah: pedalaman Lampung, seperti Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Way Kanan
🧵 Ciri khas: warna putih yang tampil bersahaja
🎉 Dipakai untuk: pernikahan adat
✨ Keistimewaan: bermakna tempat duduk penobatan penguasa

Pepadun adalah bangku tahta kayu berkaki empat dan berukir milik penyimbang adat. Karena itu, pakaiannya bermakna tempat duduk penobatan penguasa.

Warna putih membuat tampilannya lebih bersahaja daripada Saibatin. Namun, aksesorinya tetap berkilau, misalnya kopiah emas dan siger berbahan kuningan.

Baca juga: 10 Nama Baju Adat Jawa Barat dan Makna Filosofisnya

Pakaian Adat Tulang Bawang

📍 Asal daerah: Tulang Bawang, Lampung
🧵 Ciri khas: busana putih tertutup dengan sarung merah dan emas
🎉 Dipakai untuk: pernikahan dan pentas tari
✨ Keistimewaan: bernuansa ketimuran dan menjunjung kesopanan

Pakaian adat Lampung Tulang Bawang bermodel tertutup dan kental dengan tradisi ketimuran. Wilayah Tulang Bawang termasuk masyarakat adat Pepadun.

Laki-laki memakai baju putih lengan panjang dengan celana senada, lalu melilitkan sarung merah dan emas dari pinggang sampai lutut. Perempuan mengenakan kebaya brokat putih dan sarung rok panjang bercorak sama.

Kawai Maju

📍 Asal daerah: pesisir Lampung (Saibatin)
🧵 Ciri khas: kebaya beludru bermotif bunga dengan banyak aksesori
🎉 Dipakai untuk: pengantin perempuan
✨ Keistimewaan: berhias papan jajar dan buah jukum

Kawai maju adalah baju pengantin perempuan Saibatin berbahan beludru bermotif bunga. Kawai sendiri berarti kebaya dalam bahasa Lampung.

Aksesorinya melimpah, mulai dari kakalah bangkang atau buah jukum sampai papan jajar atau bulan tananggal. Selain itu, pengantin menyelempangkan kain cempaka di bahu kanan dan kain limar putih atau kuning di bahu kiri.

Kain Tapis

📍 Asal daerah: Lampung
🧵 Ciri khas: tenun benang kapas yang disulam benang emas atau perak
🎉 Dipakai untuk: upacara adat, acara keagamaan, dan perkawinan
✨ Keistimewaan: motif menandai status sosial pemakainya

Kain tapis melengkapi pakaian adat Lampung sebagai sarung tenun yang dikenakan dari pinggang ke bawah. Penenun menyulam hiasannya dengan teknik cucuk memakai benang emas atau perak.

Motifnya beragam, misalnya kapal, pohon hayat, bunga melati, matahari, dan bulan. Tapis pucuk rebung atau tumpal bermakna penghubung dunia atas dan dunia bawah, dan dipakai saat cangget serta penerimaan tamu.

Siger

📍 Asal daerah: Lampung
🧵 Ciri khas: mahkota kuningan berbentuk tanduk dengan lekukan
🎉 Dipakai untuk: pengantin perempuan
✨ Keistimewaan: lekukannya melambangkan persatuan

Siger adalah mahkota perempuan yang menjadi ikon pakaian adat Lampung. Siger Pepadun punya sembilan lekukan, sedangkan siger Saibatin bersiku tujuh.

Sembilan lekukan melambangkan sembilan marga asal Lampung yang bersatu, atau sembilan sungai besar di Lampung. Di atas siger Pepadun, serajo bulan melambangkan kedudukan tinggi layaknya bulan.

Busana Pria Lampung

📍 Asal daerah: Lampung
🧵 Ciri khas: baju telak berlengan, sinjang, ikat kepala, dan keris
🎉 Dipakai untuk: pernikahan adat
✨ Keistimewaan: aksesori sarat makna, seperti buah jukum dan gelang burung

Busana pria Lampung terdiri dari baju telak berlengan, sarung atau sinjang, ikat kepala, dan sandal. Keris dan kalung keemasan melengkapi tampilannya.

Pada adat Pepadun, laki-laki juga memakai kopiah emas berbahan kuningan. Buah jukum bermakna penolak balak, sedangkan gelang burung melambangkan kebebasan.

Baca juga: 10 Nama Baju Adat Aceh dan Makna Filosofisnya

Jelajahi Warisan Budaya Bersama SatuSatu

Kalau ingin menyelami warisan budaya Nusantara lebih jauh, cek pilihan pengalamannya di SatuSatu.com 

Tirta Gangga Water Palace membawamu menjelajahi istana air kerajaan Bali dan Taman Ujung dengan kendaraan pribadi. Cocok untuk pencinta sejarah kerajaan, apalagi setelah mengenal makna Saibatin yang berarti raja.

Kalau ingin liburan yang lebih dekat dari Lampung, Taman Bunga Nusantara di Cianjur cocok untuk keluarga. Taman ini punya Taman Mawar, Taman Jepang, dan Taman Prancis, dengan tiket seharian untuk pengunjung domestik.

Pertanyaan tentang Pakaian Adat Lampung

Apa perbedaan pakaian adat Lampung Saibatin dan Pepadun?
Saibatin didominasi warna merah dengan siger tujuh lekukan, sedangkan Pepadun berwarna putih dengan siger sembilan lekukan.

Apa saja jenis pakaian adat Lampung?
Pakaian adat Lampung terdiri dari Saibatin dan Pepadun. Ada juga busana Tulang Bawang yang sering digunakan dalam pernikahan dan pentas tari.

Kapan kain tapis dipakai dalam pakaian adat Lampung?
Kain tapis digunakan saat upacara adat, acara keagamaan, dan pernikahan. Biasanya kain ini dikenakan perempuan sebagai bawahan.