Bendera Jepang adalah bendera berlatar putih dengan lingkaran merah tua di tengahnya. Orang Jepang menyebutnya Nisshōki atau Hinomaru.
Desainnya sangat sederhana, tapi ceritanya panjang. Dari upacara istana pada tahun 701 sampai undang-undang tahun 1999, lingkaran merah ini selalu terhubung dengan matahari.
Nama dan Arti Bendera Jepang
Nama resmi bendera Jepang adalah Nisshōki (日章旗), yang berarti “bendera matahari”. Dalam percakapan sehari-hari, orang lebih sering memakai nama Hinomaru (日の丸), yaitu “lingkaran matahari”.
Lingkaran merah itu melambangkan matahari. Karena itu, bendera ini sejalan dengan julukan Jepang sebagai Negeri Matahari Terbit.
Julukan tersebut juga berakar dari nama negaranya. Nihon atau Nippon ditulis dengan huruf kanji yang secara harfiah berarti “asal matahari”.
Baca Juga: Bendera Singapura: Sejarah, Arti Warna, dan Makna Simbolnya
Sejarah Bendera Jepang
Bendera Jepang tidak lahir dalam satu hari. Ada beberapa tonggak yang menandai perjalanannya.
Dari Zaman Kuno hingga Era Edo
Catatan tertua tentang bendera bergambar matahari ada di kitab sejarah Shoku Nihongi. Menurut kitab itu, Kaisar Monmu memakai bendera matahari pada upacara tahun baru di istananya pada tahun 701.
Pada abad ke-15 dan ke-16, banyak panglima perang memasang lambang lingkaran matahari di panji pasukannya. Jadi, motif ini sudah akrab di dunia samurai jauh sebelum menjadi simbol negara.
Titik balik datang pada 1854. Pemerintahan Tokugawa menerima usulan Shimazu Nariakira dari wilayah Satsuma agar kapal Jepang memakai panji Hinomaru berlatar putih.
Tujuannya sederhana, yaitu supaya kapal Jepang tidak tertukar dengan kapal asing.
Dari Era Meiji hingga Undang-Undang 1999
Pada 27 Januari 1870 (kalender lunar), Proklamasi Nomor 57 menetapkan Hinomaru sebagai bendera kapal dagang.
Pada tahun yang sama, Proklamasi Nomor 651 menetapkan bendera serupa untuk angkatan laut.
Setelah itu, Jepang lama tidak punya undang-undang yang menyebut bendera nasional secara tegas. Walaupun begitu, Hinomaru tetap dipakai sebagai bendera nasional dalam praktik sehari-hari.
Barulah pada 13 Agustus 1999, Undang-Undang tentang Bendera dan Lagu Kebangsaan mulai berlaku. Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkannya pada 22 Juli 1999 dengan hasil suara 403 berbanding 86.
Filosofi Lingkaran Merah pada Bendera Jepang

Secara resmi, lingkaran merah melambangkan matahari. Di baliknya ada lapisan makna budaya yang lebih dalam.
Dalam mitologi Shinto, matahari identik dengan Dewi Amaterasu, yang dipercaya sebagai leluhur keluarga kekaisaran. Karena itu, matahari punya tempat istimewa dalam identitas Jepang.
Banyak orang juga menafsirkan warna bendera ini secara simbolis. Merah sering dikaitkan dengan ketulusan dan semangat, sedangkan putih melambangkan kesucian dan kejujuran.
Tafsiran warna itu bersifat umum, bukan ketentuan resmi. Undang-undang hanya menetapkan bentuk dan ukuran, tidak menjelaskan arti tiap warna.
Satu lingkaran di tengah bidang putih juga memberi kesan tenang dan sederhana. Maka, bendera ini mudah dikenali bahkan dari kejauhan.
Ukuran dan Warna Bendera Jepang
Bendera Jepang punya aturan ukuran yang jelas. Berikut ketentuan resminya:
- Rasio: tinggi dan lebar 2:3.
- Posisi lingkaran: tepat di tengah bendera.
- Diameter lingkaran: tiga perlima dari tinggi bendera.
Sebelum 1999, lingkaran merah sedikit bergeser ke arah tiang bendera. Undang-undang baru memindahkannya ke tengah, dengan ukuran lingkaran yang tetap sama.
Soal warna, undang-undang menyebut merah tua (beni iro) dan putih. Nuansa merah yang persis tidak ditentukan dalam undang-undang tahun 1999.
Perdebatan di Sekitar Bendera Jepang
Hinomaru tidak lepas dari perdebatan. Setelah Perang Dunia II, pemakaiannya sempat dibatasi pada masa awal pendudukan Sekutu, lalu pembatasan itu dilonggarkan.
Pengesahan undang-undang 1999 pun menuai kontroversi. Sebagian pihak mengaitkan bendera ini dengan masa militerisme, sedangkan pendukungnya menilai negara berhak menetapkan simbol nasionalnya secara resmi.
Jangan keliru dengan Kyokujitsu-ki, yaitu bendera matahari terbit dengan sinar yang memancar. Bendera ini dipakai militer Jepang pada masa perang dan masih punya asosiasi sensitif bagi sejumlah negara, termasuk Korea.
Baca Juga: Bendera Malaysia: Sejarah, Arti Warna, dan Makna Simbolnya
Jelajahi Bersama SatuSatu
Penasaran merasakan “matahari terbit” versi Indonesia? Kamu bisa langsung pesan lewat SatuSatu.com tersedia berbagai pilihan pengalaman dengan metode pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, dan kartu kredit.
Untuk menyambut pagi dari ketinggian, coba Jeep 4WD Mount Batur Matahari terbit di Kintamani oleh Bali Volcano Jeep. Tur ini cocok untuk kamu yang ingin melihat matahari terbit di kawasan Gunung Batur tanpa mendaki.
Kalau lebih suka suasana laut, ada Bali Lovina Dolphin Tour di Bali Utara. Tur ini cocok untuk kamu yang suka bangun pagi dan menikmati pantai. Cek halaman produk untuk jadwal dan harga terbaru.
Pertanyaan Seputar Bendera Jepang
Apa nama bendera Jepang?
Nama resmi bendera Jepang adalah Nisshōki, sedangkan Hinomaru lebih umum digunakan untuk menyebutnya.
Apa arti lingkaran merah pada bendera Jepang?
Lingkaran merah melambangkan matahari, sedangkan latar putih sering dikaitkan dengan kesucian dan ketulusan.
Kapan bendera Jepang resmi ditetapkan?
Bendera Hinomaru resmi ditetapkan sebagai bendera nasional Jepang pada 13 Agustus 1999. Sebelumnya, bendera ini sudah digunakan secara luas sejak 1870.