Bendera Korea Selatan bernama Taegeukgi. Cirinya lingkaran merah-biru di tengah dan empat kelompok garis hitam di sudutnya. Desain sederhana ini menyimpan filosofi yin dan yang yang sudah lama dikenal di Asia Timur.
Di artikel ini, kamu akan tahu sejarahnya, arti simbol Taegeuk, makna tiap trigram, sampai aturan pemasangannya. Jadi, kamu tidak akan salah mengenali bendera ini lagi.
Sejarah Bendera Korea Selatan
Sebelum 1876, Korea belum punya bendera nasional. Raja hanya memakai panji kerajaan miliknya sendiri.
Kebutuhan itu baru terasa saat Perjanjian Korea–Amerika Serikat 1882 dirundingkan.
Utusan Park Yeong-hyo lalu merancang bendera dengan lingkaran taegeuk dan empat trigram saat berlayar ke Jepang. Bendera itu mulai dipakai pada 25 September 1882.
Raja Gojong menetapkannya sebagai bendera nasional lewat titah kerajaan pada 1883. Namun, karena belum ada pedoman rinci, bentuknya beragam dari satu bendera ke bendera lain.
Saat Korea berada di bawah penjajahan Jepang, para aktivis kemerdekaan memakai Taegeukgi sebagai simbol perlawanan. Pemerintahan Sementara Korea menerbitkan panduan desain pada 29 Juni 1942.
Majelis Nasional Konstituante kemudian menetapkan Taegeukgi sebagai bendera nasional pada 12 Juli 1948. Republik Korea berdiri pada 15 Agustus 1948, lalu pedoman pembuatan bendera resmi diumumkan pada 15 Oktober 1949.
Aturan hukumnya makin lengkap lewat Undang-Undang Bendera Republik Korea yang berlaku sejak Januari 2007.
Baca Juga:Mengenal Bendera Jepang dan Filosofi Lingkaran Merahnya
Makna Simbol Taegeuk di Bendera Korea Selatan
Taegeuk adalah lingkaran merah-biru di tengah bendera. Simbol ini melambangkan keharmonisan antara energi yin (biru) dan yang (merah).
Konsepnya sederhana. Segala hal di alam tercipta dan berkembang lewat interaksi dua kekuatan itu.
Posisi warnanya juga tetap. Merah selalu di atas, biru di bawah.
Banyak orang Korea mengingatnya lewat gambaran matahari yang bersinar di atas laut. Dengan begitu, mereka tidak tertukar saat menggambar ulang.
Latar putih punya makna sendiri. Warna ini mewakili kecerahan, kemurnian, dan perdamaian, nilai yang sangat dihargai masyarakat Korea.
Putih juga akrab di keseharian orang Korea. Warna ini masih muncul di hanbok, pakaian tradisional Korea, hingga sekarang.
Makna Empat Trigram pada Bendera Korea Selatan

Empat kelompok garis hitam di sudut bendera disebut trigram, atau gwae dalam bahasa Korea. Keempatnya sering disebut bersama sebagai geongongamri.
Trigram menggambarkan gerak dan keselarasan dua kekuatan di pusat bendera. Setiap trigram juga berdiri di seberang pasangan kebalikannya, jadi komposisinya terasa seimbang.
Berikut arti dan posisi masing-masing trigram:
- Geon (kiri atas): tiga garis utuh yang melambangkan langit.
- Ri (kiri bawah): garis tengahnya terputus, melambangkan api.
- Gam (kanan atas): satu garis utuh di antara dua garis putus, melambangkan air.
- Gon (kanan bawah): tiga garis putus yang melambangkan bumi.
Posisi trigram inilah yang paling sering tertukar, bahkan di kalangan orang Korea sendiri. Ada trik yang gampang diingat.
Baca dari kiri atas ke kiri bawah, lalu kanan atas ke kanan bawah. Jumlah garisnya membentuk urutan 3, 4, 5, dan 6.
Aturan dan Ciri Bendera Korea Selatan yang Benar
Karena simbolnya sarat makna, Korea Selatan mengatur penggunaannya dengan ketat. Aturan ini berlaku mulai dari ukuran sampai hari pengibaran.
Proporsi dan Tiang Bendera
Perbandingan lebar dan tinggi bendera adalah 3:2. Diameter lingkaran Taegeuk setengah dari tinggi bendera.
Aturan juga mencakup tiangnya. Warna tiang yang diizinkan adalah putih, perak, atau hijau.
Ujung tiangnya berbentuk kuncup mugunghwa, bunga nasional Korea Selatan.
Hari Pengibaran Bendera
Undang-undang mewajibkan bendera dikibarkan pada hari-hari berikut:
- 1 Maret (Hari Gerakan 1 Maret)
- 17 Juli (Hari Konstitusi)
- 15 Agustus (Hari Pembebasan)
- 3 Oktober (Hari Pendirian Nasional)
- 9 Oktober (Hari Hangul)
Pada 6 Juni, saat Hari Peringatan, bendera dikibarkan setengah tiang. Pemerintah juga bisa meminta pengibaran di hari lain dalam kondisi khusus.
Kesalahan yang Pernah Terjadi
Kesalahan kecil pada bendera ini bisa jadi masalah besar. Pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, bendera dengan lingkaran Taegeuk miring berlawanan arah jarum jam sempat dikibarkan di upacara medali.
Komite Olimpiade Internasional (IOC) kemudian meminta maaf atas kejadian itu.
Bagi wisatawan, ada satu hal lagi yang perlu diingat. Hukum pidana Korea Selatan bisa menjerat perusakan bendera dengan maksud menghina negara, dengan ancaman penjara hingga lima tahun.
Jadi, perlakukan bendera ini dengan hormat selama kamu di sana.
Baca Juga: Bendera Australia: Arti Warna, Bintang, dan Union Jack
Jelajahi Seoul Bersama SatuSatu
Setelah paham makna Taegeukgi, wajar kalau kamu jadi penasaran melihat Korea Selatan langsung. Kamu bisa mulai cari pengalamannya lewat SatuSatu.com dengan pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, dan kartu kredit.
Tur Sehari ke Pulau Nami + Taman Morning Calm cocok untuk kamu yang ingin menikmati pemandangan Korea Selatan di luar pusat kota. Tur sehari ini berangkat dari Seoul dan harganya mulai dari USD 45,24 per 24 Oktober 2026.
Kalau kamu baru mendarat di Incheon, Tiket Kereta Ekspres AREX Bandara Incheon-Seoul bisa jadi pilihan praktis menuju kota. Harganya mulai dari USD 13,39 per 24 Oktober 2026.
Pertanyaan Terkait Bendera Korea Selatan
Apa arti bendera Korea Selatan secara singkat?
Bendera Korea Selatan melambangkan harmoni alam semesta, kedamaian, dan semangat kebangsaan.
Latar putih berarti kemurnian dan perdamaian, lingkaran merah-biru melambangkan keseimbangan yin dan yang, sedangkan empat trigram mewakili langit, bumi, air, dan api.
Apa makna simbol Taegeuk di bendera Korea Selatan?
Taegeuk melambangkan keseimbangan dua kekuatan alam, yaitu yang (merah) dan yin (biru). Keduanya saling melengkapi dan menggambarkan keseimbangan dalam alam semesta.
Apakah Korea Utara memakai bendera yang sama?
Tidak. Korea Utara sempat menggunakan Taegeukgi setelah 1945, tetapi menggantinya dengan desain bendera baru pada Juli 1948. Sejak itu, Korea Selatan menggunakan Taegeukgi sebagai bendera nasionalnya.