Kuliner Bali punya identitas yang kuat bumbu rempah lengkap yang disebut basa genep jadi fondasi hampir semua makanan khas Bali, dari lauk sehari-hari sampai hidangan upacara adat.
Rasanya kompleks: gurih, pedas, sedikit harum, dan selalu berkesan. Kalau kamu lagi merencanakan liburan ke Bali, daftar makanan tradisional Bali berikut ini layak masuk agenda selain wisata pantai dan pura.
SatuSatu punya berbagai pengalaman wisata Bali yang bisa kamu padukan dengan wisata kuliner ini.
Babi Guling
📍 Tersebar luas di Ubud, Denpasar, dan Gianyar
💰 Mulai dari Rp35.000 per porsi
Babi guling adalah ikon kuliner Bali yang paling sering disebut pertama.
Babi utuh dibumbui basa genep campuran kunyit, serai, ketumbar, bawang putih, dan daun salam lalu dipanggang sambil diputar hingga kulitnya benar-benar renyah dan dagingnya empuk merata. Satu porsi biasanya datang dengan nasi, lawar, sate, dan sambal khas Bali.
Hidangan ini bukan halal, jadi perlu diperhatikan bagi wisatawan Muslim. Tapi bagi yang bisa menikmatinya, babi guling di Bali adalah pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.
Ayam atau Bebek Betutu
📍 Banyak tersedia di seluruh Bali, terkenal di Gilimanuk dan Ubud
💰 Mulai dari Rp45.000 per porsi
Betutu adalah bukti bahwa memasak di Bali bisa jadi ritual tersendiri.
Ayam atau bebek dibumbui rempah melimpah, dibungkus daun pisang, lalu dimasak perlahan berjam-jam hingga bumbu meresap sampai ke dalam. Hasilnya: daging yang sangat empuk dengan rasa pedas-gurih yang dalam.
Betutu biasanya disajikan dengan nasi hangat, plecing kangkung, dan sambal matah. Ini salah satu makanan tradisional Bali yang cocok dinikmati untuk makan malam setelah seharian keliling.
Sate Lilit
📍 Mudah ditemukan di warung dan restoran Bali
💰 Mulai dari Rp20.000 per porsi
Berbeda dari sate pada umumnya, sate lilit dibuat dari daging cincang halus yang dililitkan pada batang serai atau bambu sebelum dibakar. Dagingnya bisa ikan, ayam, babi, atau campur, dengan bumbu Bali yang kuat dan aroma serai yang khas saat dibakar.
Teksturnya lebih padat dari sate biasa, dan rasa rempahnya lebih meresap. Sate lilit sering muncul sebagai lauk pelengkap di nasi campur Bali, tapi juga enak dinikmati sendiri sebagai camilan.
Nasi Campur Bali
📍 Tersedia hampir di seluruh penjuru Bali
💰 Mulai dari Rp20.000 per porsi
Nasi campur Bali adalah pintu masuk paling mudah ke dunia kuliner Bali. Satu piring nasi datang dengan berbagai lauk kecil: suwiran ayam atau babi berbumbu, sate lilit, lawar, urap sayur, dan sambal matah. Setiap suapan terasa berbeda.
Yang menarik, nasi campur di setiap warung punya karakter masing-masing tergantung lauk yang tersedia hari itu. Ini makanan khas Bali yang bisa kamu nikmati sarapan, makan siang, atau makan malam.
Lawar
📍 Warung tradisional dan rumah makan Bali
💰 Biasanya jadi bagian dari nasi campur, harga mulai Rp15.000
Lawar adalah campuran sayuran cincang, kelapa parut berbumbu, dan daging yang jadi pelengkap wajib di hampir semua hidangan Bali.
Versi tradisionalnya menggunakan darah segar sebagai bagian dari bumbunya inilah yang membuat lawar sangat autentik secara budaya.
Untuk wisatawan, tersedia lawar putih tanpa darah yang tetap lezat. Rasanya gurih dengan tekstur kelapa yang sedikit kasar dan bumbu rempah yang terasa jelas. Lawar sering disajikan bersama babi guling atau nasi campur.
Tipat Cantok
📍 Pasar tradisional dan warung lokal Bali
💰 Mulai dari Rp10.000 per porsi
Tipat cantok adalah makanan khas Bali yang sering dilewatkan wisatawan, padahal ini salah satu yang paling autentik.
Ketupat diiris dan disajikan bersama berbagai sayuran rebus seperti kacang panjang, tauge, dan kangkung, lalu disiram bumbu kacang khas Bali yang lebih ringan dan sedikit berbeda dari gado-gado.
Ini pilihan yang ramah bagi wisatawan vegetarian dan bisa ditemukan di pasar pagi. Harganya sangat terjangkau dan rasanya mengenyangkan.
Jukut Ares
📍 Lebih umum di upacara adat, tapi tersedia di beberapa warung lokal
💰 Harga bervariasi
Jukut ares adalah sup pelepah pisang muda khas Bali yang punya rasa unik dan sedikit earthy. Pelepah pisang dimasak bersama daging dan bumbu lengkap Bali hingga teksturnya lembut dan kuahnya gurih pekat.
Hidangan ini lebih sering muncul di upacara adat Bali, tapi beberapa warung lokal menyajikannya sebagai menu harian.
Kalau kamu ingin mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda dari kuliner Nusantara pada umumnya, ini worth dicoba.
Nasi Jinggo
📍 Pinggir jalan dan warung malam di Denpasar dan sekitarnya
💰 Mulai dari Rp5.000 per bungkus
Nasi jinggo adalah versi Bali dari nasi bungkus porsi kecil yang dibungkus daun pisang dengan isian nasi, mi goreng, ayam suwir berbumbu, tempe, dan sambal. Harganya sangat murah dan biasa dijual malam hari di pinggir jalan.
Ini camilan malam yang sempurna setelah jalan-jalan di Seminyak atau Kuta. Rasanya sederhana tapi nyaman, dan pengalaman makan nasi jinggo di tepi jalan sambil lihat lalu lintas Bali punya vibe tersendiri.
Bubuh Injin
📍 Warung sarapan dan kafe tradisional Bali
💰 Mulai dari Rp10.000 per mangkuk
Bubuh injin adalah bubur ketan hitam khas Bali yang dimasak dengan santan dan sedikit gula aren. Teksturnya kental, rasanya manis legit dengan aroma santan yang kuat. Biasanya disajikan hangat sebagai sarapan atau camilan sore.
Ini salah satu makanan penutup atau sarapan tradisional Bali yang paling mudah dicintai wisatawan dari mana pun, karena rasanya akrab namun tetap punya karakter lokal yang kuat.
Pie Susu Bali
📍 Toko oleh-oleh dan kafe di seluruh Bali
💰 Mulai dari Rp3.000 per buah
Pie susu adalah oleh-oleh khas Bali yang hampir tidak ada yang pulang tanpa membawanya. Kue kecil berkulit renyah dengan isian custard susu yang lembut ini hadir dalam berbagai varian rasa: original, pandan, cokelat, hingga keju.
Rasanya ringan dan tidak terlalu manis, cocok dijadikan camilan perjalanan atau buah tangan.
Beberapa toko di Bali sudah punya nama tersendiri untuk pie susu-nya, jadi tanyakan ke warga lokal mana yang paling favorit di area kamu menginap.
Jelajahi Bali Bersama SatuSatu

Menjelajahi kuliner Bali paling seru kalau dikombinasikan dengan pengalaman budaya yang tak kalah berkesan.
SatuSatu adalah platform travel Bali yang menyediakan aktivitas wisata, pengalaman budaya, dan transportasi dalam satu tempat yang bisa langsung dipesan melalui SatuSatu.com dengan berbagai metode pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, kartu kredit, dan lainnya.
Salah satu pengalaman yang sayang dilewatkan adalah Kecak Fire Dance di Uluwatu pertunjukan tari api ikonik dengan latar tebing dan matahari terbenam yang sering disebut sebagai salah satu momen terbaik di Bali.
Setelah nonton Kecak, banyak wisatawan langsung melanjutkan malam dengan makan malam di warung sekitar Uluwatu.
Kalau kamu tiba di Bali dan butuh transportasi yang nyaman dari bandara sebelum memulai wisata kuliner, Bali Airport Transfer dari SatuSatu bisa jadi pilihan praktis agar perjalananmu langsung mulus dari awal.
Pertanyaan tentang Makanan Khas Bali
Apa makanan khas Bali yang paling terkenal?
Babi guling, ayam betutu, sate lilit, nasi campur Bali, dan lawar merupakan makanan khas Bali yang paling populer dan mudah ditemukan di berbagai daerah di Bali.
Apakah ada makanan khas Bali yang halal?
Ya, pilihan makanan halal di Bali cukup banyak, seperti ayam betutu, sate lilit ayam atau ikan, nasi campur dengan lauk ayam, tipat cantok, bubuh injin, dan pie susu. Sebaiknya tetap memastikan bahan yang digunakan kepada penjual.
Makanan khas Bali apa yang cocok untuk oleh-oleh?
Pie susu menjadi oleh-oleh khas Bali yang paling populer. Selain itu, wisatawan juga sering membawa pulang kopi Bali dan sambal matah kemasan.