Rumah adat Bengkulu punya bentuk dan ciri yang beragam. Setiap rumah juga menyimpan cerita tentang suku dan kehidupan masyarakat setempat.
Sebagian besar rumah tradisional ini berbentuk rumah panggung. Bentuk atap, susunan ruang, hingga jumlah anak tangganya juga punya keunikan masing-masing.
Kalau kamu ingin mengenal budaya Bengkulu lebih dekat, lima rumah adat berikut bisa jadi bahan bacaan. Yuk, kenali satu per satu.
Rumah Bubungan Lima

📍 Asal: Suku Melayu Bengkulu
Rumah Bubungan Lima menjadi salah satu rumah adat Bengkulu yang paling dikenal. Rumah ini juga dikenal sebagai rumah adat resmi Provinsi Bengkulu.
Namanya berasal dari bentuk atap yang menyerupai limas. Bangunannya berupa rumah panggung yang ditopang sekitar 15 tiang.
Ketinggiannya sekitar 1,8 meter dari tanah. Bentuk tersebut membantu rumah beradaptasi dengan kondisi lingkungan, termasuk risiko banjir dan gempa.
Material rumah biasanya menggunakan kayu medang kemuning atau surian balam. Kayu tersebut dikenal kuat sekaligus cukup lentur.
Ada hal unik pada konstruksinya. Sambungan kayunya menggunakan pasak dan bukan paku.
Anak tangga Rumah Bubungan Lima juga biasanya berjumlah ganjil. Jumlah tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat.
Dahulu, rumah ini banyak digunakan oleh penghulu atau tetua adat. Sekarang, Rumah Bubungan Lima juga masih berkaitan dengan berbagai kegiatan adat.
Baca Juga: 5 Rumah Adat Maluku dan Keunikannya
Rumah Umeak Potong Jang
📍 Asal: Suku Rejang, Kabupaten Rejang Lebong
Umeak Potong Jang merupakan rumah adat Suku Rejang. Bentuknya berupa rumah panggung dengan denah persegi panjang.
Ciri yang menarik ada pada arah bubungan atapnya. Bubungan tersebut melintang sehingga air hujan mengalir ke bagian depan dan belakang rumah.
Bagian dalamnya juga memiliki pembagian ruang berdasarkan fungsi. Ada umeak danea yang digunakan untuk menjamu tamu yang menginap.
Ada pula pendukuak sebagai kamar orang tua. Sementara geligei atau loteng dapat digunakan sebagai ruang untuk anak perempuan.
Rumah asli Umeak Potong Jang kini semakin sulit ditemukan. Bentuk rumah yang masih ada juga sudah mendapat pengaruh dari desain daerah lain.
Rumah Kubung Beranak
📍 Asal: Suku Rejang
Rumah Kubung Beranak punya beberapa ciri yang membuatnya berbeda. Rumah ini dahulu diperuntukkan bagi kalangan bangsawan.
Bagian lantainya menggunakan bambu utuh atau bidai. Bidai dibuat dari bilah bambu yang dianyam dan disusun dalam beberapa lapisan.
Dindingnya menggunakan pelupuh. Sementara bagian atapnya menggunakan ijuk.
Salah satu bagian yang menarik adalah garang. Ruang ini digunakan untuk menyimpan tempayan air dan berada di sisi kiri rumah hingga memanjang ke belakang.
Di depan pintu utama juga terdapat tangga bambu. Tangga tersebut dapat diangkat dan dipasang kembali sesuai kebutuhan.
Karena dahulu diperuntukkan bagi bangsawan, ukuran Rumah Kubung Beranak biasanya lebih besar. Ruang di dalamnya juga terasa lebih luas dibandingkan beberapa rumah adat lainnya.
Rumah Patah Sembilan
📍 Asal: Suku Rejang Pesisir
Rumah Patah Sembilan merupakan rumah tradisional masyarakat biasa dari Suku Rejang Pesisir. Bentuknya berupa rumah panggung dengan ukuran yang lebih sederhana.
Atap pelana menjadi salah satu ciri khasnya. Bagian sayap kiri dan kanan disatukan hingga membentuk kemiringan tertentu.
Walaupun ukurannya lebih sederhana, pembagian ruang di dalam rumah tetap memiliki makna. Susunan tersebut berkaitan dengan filosofi adat masyarakat setempat.
Beberapa bagian ruangnya juga mirip dengan Umeak Potong Jang. Keduanya berasal dari rumpun Suku Rejang.
Rumah Berugau Bandung
📍 Asal: Suku Serawai
Rumah Berugau Bandung punya bentuk atap yang cukup mudah dikenali. Rumah ini memiliki bubungan kembar yang saling bertaut dalam satu bangunan.
Bagian dinding sisi kanan juga dibuat miring ke atas. Sambungan antarkayunya tidak menggunakan paku.
Sebagai gantinya, kayu dibuat dengan bentuk tertentu untuk menjadi pengunci. Teknik ini menjadi salah satu ciri konstruksi rumah tradisional tersebut.
Tangga di depan pintu utama biasanya memiliki lima anak tangga. Jumlah tersebut dikaitkan dengan filosofi masyarakat Serawai.
Bagian kolong rumah berada di antara 12 tiang. Sementara plafonnya dapat digunakan untuk menyimpan benda pusaka keluarga.
Baca Juga: 5 Rumah Adat Sulawesi Selatan dan Keunikannya
Jelajahi Indonesia Bersama SatuSatu
Kalau setelah mengenal rumah adat Bengkulu kamu jadi ingin melihat budaya Indonesia dari daerah lain, bersama SatuSatu.com
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bisa jadi salah satu pilihan. Kawasan wisata di Jakarta ini punya anjungan daerah yang menampilkan berbagai budaya dari seluruh Indonesia, termasuk rumah tradisional.
Selain melihat bentuk rumah adat, kamu juga bisa menikmati berbagai area dan atraksi lain di TMII. Tempat ini cocok untuk liburan santai sekaligus mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada keluarga.
Pertanyaan Seputar Rumah Adat Bengkulu
Apa rumah adat Bengkulu yang paling terkenal?
Rumah Bubungan Lima merupakan salah satu rumah adat Bengkulu yang paling dikenal dan menjadi rumah adat resmi provinsi.
Kenapa rumah adat Bengkulu banyak berbentuk rumah panggung?
Bentuk panggung membantu menyesuaikan rumah dengan lingkungan serta melindungi penghuni dari banjir dan kondisi alam.
Apa saja rumah adat Bengkulu?
Rumah Bubungan Lima, Umeak Potong Jang, Kubung Beranak, Patah Sembilan, dan Berugau Bandung.
Apa keunikan Rumah Bubungan Lima?
Rumah ini memiliki atap berbentuk limas, konstruksi kayu dengan sambungan pasak, serta anak tangga berjumlah ganjil.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.