Rumah adat Sumatra Selatan punya bentuk dan cerita yang beragam. Bukan cuma Rumah Limas yang terkenal, ada juga beberapa rumah adat lain dari suku berbeda.
Keragamannya juga dipengaruhi kondisi wilayah Sumatra Selatan. Ada yang tinggal di sekitar sungai, dataran rendah, sampai kawasan dataran tinggi.
Setiap rumah punya bentuk dan fungsi yang berbeda. Yuk, kenalan dengan lima rumah adat Sumatra Selatan berikut ini!
1. Rumah Limas

Kalau membahas rumah adat Sumatra Selatan, Rumah Limas pasti jadi salah satu yang paling dikenal. Rumah ini identik dengan masyarakat Palembang dan punya bentuk yang cukup khas.
Namanya berasal dari bentuk atap yang menyerupai limas. Atapnya biasanya terdiri dari tiga sampai empat susun.
Hal menarik lainnya ada pada bagian dalam rumah. Ada ruangan bertingkat yang disebut bengkilas atau kekijing.
Setiap tingkatan punya fungsi sosial yang berbeda. Salah satunya digunakan untuk mengatur posisi saat menerima tamu.
Beberapa ciri khas Rumah Limas, yaitu:
- Berdiri di atas tiang kayu unglen.
- Kerangkanya menggunakan kayu seru.
- Memiliki ukuran yang cukup luas.
- Bisa mencapai sekitar 400–1.000 meter persegi.
- Sering digunakan untuk acara adat.
- Cocok untuk hajatan dan kenduri keluarga besar.
Jadi, Rumah Limas bukan sekadar tempat tinggal. Rumah ini juga punya peran penting dalam kegiatan sosial dan adat masyarakat.
Baca Juga: Mengenal 5 Rumah Adat Jambi dan Keunikannya
2. Rumah Cara Gudang
Sesuai namanya, Rumah Cara Gudang punya bentuk memanjang seperti gudang. Bentuk tersebut menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali dari rumah ini.
Bagian dalamnya dibagi menjadi tiga ruangan utama. Ada ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang.
Ketiganya disusun berjajar mengikuti bentuk bangunan. Tata ruangnya dibuat sederhana dan fungsional.
Material yang digunakan juga cukup khas. Beberapa di antaranya adalah kayu tembesu, petanang, dan unglen.
Berbeda dari Rumah Limas, Rumah Cara Gudang lebih banyak digunakan sebagai tempat tinggal sehari-hari. Desainnya pun terasa lebih sederhana.
Beberapa cirinya antara lain:
- Bentuk bangunan memanjang.
- Memiliki tiga ruangan utama.
- Menggunakan material kayu.
- Desainnya sederhana.
- Lebih mengutamakan fungsi sebagai hunian.
Rumah ini menunjukkan bahwa rumah adat tidak selalu dibuat untuk kegiatan adat. Ada juga yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
3. Rumah Rakit
Rumah Rakit punya bentuk yang paling unik. Bangunannya berdiri langsung di atas rakit yang mengapung di Sungai Musi.
Rumah ini berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Palembang di sekitar sungai. Pada masa lalu, banyak masyarakat beraktivitas dan berdagang di kawasan tersebut.
Karena berada di atas air, Rumah Rakit dibuat dengan material yang relatif ringan. Bangunannya juga bisa berpindah mengikuti kebutuhan pemiliknya.
Menariknya, rumah ini tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal. Rumah Rakit juga bisa menjadi tempat usaha.
Beberapa di antaranya digunakan sebagai warung. Ada juga yang dimanfaatkan untuk berjualan hasil sungai seperti ikan.
Keunikan Rumah Rakit bisa dilihat dari beberapa hal:
- Dibangun di atas rakit.
- Mengapung di Sungai Musi.
- Menggunakan bangunan yang relatif ringan.
- Bisa berpindah mengikuti kebutuhan.
- Berkaitan dengan aktivitas perdagangan di sungai.
Rumah Rakit jadi salah satu contoh bagaimana bentuk rumah bisa menyesuaikan kondisi lingkungan. Kehidupan di sekitar sungai akhirnya ikut memengaruhi bentuk arsitekturnya.
4. Rumah Ulu
Rumah Ulu berasal dari kawasan dataran tinggi Besemah. Rumah ini kemudian menyebar hingga wilayah aliran Sungai Ogan di Sumatra Selatan.
Bentuknya sama-sama berupa rumah panggung. Namun, tampilannya berbeda dari Rumah Limas.
Rumah Ulu memiliki dinding berbentuk kotak. Bagian atapnya juga terlihat lebih curam.
Rumah ini banyak ditemukan di kawasan Muara Enim, khususnya Semende. Dahulu, bagian kolong rumah memiliki fungsi yang cukup penting.
Kolong rumah digunakan sebagai tempat berlindung dari binatang liar. Bagian ini juga membantu menghadapi kondisi banjir saat musim pasang.
Seiring waktu, fungsi kolong rumah ikut berubah. Sekarang, bagian tersebut bisa digunakan sebagai garasi atau ruang tambahan.
Ciri khas Rumah Ulu antara lain:
- Berbentuk rumah panggung.
- Memiliki dinding berbentuk kotak.
- Atapnya cenderung curam.
- Berasal dari kawasan dataran tinggi Besemah.
- Banyak ditemukan di wilayah Muara Enim dan Semende.
- Memiliki kolong dengan berbagai fungsi.
Rumah Ulu menunjukkan bagaimana arsitektur tradisional bisa menyesuaikan kondisi lingkungan. Bentuknya dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
5. Rumah Carahulu Komering
Rumah Carahulu merupakan rumah adat masyarakat Suku Komering. Bentuknya punya ciri yang cukup mencolok dibandingkan rumah adat Sumatra Selatan lainnya.
Bagian atapnya berbentuk pelana segitiga yang menjulang tinggi. Sementara itu, bentuk ruangnya menyerupai kubus.
Keunikan lainnya bisa dilihat dari bagian pintu dan jendela utama. Bentuknya menyerupai gerbang bermahkota dengan hiasan ukiran yang rumit.
Ukiran tersebut memiliki makna simbolis. Karena itu, bagian pintu dan jendela menjadi salah satu elemen yang menarik dari rumah ini.
Beberapa ciri khas Rumah Carahulu Komering, yaitu:
- Berasal dari Suku Komering.
- Memiliki atap pelana segitiga.
- Bagian atap menjulang tinggi.
- Bentuk ruang menyerupai kubus.
- Pintu dan jendela utama berbentuk seperti gerbang.
- Dilengkapi ukiran dengan makna simbolis.
Rumah Carahulu juga menunjukkan bahwa budaya Sumatra Selatan sangat beragam. Warisan arsitekturnya tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga dari berbagai suku lainnya.
Baca Juga: 7 Rumah Adat Kalimantan Selatan dan Ciri Khasnya
Jelajahi Wisata Budaya Bersama SatuSatu
Rumah adat Sumatra Selatan memang menarik untuk dikenali. Namun, kekayaan budaya Indonesia tentu tidak berhenti di sini.
Kalau ingin melihat langsung budaya dari daerah lain, kamu bisa menjelajah berbagai pengalaman wisata di SatuSatu.com
Salah satunya adalah Kecak Fire Dance Uluwatu. Kamu bisa menyaksikan pertunjukan tari tradisional Bali dengan latar pemandangan matahari terbenam.
Dengan begitu, perjalanan wisata bukan cuma soal jalan-jalan. Kamu juga bisa mengenal lebih dekat budaya dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Pertanyaan Seputar Rumah Adat Sumatra Selatan
Apa nama rumah adat Sumatra Selatan yang paling terkenal?
Rumah Limas menjadi salah satu rumah adat Sumatra Selatan yang paling dikenal, dengan atap bertingkat dan ruangan bertingkat yang disebut kekijing.
Kenapa rumah adat Sumatra Selatan kebanyakan berbentuk panggung?
Bentuk panggung menyesuaikan kondisi lingkungan yang banyak berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai.
Apa perbedaan Rumah Limas dan Rumah Ulu?
Rumah Limas memiliki atap bertingkat dan ukuran relatif besar, sedangkan Rumah Ulu berbentuk lebih kotak dengan atap curam dan berasal dari kawasan Besemah.
SatuSatu Kini Hadir untuk Kebutuhan Bisnis Lewat SatuSatu B2B

Buat kamu yang bekerja di biro perjalanan, event organizer, HR perusahaan, atau komunitas, mengatur perjalanan dalam jumlah besar tentu butuh persiapan lebih.
Karena itu, SatuSatu kini juga hadir lewat SatuSatu B2B untuk membantu mitra pariwisata dan kebutuhan perjalanan grup atau korporasi dalam satu platform.
Ada beberapa fitur yang bisa membantu kebutuhan bisnis. Katalognya menyediakan ribuan pilihan atraksi, tur, dan aktivitas dengan ketersediaan yang terus diperbarui.
Selain itu, tersedia dasbor untuk mengelola pemesanan grup dan korporasi. Jadi, kebutuhan seperti outing kantor, gathering, hingga perjalanan perusahaan bisa dipantau dalam satu tempat.
Dari sisi bisnis, tersedia agent rate dengan harga khusus untuk mitra. Ada pula opsi pembayaran termin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan, termasuk saat proses pembayaran perlu mengikuti siklus invoice atau anggaran kantor.
Jadi, kalau kamu sering mengatur perjalanan atau aktivitas wisata untuk banyak orang, SatuSatu B2B bisa menjadi pilihan untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan lebih rapi.